Cegah Keringat Berlebihan Mengganggu Kepercayaan Diri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Keringat berlebihan tidak hanya membuat seseorang menjadi kurang percaya diri, tapi nyatanya juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius yang diderita.

Saat sedang berolahraga, merasa cemas, dilanda stres atau, mengalami demam, tubuh biasanya mengeluarkan keringat. Ini merupakan hal yang normal sebab saat tubuh mengalami kenaikan suhu, kelenjar keringat akan memproduksi cairan dengan sendirinya. Tujuannya, menurunkan suhu tubuh kembali usai tubuh bekerja lebih keras.

Meskipun tubuh berkeringat merupakan hal yang normal, namun kemunculannya juga patut diwaspadai. Dikenal juga dengan sebutan hiperhidrosis, kondis ini bisa menjadi pertanda bahwa seseorang sedang menderita penyakit tertentu.

Apa Tanda-tanda Seseorang Mengalami Keringat Berlebihan?

Untuk mengetahui seperti apa keringat berlebihan, berikut beberapa pertanda yang bisa menjadi sinyal bahwa tubuh memproduksi keringat secara berlebih.

  • Enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain akibat tubuh sering berkeringat.
  • Menghindari kegiatan yang mampu merangsang produksi kelenjar keringat, seperti menari atau berolahraga, sebab adanya perasaan khawatir terhadap produksi keringat yang berlebih saat melakukan aktivitas tersebut.
  • Cenderung menghindari kontak fisik, seperti berjabat tangan, akibat tangan yang selalu berkeringat.
  • Sulit untuk menulis dengan baik karena keringat pada telapak tangan membuat alat tulis atau pulpen yang dipegang mudah tergelincir karena licin.
  • Pakaian yang dikenakan cepat sekali basah akibat keringat. Hal ini membuatmu sering berganti-ganti pakaian.
  • Selain kerap mengganti baju, seseorang yang mengalami keringat berlebihan juga menjadi lebih sering meluangkan waktu untuk mandi untuk mengatasi ketidaknyamanan dan bau badan tidak sedap.

Membedakan Jenis-jenis Keringat Berlebihan Berdasarkan Penyebabnya

Keringat berlebihan yang muncul bisa disebabkan oleh berbagai hal. Untuk mengetahui penyebabnya, berikut penjelasan berdasarkan jenis-jenisnya.

  • Hiperhidrosis fokal primer

Hiperhidrosis fokal primer ditandai dengan munculnya keringat berlebih pada bagian kaki, tangan, ketiak, wajah, dan kepala. Hiperhidrosis jenis ini diperkirakan terjadi karena gangguan pada sistem saraf seseorang dan mungkin juga diturunkan secara genetik. Diperkirakan terdapat 30-50 persen orang yang mengalami hiperhidrosis fokal primer yang dikarenakan oleh faktor keturunan.

Jika salah seorang anggota keluarga ada yang mengalami hiperhidrosis fokal primer, maka kemungkinan untuk terjadinya hiperhidrosis fokal primer pada anggota keluarga lainnya bisa saja terjadi. Penderita akan mengalami keringat berlebihan dengan pola yang simetris, misalnya pada kedua telapak tangan.

Bagian tubuh yang mungkin mengalami hiperhidrosis fokal primer meliputi bagian ketiak, tangan, selangkangan, kepala, wajah, dan kaki. Jika kondisi ini terjadi, penderita tidak perlu merasa khawatir. Umumnya, jenis ini bukan disebabkan oleh adanya penyakit tertentu.

  • Hiperhidrosis sekunder

Hiperhidrosis sekunder terjadi karena adanya gangguan kesehatan yang dialami seseorang. Kondisi kesehatan yang mungkin menyebabkannya adalah diabetes, gangguan kecemasan, HIV, hipertiroid, leukimia, malaria, gastritis, kelebihan berat badan, tuberkulosis (TBC), menopause, Parkinson, radang sendi, gagal jantung, limfoma, kecanduan minuman keras, stroke, dan beberapa efek samping dari obat-obatan tertentu.

Periksakan Diri kepada Dokter jika Keringat Berlebihan Disertai Kondisi Ini

Pada sebagian kasus, kondisi ini tidak perlu menjadi sesuatu yang harus dirisaukan. Meski begitu, bukan berarti pula kamu bisa menyepelekannya. Pada beberapa kondisi tertentu, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami kondisi-kondisi seperti ini.

  • Biasa mengalaminya saat sedang tidur. Kasur ataupun bantal menjadi basah oleh keringat.
  • Kemunculannya disertai gejala-gejala lain, seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, dan adanya peningkatan denyut jantung (palpitasi jantung).
  • Berkeringat disertai dengan nyeri dada. Dada terasa seperti tertekan.
  • Berlangsung secara berkepanjangan tanpa adanya alasan yang jelas.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Keringat Berlebihan?

Seseorang yang mengalaminya keringat berlebihan perlu memeriksakan diri kepada dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan, seperti:

  • Gunakan antiperspirant

Untuk mengendalikan, cobalah gunakan antiperspirant yang mengandung 10-20 persen aluminium klorida heksahidrat. Pada tingkatan yang lebih parah, dokter bisa meresepkan obat dengan kandungan aluminium klorida hesahidrat pada dosis yang lebih tinggi.

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat-obatan aluminium klorida heksahidrat membutuhkan pengawasan ketat dari dokter karena terdapat risiko terjadinya iritasi kulit.

  • Suntik botox

Suntik botox biasanya dilakukan untuk mengatasi keringat berlebihan pada ketiak. Pengobatan ini dilakukan dengan cara menyuntik bagian ketiak dengan suntikan botox agar aktivitas saraf yang memicu timbulnya keringat secara berlebihan dapat dihentikan.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu yang dapat mengurangi rangsangan kelenjar keringat yang berlebihan mungkin akan diresepkan oleh dokter.

  • Iontophoresis

Iontophoresis merupakan terapi yang dilakukan dengan memberikan rangsangan listrik bertegangan rendah untuk mematikan kelenjar keringat. Terapi ini dilakukan dengan meletakkan tangan atau kaki yang berkeringat ke dalam air. Setelah itu, rangsangan berupa arus listrik tegangan rendah akan diberikan.  Saat melakukan terapi ini, kaki atau tangan akan terasa kesemutan.

  • Pembedahan

Prosedur pembedahan mungkin menjadi cara terakhir untuk mengatasi keringat berlebihan. Dalam hal ini, pembedahan akan dilakukan dengan memotong saraf yang menjadi pemicu.

Bagi kamu yang mengalami keringat berlebihan, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Apalagi jika kondisi ini telah mengganggu aktivitas di keseharianmu dan menyebabkan terjadinya depresi akibat malu dengan kondisi ini.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: