Memahami Fakta Memutihkan Kulit Selayaknya Pakar Medis

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Memutihkan kulit selama ini seakan-akan dipenuhi oleh teka-teki yang membingungkan. Apakah penggunaan obat-obatan bisa memberikan dampak yang signifikan untuk mendapatkan warna kulit yang lebih cerah? Apa yang aman untuk dilakukan dan apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan?

Kamu perlu tahu, hanya karena suatu produk kecantikan kulit dibuat oleh perusahaan kosmetik terkemuka atau label produk mereka menyatakan aman, bukan berarti dijamin tidak berbahaya karena pada nyatanya kondisi kulit tiap orang berbeda-beda.

Tindakan yang tepat dalam menyikapi hal ini adalah dengan pertama-tama memahami informasi mendasar tentang obat-obatan untuk memutihkan kulit, mengetahui kandungan bahan-bahan yang disarankan, dan bagaimana langkah-langkah pendukung yang bisa bermanfaat untukmu.

Informasi Mendasar tentang Memutihkan Kulit dengan Obat-obatan

Berikut adalah fakta-fakta yang bisa bermanfaat untukmu perihal pemakaian produk kecantikan untuk memutihkan kulit.

Pada mulanya, obat-obatan pemutih kulit diresepkan untuk mengatasi gejala gangguan kulit

Terdapat berbagai penyakit kulit yang mengakibatkan warna kulit menggelap pada area yang terdampak atau tidak meratanya warna kulit. Kondisi-kondisi semacam ini pada akhirnya akan mengganggu kepercayaan diri pasien.

Dalam hal ini, dokter kulit akan meresepkan obat-obatan pemutih kulit untuk menangani gejala-gejala penyakit kulit yang dialami, misalnya kemunculan noda cokelat pada wajah akibat melasma dan bercak-bercak gelap pada tubuh akibat hiperpigmentasi.

Obat-obatan ini kemudian diproduksi secara massal dengan sebagiannya bisa diperoleh secara bebas di apotek dan sebagian lain membutuhkan resep dokter sebagaimana kandungannya yang berisiko menimbulkan komplikasi tertentu jika digunakan melebihi dosis aman.

Pada perkembangannya, obat-obatan topikal (oles) turut bermanfaat meredakan tampilan bekas luka, keriput, tanda lahir, bercak-bercak penuaan, dan tahi lalat yang tidak diinginkan secara aman dengan dosis yang disesuaikan kondisi masing-masing pasien.

Sasaran utama dari obat pemutih kulit adalah mengurangi produksi pigmen melanin

Makin gelap kulit kulit seseorang, berarti makin tinggi kandungan pigmen melanin pada area kulit tersebut. Efek yang diharapkan dari penggunaan obat-obatan pemutih kulit adalah menghambat produksi melanin sehingga menjadikan kulit terlihat lebih cerah secara merata.

Sebagian produk krim pemutih kulit juga bisa memberikan efek pengelupasan kulit menyerupai keunggulan dari prosedur perawatan kulit chemical peeling. Pengelupasan kulit bisa membantu menyingkirkan sel-sel kulit yang mati dan menampilkan lapisan kulit baru yang lebih cerah dan segar.

Obat-obatan pemutih kulit tetap menyimpan risiko efek samping yang berbahaya

Pada umumnya, obat atau krim pemutih kulit mengandung tiga bahan pendukung utama, yaitu hidrokinon, asam kojic, dan merkuri. Sebagian negara yang khawatir dengan efek samping bahan-bahan tersebut telah melarangnya dan sebagian lain memperbolehkan selama diperoleh melalui resep dokter.

Saran terbaik, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kulit mengenai kuantitas kandungan bahan-bahan pendukung pada tingkatan yang aman agar terhindar dari dampak karsinogen yang dapat memicu terjadinya kanker kulit.

Pahami konsekuensi dari menggunakan produk pemutih kulit

Ketahuilah bahwa penggunaan krim pemutih kulit melebihi 2-3 bulan justru dapat berakibat buruk. Efek ini diperparah dengan ketidakpedulian konsumen terhadap kandungan bahan-bahan pendukung pada produk yang digunakan. Yang terpenting bagi mereka adalah kulit yang memutih tanpa peduli dengan risiko efek sampingnya.

Penggunaan berlebihan seperti demikian dapat menimbulkan efek-efek tertentu, seperti penggelapan disertai tidak meratanya warna kulit pada sela-sela jari dan telinga, menggelapnya warna kulit permanen akibat okronosis eksogen, dan penipisan kulit pada area mata yang disertai dengan warnanya yang menghitam.

Informasi mendasar di atas diibaratkan sebagai pertahananmu agar terhindar dari dampak-dampak buruk akibat kecerobohan menggunakan produk memutihkan kulit dengan tidak aman. Selanjutnya kita akan beralih kepada pembahasan kuantitas dan kualitas bahan-bahan pendukung produk memutihkan kulit yang direkomendasikan.

Memutihkan Kulit dengan Hidrokinon, Asam Kojic, dan Merkuri

Terdapat tiga bahan pendukung utama yang umumnya terkandung di dalam obat pemutih kulit, yaitu hidrokinon, asam kojic, dan merkuri. Ketiga bahan tersebut bisa berfungsi secara mandiri maupun terkadang dikombinasikan di dalam suatu produk.

Terlepas dari itu, ketiganya berfungsi memutihkan kulit dengan hasil yang terbukti dapat bersifat permanen selama seseorang tetap mencegah dirinya terpapar radiasi sinar matahari secara berlebihan dalam jangka waktu lama tanpa dilindungi losion tabir surya.

Hidrokinon

Secara medis, penggunaan obat pemutih kulit yang mengandung hidrokinon membutuhkan resep dari dokter, terutama dengan kandungan di atas 2 persen. Di bawah kadar itu, obat pemutih dengan hidrokinon dapat dibeli secara bebas.

Krim pemutih kulit dengan hidrokinon bertujuan menghentikan produksi melanin dan mencegah terbentuknya pigmen. Cocok diaplikasikan pada seseorang yang secara alami berkulit cukup cerah untuk meratakan warna kulit akibat bercak-bercak penuaan dan bekas jerawat.

Sayangnya, hidrokinon tidak disarankan bagi kamu yang berkulit gelap. Selain itu, penggunaannya perlu diperhatikan sebagaimana pemakaian berlebihan dalam jangka waktu melebihi 2-3 bulan bisa berakibat alergi atau hiperpigmentasi. Saran terbaik, istirahatkan kulit sebulan dari hidrokinon sebelum menggunakannya kembali secara rutin.

Untuk mengantisipasi efek yang mengganggu, aplikasikan krim pemutih kulit dengan hidrokinon hanya di malam hari. Tidak masalah mendiamkannya sepanjang tidur, asalkan jangan lupa membilasnya hingga bersih saat mandi pagi.

Asam kojic

Sebagian orang menilai  bahwa obat-obatan topikal pemutih kulit dengan asam kojic lebih aman dibandingkan dengan hidrokinon. Selain itu, tidak masalah untuk digunakan oleh seseorang yang berkulit gelap.

Tidak perlu khawatir jika ingin memakainya di siang hari sebagaimana efeknya tetap kuat saat terpapar udara dan sinar matahari secara langsung di luar ruangan.

Meski tingkatan efektivitasnya masih di bawah hidrokinon, asam kojic adalah bahan pendukung yang bersifat alami sehingga tidak perlu cemas jika ingin menggunakannya secara rutin selama lebih dari dua bulan berturut-turut.

Merkuri

Hasil memutihkan kulit dengan merkuri memang menjanjikan, tapi nyatanya faktor risiko kesehatan kulit akibat penggunaannya lebih tinggi sehingga dikatakan bahwa berapa pun kadar merkuri yang terkandung di dalam obat-obatan pemutih kulit adalah berbahaya.

Penggunaan bahan pendukung ini telah dilarang sejak tahun 2011 di Eropa dan sebagian besar negara-negara di benua Afrika. Di sebagian negara Asia, termasuk Filipina dan Indonesia, penambahan merkuri di dalam produk perawatan kulit telah dibatasi.

Perhatikan daftar kandungan di label produk terhadap adanya merkuri atau nama-nama lainnya, seperti mercuric, mercurous, mercurio, dan calomel.

Lebih Waspada Menggunakan Obat-obatan untuk Memutihkan Kulit

Memutihkan kulit dengan obat-obatan sebaiknya dilakukan dengan penuh kewaspadaan sebagaimana terdapat risiko-risiko tertentu yang dapat berakibat buruk kepada kulit dan bahkan kesehatan secara umum. Bagaimana tindakan yang sebaiknya kita lakukan?

  • Hindari produk yang mengandung merkuri, berapa pun kadarnya.
  • Pastikan kandungan hidrokinon tidak melebihi 2 persen jika kamu memilih produk yang dijual secara bebas. Jika kadar hidrokinon tidak tertera pada label produk, maka lebih baik untuk memilih produk lain yang lebih terpercaya.
  • Selalu pertimbangkan untuk berkonsultasi kepada dokter kulit atau ahli farmasi untuk mendapatkan saran dan cara memakai obat-obatan pemutih kulit dengan benar.

Sebagai alternatif yang dianjurkan secara medis, kamu bisa mencoba menjalani prosedur perawatan kecantikan di klinik kesehatan kulit untuk memutihkan kulit maupun meratakan warna kulit. Kamu bisa mendapatkan pelayanan perawatan:

Pastikan kamu mendapatkan pelayanan perawatan kulit hanya di klinik resmi yang didukung oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi untuk menghindari diri mengalami malapraktik dan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Mendukung Upaya Memutihkan Kulit dengan 11 Makanan Bergizi

Memiliki kulit yang putih dan sehat tidak hanya dilakukan dari luar dirimu, tapi nyatanya perlu didukung dari dalam diri melalui kebiasaan mengonsumsi jenis-jenis makanan yang bergizi juga. Diet yang sehat diharapkan dapat memberi asupan berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin A, omega 9, antioksidan, dan sebagainya.

Setidaknya terdapat 11 jenis makanan yang kamu bisa jadikan sebagai tambahan porsi makanan utama atau camilan untuk mendukung kulit yang putih dengan menjadikannya terlihat lebih cerah, kenyal, serta terlihat bersih dan sehat.

  • Mangga, untuk menjaga elastisitas kulit dan membantu proses peremajaan kulit.
  • Alpukat, untuk meregenerasi kulit sekaligus meredakan ruam dan iritasi.
  • Jus lemon, untuk membersihkan tubuh dari racun dan menghidrasi kulit.
  • Bluberi, untuk membersihkan tubuh dari racun dan melindungi kulit dari efek penuaan dini.
  • Kuning telur, untuk menyeimbangkan hormon.
  • Kacang almond, untuk mendukung proses regenerasi sel-sel kulit sehingga melindunginya dari kerusakan sel.
  • Bayam, untuk mencerahkan kulit, meredakan tampilan keriput, serta memperbaiki susunan DNA.
  • Mentimun, untuk membantu rehidrasi kulit dan menjadikannya terlihat segar.
  • Biji chia, untuk mendukung proses regenerasi kulit dan menghambat proses penuaan.
  • Minyak ikan salmon, untuk mencegah iritasi penyebab jerawat dan meredakan inflamasi.
  • Minyak kelapa, untuk meratakan warna kulit, menjadikan kulit lebih kenyal, dan mendukung proses regenerasi kulit.

Sebagai upaya pendukung memutihkan kulit dengan menjadikannya lebih sehat dari dalam, upayakan untuk mengonsumsi sekitar 1,5 liter air putih sehari. Cara ini dapat mengatasi tampilanmu yang terlihat lelah berlebihan akibat kulit kusam.

Selain itu, cobalah untuk mulai mengurangi konsumsi makanan fast food, gula rafinasi, dan minuman beralkohol dari sekarang. Semoga berhasil, yaa!

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: