Yuk, Cari Tahu soal Chemical Peeling di Sini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beragam salon kecantikan atau tempat perawatan wajah kerap menyediakan pelayanan chemical peeling yang dapat mengatasi masalah kulitmu, seperti jerawat, komedo, tanda-tanda penuaan, dan lainnya. Namun, tahukah kamu apa manfaat chemical peeling yang sebenarnya?

Kulit adalah organ terbesar pada tubuh yang memiliki banyak manfaat, di antaranya melindungi kita dari mikroba dan unsur-unsurnya; membantu mengatur suhu tubuh; serta memungkinkan adanya sensasi sentuhan rasa panas dan dingin.

Manfaat Chemical Peeling dan Jenis-jenisnya

Masalah kulit adalah masalah yang amat umum terjadi pada sebagian besar orang, terutama wanita. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang kerap menempuh beragam cara untuk merawat kulit, salah satunya dengan chemical peeling. Jangan heran jika mereka terlihat rela mengantre di tempat perawatan kecantikan hingga berjam-jam demi bisa mendapatkan kulit yang diidam-idamkan.

Chemical peeling juga dikenal dengan sebutan pengelupasan (chemexfoliation) atau derma peeling. Dalam perawatan ini, larutan kimia akan dioleskan pada area kulit yang diinginkan. Larutan kimia ini akan menjadikan kulit melepuh dan akhirnya terkelupas sehingga memungkinkan lapisan kulit baru di bawahnya untuk muncul. Lapisan kulit baru ini terasa lebih halus dan lebih kencang dibandingkan lapisan kulit lamamu.

Beberapa bahan kimia yang sering digunakan untuk larutan pengelupasan adalah:

  • Asam beta-hidroksi (asam salisilat)
  • Asam alfa-hidroksi (asam laktat dan asam glikolat)
  • Retinoid (tretinoin yang dilarutkan di dalam propilen glikol)
  • Fenol (asam karbol)
  • Asam trikloroasetat

Sebagian klinik menggunakan larutan Jessner, kombinasi resorsinol (14 gram), asam salisilat (14 gram), dan asam laktat (85%) di dalam etanol (95%) sebagai zat pengelupas yang sangat baik juga.

Prosedur ini bertujuan memperbaiki struktur penampilan dan warna kulit wajahmu secara keseluruhan. Adapun beberapa manfaat yang ditawarkan dari chemical peeling, antara lain:

Chemical peeling terbagi menjadi tiga jenis dengan masing-masing jenisnya memiliki kegunaan yang berbeda-beda, di antaranya:

Chemical peeling ringan (superfisial)

Pada jenis ini, sel kulit diangkat dari lapisan yang paling atas atau yang dikenal dengan jaringan epidermis. Larutan chemical peeling akan diolesi pada kulitmu selama beberapa menit sehingga membuat kulit terasa kencang selama beberapa menit. Jika kamu memilih chemical peeling jenis ini, kamu harus melakukannya secara rutin untuk mempertahankan efek yang dihasilkan.

Chemical peeling medium

Pada jenis ini, sel kulit akan diangkat dari lapisan kulit bagian atas dan tengah. Ada sensasi terbakar atau menyengat yang dirasakan oleh kulitmu ketika dioleskan larutan chemical peeling medium. Kulit bisa berubah warna menjadi cokelat atau merah selama beberapa hari setelah menjalani chemical peeling.

Dalam perawatan chemical peeling jenis ini, dibutuhkan waktu hingga enam minggu agar kulit kembali normal. Kamu harus menjalani perawatan ini secara rutin, disarankan tiap 6-12 bulan sekali untuk menjaga manfaatnya.

Chemical peeling dalam

Pada jenis ini, sel kulit diangkat dari lapisan kulit yang terdalam. Saat melakukan perawatan ini, dokter kecantikan mungkin akan memberi anestesi lokal dan obat penenang. Perawatan jenis ini akan menimbulkan rasa dingin seiring terjadinya proses pengelupasan kulit.

Saat melakukan perawatan ini, tekanan jantung dan darahmu perlu dipantau karena bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan efek berbahaya pada jantung dan ginjal.

Perhatikan pula bahwa perawatan ini tidak cocok bagi kamu yang memiliki warna kulit yang gelap. Waspadai, jenis chemical peeling dalam dapat menimbulkan pembengkakan yang bisa bertahan hingga dua minggu dan kulit menjadi kemerahan hingga tiga bulan.

Meski begitu, perawatan ini hanya dilakukan satu kali untuk mendapatkan efek atau manfaatnya, jadi tidak perlu melakukan perawatan ulang seperti dua jenis perawatan lainnya.

Perhatikan Hal-Hal Ini sebelum Menjalani Prosedur Chemical Peeling

Sebelum melakukan perawatan ini, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan pastikan, misalnya apakah dokter spesialis atau tenaga kesehatan yang melakukan perawatan ini bersertifikat atau tidak, berapa banyak orang yang telah berhasil melakukan perawatan kulit ini, hal-hal apa saja yang kamu harus lakukan sebelum/setelah melakukan perawatan, dan apa efek sampingnya.

Umumnya, prosedur chemical peeling dapat dijalani oleh siapa saja. Akan tetapi, perawatan ini lebih cocok dilakukan kepadamu yang memiliki kulit rusak akibat radiasi sinar matahari, pigmentasi yang tidak merata, dan kerastosis aktinik.

Kamu yang berkulit terang dan memiliki rambut terang juga cocok untuk melakukan perawatan ini. Namun, jika kamu memiliki kulit berwarna gelap, berhati-hatilah dalam melakukan chemical peeling karena ada kemungkinan besar bahwa pigmentasi kulit yang baru akan jauh berbeda dengan warna kulit di area sekitarnya.

Kendati bermanfaat dalam meningkatkan kecantikan kulit, chemical peeling juga menimbulkan beberapa risiko atau efek samping, lho. Beberapa risiko yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Kulit menjadi kering atau berwarna gelap secara permanen.
  • Munculnya jaringan parut atau infeksi.
  • Reaktivasi infeksi herpes simpleks.
  • Perbedaan warna yang kontras antara kulit lama dengan kulit yang baru setelah menjalani perawatan.

Kulitmu akan menjadi sangat sensitif setelah menjalani perawatan ini. Oleh karena itu, penting bagimu untuk menghindari sinar matahari selama dan setelah proses penyembuhan. Jika setelah melakukan perawatan ini terjadi perubahan pada kulit di luar hal yang telah disebutkan, kamu disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: