Penyebab Jerawat dan Cara Menghilangkannya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Penyebab jerawat bisa bermacam-macam bagi tiap orang. Jerawat terjadi ketika kelenjar minyak (sebaceous) menempel pada folikel rambut yang umumnya terstimulasi pada masa pubertas atau karena adanya perubahan hormon lainnya.

Sebum atau minyak adalah zat alami yang melumasi dan melindungi kulit. Meskipun merupakan hal yang normal terjadi pada masa-masa pubertas, hadirnya jerawat berisiko mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri Anda.

Apa yang Bisa Menjadi Penyebab Jerawat?

Penyebab jerawat yang utama adalah produksi minyak berlebihan, matinya sel kulit, penyumbatan pori-pori, dan infeksi bakteri. Jerawat muncul ketika minyak bercampur dengan sel-sel kulit yang telah mati dan menyumbat pori-pori kulit.

Nyatanya, jerawat dapat muncul di mana saja, seperti pada wajah, leher, dada, punggung, dan bahu. Hal itu karena kulit di daerah-daerah tersebut memiliki kelenjar minyak paling banyak yang merupakan faktor pendukung utama munculnya jerawat.

Terdapat beberapa jenis jerawat, yaitu:

  • Komedo hitam
  • Komedo putih
  • Papula
  • Pustula (jerawat bernanah)

Kendati jerawat terkait erat dengan masa pubertas, namun tidak hanya remaja yang dapat berjerawat. Berdasarkan penelitian medis, kaum wanita pun kerap mengalami jerawat di usia 30-an, 40-an, 50-an, dan bahkan mungkin pada usia seterusnya. Pada kasus yang jarang terjadi, bayi yang baru lahir pun bisa berjerawat.

Penyebab Jerawat Sudah Tahu, Lalu Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat?

Jerawat terkadang bisa menyebabkan atau meninggalkan noda bintik-bintik, kulit menjadi berminyak, dan kulit terasa sakit atau panas.

Pengobatan jerawat sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya, apakah ada peradangan atau ada bakteri. Sebagian jerawat biasanya hanya terdiri dari benjolan merah pada kulit tanpa adanya luka. Krim topikal atau losion antijerawat bekerja dengan baik untuk mengobati jerawat jenis ini.

Namun, jika jerawat Anda diakibatkan oleh infeksi bakteri atau pembengkakan dengan luka terbuka, maka dibutuhkan obat antibiotik oral atau isotretinoin yang mampu bekerja lebih baik untuk mengatasi jerawat jenis tersebut.

Jika Anda memiliki jerawat yang membandel, sangat disarankan untuk menjalani suatu perawatan medis. Beberapa jenis obat yang umumnya digunakan dokter untuk mengobati jerawat adalah:

  • Benzoil peroksida, seperti Brevoxyl atau Triaz.
  • Asam salisilat, seperti Propa pH atau Stridex.
  • Antibiotik topikal dan oral, seperti klindamisin, doksisiklin, eritromisin, dan tetrasiklin.
  • Obat retinoid topical, seperti tretinoin (Retin-A), adapalene (Differin), dan tazarotene (Tazorac).
  • Asam Azelaic, seperti Azelex, krim topical.
  • Penghambat androgen, seperti spironolakton. Penangkal atau penghambat androgen dapat dimanfaatkan untuk mengobati jerawat. obat-obatan ini berfungsi mengurangi produksi sebum atau minyak yang dihasilkan pada pori-pori Anda.

Menghilangkan Jerawat dengan Efektif dengan Bahan-bahan Alami

Selain menggunakan obat-obatan, ada pula beberapa cara lain untuk meredakan jerawat secara alami, seperti:

  • Irisan mentimun

Tidak hanya digunakan sebagai masker mata, mentimun juga dapat membantu mengurangi pembengkakan jerawat. Warna merah dan peradangan yang diakibatkan oleh jerawat, dapat diringankan dengan mentimun. Hal itu karena mentimun mampu mendinginkan kulit.

  • Gunakan bawang putih

Bawang putih mengandung antiseptik dan antibakteri yang dapat membantu meredakan jerawat. Bawang putih juga mengandung allicin yang merupakan senyawa antibakteri. Penggunaan bawang putih untuk mengatasi jerawat bisa dilakukan dengan menumbuknya hingga halus dan dicampurkan sedikit air. Oleskan pada bagian kulit yang muncul jerawat. Diamkan selama lima menit, lalu bilas dengan air hingga bersih.

  • Gunakan es batu

Anda dapat memanfaatkan es batu untuk mengurangi peradangan pada jerawat. Caranya dengan membungkus es batu dengan kain bersih dan menempelkannya pada jerawat selama satu menit. Hal ini mampu mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada jerawat Anda.

  • Putih telur

Putih telur mengandung protein dan vitamin yang dapat membantu mengencangkan kulit dan mengontrol minyak pada kulit Anda. Selain itu, putih telur juga dapat membantu mengatasi pori-pori yang tersumbat dan mengurangi peradangan.

Cara meredakan jerawat secara alami dengan putih telur sangat mudah, yaitu cukup dengan mengolesi putih telur pada area yang berjerawat dan tunggu selama 10 menit. Setelah itu, bilas dengan air hingga bersih.

  • Gunakan minyak pohon teh

Gel yang mengandung 5 persen minyak pohon teh mungkin sama efektifnya dengan losion yang mengandung 5 persen benzoyl peroksida, meskipun minyak pohon teh mungkin berefek lebih lambat dalam mengatasi jerawat Anda.

  • Ekstrak teh hijau dan lidah buaya

Losion yang mengandung 2 persen ektrak teh hijau dapat membantu mengurangi jerawat. Sama halnya dengan 50 persen gel lidah buaya yang dikombinasikan dengan obat jerawat konvensional, seperti tretinoin, dapat meredakan jerawat.

  • Madu dan kayu manis

Madu dikenal sebagai hasil alam yang mujarab mengatasi berbagai penyakit. Salah satunya bisa meredakan beberapa masalah pada kulit Anda, seperti bisul dan luka bakar. Madu murni yang belum diolah memiliki manfaat obat, seperti madu manuka yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati jerawat.

Selain madu, kayu manis juga bisa mengobati jerawat. Kayu manis memiliki potensi antimikroba, antiparasit, dan antioksidan.

Kedua bahan ini bisa dijadikan sebagai masker untuk wajah Anda yang berjerawat. Caranya, cukup campurkan tiga sendok makan madu manuka dengan satu sendok makan kayu manis. Campurkan kedua bahan tersebut dan hangatkan di dalam microwave selama 30 detik.

Selanjutnya, masker bisa Anda oleskan pada wajah atau dalam hal ini pada area kulit yang berjerawat. Tidak perlu terlalu lama, cukup didiamkan saja selama 10 menit. Kemudian bilas dengan air dan keringkan wajah Anda dengan handuk bersih.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah untuk Mencegah Jerawat?

Beberapa tips bermanfaat yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Lebih baik jangan memencet jerawat karena justru dapat menjadikan jerawat lebih buruk dan berisiko menyebabkan luka permanen.
  • Cobalah untuk mencuci atau membersihkan area berjerawat menggunakan sabun wajah khusus dan air hangat. Karena air yang sangat panas atau dingin dapat membuat jerawat makin parah.
  • Jangan mencuci area kulit yang terkena jerawat lebih dari dua kali dalam sehari. Terlalu sering mencuci area yang berjerawat dapat mengiritasi kulit dan memperburuk gejala-gejala yang sudah terjadi.
  • Hindari penggunaan make up dan kosmetik terlalu banyak. Gunakan produk kecantikan yang berbasis air atau produk non-komedogenik karena produk tersebut cenderung lebih sedikit menyumbat pori-pori. Lebih jauh lagi, jangan lupa untuk membersihkan make up atau riasan sebelum tidur.

Jerawat pada masa pubertas adalah bagian dari siklus alami tubuh, tapi selain itu ada juga yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Apa pun penyebab jerawat yang ada, jangan dianggap sepele.

Waspada jika jerawat yang muncul terasa makin mengganggu dan bertambah parah. Jika tidak ditangani, pada akhirnya akan berisiko meninggalkan bekas jerawat yang tentunya harus dihindari. Sebagai pencegahan pertama, selalu jaga kebersihan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: