Kerontokan Rambut Mulai Berdampak pada Helai demi Helai?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kerontokan rambut sepertinya sudah menjadi kondisi umum yang kerap dialami oleh kaum pria dan wanita sebagaimana biasanya terjadi seiring pertambahan usia. Meski begitu, terdapat beberapa alasan lain bagi seseorang bisa mengalami masalah ini.

Dari sisi medis, rambut terdiri atas protein keratin yang diproduksi pada lapisan kulit luar. Sebagian folikel menghasilkan sel rambut baru yang akan mendorong keluar sel-sel yang sudah tua melalui permukaan kulit dengan kecepatan sekitar 15 cm per tahun. Kondisi inilah yang memicu kerontokan.

Kerontokan Rambut Nyatanya Dapat Dialami Siapa Saja

Umumnya, rambut rontok dialami oleh orang-orang dewasa yang lebih tua, namun permasalahan ini juga bisa dialami seseorang yang berusia lebih muda, bahkan anak-anak. Pria cenderung lebih mungkin mengalaminya dibandingkan dengan wanita.

Di dalam dunia medis dikenal dengan istilah alopecia. Rata-rata, kepala orang dewasa memiliki sekitar 100-150 ribu rambut dan akan rontok sekitar 100 helai per hari.

Kejadian ini bisa terjadi dengan berbagai kondisi, tergantung dari penyebabnya. Hal itu dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap dan bisa menimpa rambut di bagian tubuh mana saja. Begitu pula, sebagian jenis kerontokan rambut dapat bersifat sementara dan permanen.

Tiap folikel rambut memiliki siklus hidupnya sendiri yang dapat dipengaruhi oleh usia, penyakit, dan berbagai faktor lainnya. Siklus ini terbagi ke dalam tiga fase, yaitu:

  • Rambut aktif yang berlangsung antara 2-6 tahun (anagen)
  • Pertumbuhan rambut peralihan yang berlangsung 2-3 minggu (catagen)
  • Fase istirahat yang berlangsung sekitar 2-3 bulan (telogen)

Pada prosesnya, rambut lama akan rontok dan digantikan oleh pertumbuhan rambut baru. Selanjutnya, siklus telogen terulang kembali.

Adapun beberapa gejala-gejala yang terlihat, antara lain rambut berangsur-angsur menipis di bagian kepala, rambut menjadi rapuh dan mudah mengendur ketika keramas atau menyisir, dan kemunculan rambut-rambut  yang rusak.

Tidak hanya itu, rambut rontok yang berlebihan juga dapat mengakibatkan kebotakan pada kepalamu. Meski sebagian orang membiarkan kebotakan tersebut tanpa diobati, namun biasanya kondisi pemicu kebotakan ini dapat disiasati.

Sebagian orang cenderung memanfaatkan gaya rambut untuk menutupi kebotakan, makeup, topi, syal, atau pun menggunakan wig (rambut palsu).

Apa yang Menjadi Penyebab Kerontokan Rambut?

Terdapat beberapa penyebab bergugurannya rambutmu secara berlebihan, di antaranya:

Hormon

Hormon rupanya dapat menjadi penyebab, misalnya kadar hormon androgen yang tidak normal. Androgen adalah hormon laki-laki yang biasanya diproduksi oleh pria dan wanita. Selain itu, bisa disebabkan oleh perubahan hormonal yang terkait dengan kehamilan, persalinan, menopause, dan penghentian penggunaan pil KB.

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun dapat menyebabkan timbulnya alopecia areata. Pada penyakit alopecia areata, sistem kekebalan tubuh akan memengaruhi folikel rambut tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu, penyakit autoimun juga bisa menjadi penyebab.

Obat-obatan

Obat-obatan juga berperan kepada terjadinya kerontokan rambut. Efek samping penggunaan obat-obatan, termasuk prosedur kemoterapi yang digunakan dalam pengobatan kanker, pengenceran darah, dan pil KB, bisa menjadi penyebab sementara.

Kondisi medis

Penyakit tiroid, lupus, diabetes, kekurangan zat besi, gangguan makan, dan anemia, juga bisa menjadi penyebab. Sering kali ketika kondisi medis tersebut telah diobati, rambut akan kembali tumbuh secara normal, kecuali ada jaringan parut seperti pada gangguan folikular atau lupus.

Mengalami luka bakar dan luka lainnya

Luka bakar, cedera, dan efek samping pindai X-ray dinilai bisa menjadi penyebab. Dalam kasus ini, pertumbuhan rambut normal biasanya kembali setelah cedera atau luka telah disembuhkan. Jika ada bekas luka, kemungkinan rambut tidak akan pernah tumbuh kembali pada area tersebut.

Efek samping prosedur kosmetik

Seperti keramas terlalu sering, melakukan bleaching, atau pewarnaan rambut, dapat membuat rambutmu rontok juga. Mengepang atau menguncir terlalu kencang dan menggunakan rol rambut atau pengeriting rambut yang panas dapat membuat kerusakan pada rambut.

Diet

Diet rendah protein atau diet dengan kalori sangat rendah juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Terlalu banyak asupan vitamin A

Terlalu banyak mengonsumsi suplemen atau obat yang mengandung vitamin A juga dapat memicu kejadian ini.

Sebagian besar masalah kerontokan rambut tidak terkait dengan penyakit sistemik atau internal, termasuk tidak diakibatkan oleh diet yang buruk juga. Rambut bisa mengalami penipisan akibat faktor genetik dan karena akibat pertambahan usia.

Masalah ini bisa dicegah dengan cara menghindari obat-obatan tertentu, mengurangi stres, mendapatkan asupan protein dan zat besi yang cukup dari makananmu, dan menggunakan gaya rambut atau gaya penataan rambut yang tidak merusak rambut untuk mencegah dan menguranginya.

Kerontokan rambut secara berlebihan tidak dapat dianggap sepele. Kamu harus segera memeriksakan kepada dokter jika dirasa mengalami gejala-gejala rambut rontok secara tiba-tiba dan dinilai tidak wajar jika dibandingkan biasanya. Kasus-kasus yang terjadi secara mendadak bisa menandakan adanya kondisi medis tertentu yang memerlukan perawatan.

Sebagai bahan pertimbangan, prosedur transplantasi rambut bisa menjadi solusi. Transplantasi rambut dilakukan dengan mencangkokkan rambut milik sendiri. Jadi, rambut diambil dari area di kepala yang masih lebat, kemudian menanamkannya pada area rambut kepala yang lebih jarang.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: