Melasma

Melasma adalah gangguan kulit yang berupa kemunculan bercak-bercak cokelat atau abu-abu pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari secara langsung, terutama di dahi, pipi, leher, dan lengan. Selain itu, bisa terjadi pada permukaan lidah bagian atas juga.

Gangguan kulit yang diakibatkan oleh produksi pigmen kulit berlebihan ini bisa menimpa pria maupun wanita, meski risiko wanita lebih tinggi mengalaminya dibandingkan pria.

Apa Gejala-gejala Melasma?

Gejala awal terjadinya melasma adalah perubahan warna di kulit. Kulit yang terjangkit umumnya berubah menjadi lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya.

Biasanya, perubahan warna ini muncul secara simetris di kedua bagian tubuh, misalnya di sisi kiri wajah dan kanan wajah atau di sisi kanan tangan dan kiri tangan. Makin parah dan makin lama, gejala yang muncul pun akan makin terasa.

Apa Penyebab Melasma?

Secara umum, penyebab melasma adalah pigmentasi yang terjadi di kulit akibat produksi melanin secara berlebihan. Meski begitu, alasan terjadinya pigmentasi ini belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Sebagian kasus melasma dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah seorang anggota keluarga pernah mengalami melasma, maka seseorang lebih berisiko mengalaminya juga.

Selain itu, wanita berusia antara 20-40 tahun adalah kelompok yang paling berisiko mengalaminya, terlepas adanya risiko bahwa gejala-gejala terkait bisa muncul sejak anak-anak sampai remaja. Kehamilan juga bisa menjadikan kadar hormon meningkat secara berlebihan dan tidak teratur sehingga meningkatkan risiko.

Ada beberapa faktor yang bisa memperparah melasma, antara lain:

  • Seseorang yang berkulit gelap
  • Suhu yang tinggi
  • Jenis kosmetik tertentu
  • Peradangan di dalam kulit
  • Kekeringan parah pada kulit
  • Peningkatan hormon pada wanita

Bagaimana Cara Mengatasi Melasma?

Pada dasarnya melasma adalah gangguan kesehatan kulit yang tidak berbahaya, namun sebagian besar pengidap memilih untuk menanganinya sebagaimana kondisi ini bisa terasa mengganggu dan merusak kepercayaan diri, terutama jika muncul di area wajah.

Pengobatan terkait akan membutuhkan waktu yang relatif panjang, bahkan bisa bertahun-tahun. Namun pada kasus tertentu bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus, terutama jika terpicu kehamilan atau obat kontrasepsi.

Secara umum, ada dua jenis pengobatan untuk mengatasi melasma, yaitu:

  • Pengobatan oral

Jika kondisi pasien tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan memberikan tranexamic acid dan glutathione. Pada beberapa kasus, kedua obat ini cukup efektif untuk mengatasi kemunculan bercak-bercak gelap karena melasma.

Namun, efektivitas untuk bisa menghilangkannya masih terus dikaji sampai saat ini di samping penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping serius. 

  • Pengobatan topikal

Berdasarkan penelitian medis, kombinasi antara hydroquinone, tretinoin, dan obat steroid topikal terbukti efektif mengobati melasma dengan presentasi keberhasilan mencapai 80 persen.

Hydroquinone mampu menyamarkan bercak-bercak berwarna gelap, sedangkan tretinoin (retinoid) dapat menghasilkan vitamin A untuk menyehatkan kulit. Sementara itu, obat steroid topikal berfungsi mengendalikan peradangan yang menyebabkan masalah kulit. 

  • Terapi perawatan kulit

Terapi perawatan kulit seperti chemical peeling, dermabrasi, dan mikrodermabrasi bisa juga dimanfaatkan untuk menangani melasma.

Pada prosedur chemical peeling, dokter akan mengoleskan bahan kimia tertentu pada wajah untuk menghindari dampak yang makin parah.

Berbeda dengan dermabrasi dan mikrodermabrasi, dokter kulit atau ahli estetika akan berupaya membuang lapisan kulit terluar. Selanjutnya, lapisan kulit yang baru akan muncul dan menyamarkan tampilan melasma.

Harus diingat bahwa pengobatan-pengobatan di atas tidak menjamin penyembuhan sepenuhnya. Oleh karena itu, pengobatan ini harus dilakukan secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Dokter akan menyesuaikan jenis pengobatan yang dilakukan dengan kondisi pasien dan perkembangan melasma dari waktu ke waktu.

Bagaimana Cara Mencegah Melasma?

Tidak ada cara spesifik untuk mencegah melasma. Disarankan bagi seseorang yang berisiko tinggi mengalaminya untuk menghindari kontak langsung dengan sinar matahari. Jika masalah kulit ini sudah terjadi dan sulit dihilangkan, cobalah lakukan beberapa cara di bawah ini untuk menyamarkannya.

  • Menutupi area kulit yang terjangkit dengan make up.
  • Menggunakan tabir surya dengan SPF 30.
  • Menggunakan topi atau pakaian yang bisa menutupi kulit yang bermasalah.

Terlepas dari banyaknya pilihan untuk menyamarkannya, cara terbaik untuk mencegah melasma adalah dengan melakukan penanganan secepatnya jika gejala-gejala terkait sudah muncul.

Jangan segan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kulit atau ahli estetika jika mengalami melasma, apalagi jika kondisinya tak kunjung membaik. Makin cepat ditangani, maka makin besar peluang kesembuhan.

Suntik Putih Glutathione: Fakta-fakta untuk Dipertimbangkan

Suntik putih glutathione adalah prosedur perawatan kecantikan kulit yang pada dasarnya bertujuan menjadikan warna kulit lebih cerah. Dengan kata lain, prosedur ini diterapkan pada seseorang yang ingin memutihkan kulit.

Bukan tanpa alasan, mungkin saja tren memutihkan kulit yang meningkat belakangan ini turut memegang andil pada meningkatnya permintaan perawatan kulit untuk menjadikannya lebih putih. Terlepas dari itu, nyatanya sebagian orang merasa bahwa berkulit lebih cerah akan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Bagi kamu yang berniat memutihkan kulit dengan suntik putih glutathione, tidak ada salahnya untuk memahami dahulu semua yang terkait dengan prosedur ini. Termasuk di dalamnya menelusuri pengertian dan risiko efek sampingnya.

Sebagai tambahan, kamu nanti juga bisa membandingkannya dengan metode-metode lain yang bisa memberikan efek serupa. Opsi ini khususnya bermanfaat juga bagi kamu yang tidak direkomendasikan menjalani suntik putih oleh dokter.

Bagaimana Sistem Kerja Suntik Putih Glutathione untuk Memutihkan Kulit?

Sesuai dengan namanya, metode ini dilakukan dengan menginjeksi zat glutathione secara langsung ke dalam kulit. Pada dasarnya, zat antioksidan ini dihasilkan oleh organ hati dan disebarkan ke seluruh sel tubuh untuk melawan radikal bebas yang bersifat merusak.

Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar secara rutin dengan porsi yang ideal adalah cara alami untuk menambah suplai antioksidan.

Metode suntik putih glutathione terinspirasi oleh fakta medis yang ada, namun kemudian diupayakan untuk mempercepat efek pemutihan dengan cara menyuntikkannya langsung ke dalam kulit. Diharapkan, efeknya akan menghambat produksi melanin sebagai penyebab menggelapnya kulit.

Bagaimana Hasil yang Didapatkan dari Suntik Putih Glutathione?

Berbicara tentang efektivitas suntik putih glutathione, peluang keberhasilan pada tiap pasien akan berbeda-beda. Hal ini bergantung kepada tingkat melanin pada kulit, kondisi kulit secara umum, dan termasuk bagaimana penanganan yang disediakan klinik.

Maka dari itu, kamu sangat disarankan untuk memilih klinik kesehatan kulit yang memiliki reputasi yang baik dan sudah berpengalaman menangani perawatan dengan prosedur ini. Jika sudah demikian, hasil yang didapatkan pun bisa lebih maksimal.

Bagaimana dengan Efek Samping Suntik Putih Glutathione?

Pada dasarnya, risiko efek samping bisa diminimalkan dengan menjalani prosedur ini hanya di klinik-klinik kesehatan kulit resmi. Risiko efek samping muncul jika kamu menjalaninya tanpa mendapatkan pengawasan langsung dari dokter kulit atau ahli estetika berlisensi.

Apa saja risiko efek samping yang bisa terjadi jika menjalani suntik putih glutathione secara tidak aman?

  • Gangguan kulit ringan, seperti ruam dan kemerahan pada kulit.
  • Sindrom Stevens-Johnson yang beberapa gejalanya meliputi kematian sel kulit epidermis sehingga terjadi pengelupasan permukaan kulit terluar.
  • Nekrolisis epidermal toksik yang menjadikan kulit melepuh dan terkelupas dengan komplikasi terjadinya sepsis, pneumonia, dan gagal organ.
  • Gangguan tiroid.
  • Sakit perut parah setelah rutin menjalani dosis dua kali seminggu.
  • Gangguan ginjal yang berujung kepada gagal ginjal.
  • Gangguan hati.

Bagaimana Menyikapi Prosedur Suntik Putih Glutathione dengan Bijaksana?

Bagi kamu yang ingin menjalani prosedur suntik putih glutathione, sangat disarankan untuk hanya melakukannya di klinik-klinik kesehatan kulit yang direkomendasikan. Maksudnya, pastikan bahwa klinik tersebut memiliki izin usaha legal dan didukung oleh dokter kulit berpengalaman atau ahli estetika bersertifikat.

Hal ini untuk memastikan bahwa perawatan yang kamu akan terima dilakukan dengan benar menggunakan perangkat dan obat-obatan yang telah melalui uji coba medis yang akurat dan aman untuk dikonsumsi.

Meski efek dan hasilnya akan bervariasi pada tiap orang, namun dengan begitu paling tidak kamu sudah bisa meminimalkan risiko terjadinya efek samping dan komplikasi yang merugikan.

Hati-hati, jika kamu memilih melakukan suntik putih glutathione atau prosedur-prosedur lainnya bukan oleh dokter kulit atau ahli estetika resmi sebagaimana nantinya risiko mengalami kegagalan prosedur kian terbuka lebar. Waspada, kamu bisa saja mengalami malapraktik, lho!

Hal ini juga termasuk menghindari tawaran suntik putih dari seseorang yang tidak memiliki kewenangan resmi. Hanya karena dia sudah sering melakukannya pada orang lain, tetap tidak menjadikan dirinya seorang ahli. Kebutuhan dan kecocokan tiap orang terhadap dosis obat akan berbeda-beda.

Adakah Rekomendasi Alternatif Suntik Putih Glutathione?

Bagi kamu yang ingin mengetahui prosedur alternatif agar bisa memiliki kulit yang lebih sehat sekaligus terlihat lebih putih, ada beberapa perawatan kulit yang aman dan efektif untuk diterapkan.

Seseorang dengan gangguan kesehatan kulit yang tidak memungkinkannya menjalani suntik putih glutathione, seperti hiperpigmentasi atau melasma, dapat memanfaatkan metode alternatif ini juga.

Chemical peeling

Chemical peeling dilakukan dengan mengoleskan cairan khusus untuk menimbulkan efek pengelupasan lapisan epidermis kulit. Permukaan kulit yang baru akan terlihat lebih putih dan segar.

Dermabrasi

Dermabrasi menggunakan alat dengan ujung menyerupai sikat yang kasar untuk mengikis lapisan epidermis kulit. Teksturnya kemudian menjadi lebih rata dan terlihat lebih cerah.

Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi diterapkan untuk menangani kulit yang terlihat menggelap akibat radiasi sinar matahari, bekas luka, stretch mark, dan kelainan pigmentasi. Dengan menebarkan partikel-partikel intan pada kulit, lapisan epidermis yang rusak akan terkelupas dan tergantikan oleh lapisan baru yang lebih sehat.

Microneedling dengan glutathione

Perawatan kesehatan kulit ini dapat mengatasi bercak-bercak kusam pada kulit dan dapat dimanfaatkan untuk meratakan warna kulit. Caranya, larutan glutathione dioleskan pada kulit yang sebelumnya telah diaplikasikan dengan derma roller.

Terapi sinar laser

Terapi sinar laser memanfaatkan energi laser yang difokuskan secara khusus untuk disesuaikan kepada kebutuhan perawatan kulit wajah yang diinginkan pasien.

Laser resurfacing

Laser resurfacing khusus diterapkan untuk membersihkan noda-noda dan bekas jerawat sehingga menjadikan kulit lebih cerah. Sistem kerjanya menggunakan perangkat berteknologi laser yang terbukti aman bagi kesehatan kulit wajah.

Beberapa prosedur di atas adalah anjuran sebagaimana apa pun kondisi yang kamu alami sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kulit atau ahli estetika untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat.

Terakhir, apa pun pilihan yang kamu utamakan untuk memutihkan kulit, cari tahu terlebih dahulu bagaimana penerapannya dan sertai dengan konsultasi kepada ahli kesehatan terkait. Dengan begitu, langkah antisipasi bisa ditempuh lebih awal tanpa diakhiri dengan penyesalan.

Melanoma

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang sangat berbahaya. Kanker ini tumbuh dan berkembang di dalam sel melanosit yang bertugas memproduksi melanin.

Meskipun tumbuh dan berkembang di kulit, tidak menutup kemungkinan bahwa sel-selnya dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh lain, seperti menular ke mata, usus, dan lambung. Namun, kasus-kasus semacam ini sangat jarang terjadi.

Kanker kulit ini berkembang sangat cepat dengan diawali oleh kemunculan bercak-bercak hitam seperti tanda lahir atau tahi lalat yang selanjutnya akan terus berkembang.

Wanita yang mengalami kanker kulit ini umumnya mendapati serangan pada sel-sel kulit di bagian lengan dan kaki. Pada pria, biasa menyerang kepala, leher, atau di area antara bahu dan panggul.

Menurut penelitian, perempuan berusia 40 tahun ke atas lebih rentan mengalami melanoma dibandingkan kriteria lainnya. Paparan sinar ultraviolet dari matahari atau dari lampu alat tanning bisa meningkatkan risiko mengalaminya.

Jenis-jenis Melanoma

Melanoma adalah salah satu kanker kulit yang terdiri atas beberapa jenis, antara lain:

  • Superfisial. Sering kali tumbuh ke luar sehingga tidak menimbulkan masalah. Meski begitu tetap bisa tumbuh ke dalam kulit sehingga berisiko menyebar ke berbagai organ dalam.
  • Nodular. Berbentuk benjolan hitam atau kemerahan di permukaan kulit. Penyebaran ke dalam kulit terjadi sangat cepat jika tidak segera ditangani.
  • Lentiginosa akral. Termasuk kasus yang jarang ditemui dan biasa muncul di telapak tangan dan kaki. Orang-orang berkulit hitam berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
  • Lentigo maligna. Lebih banyak menimpa orang tua, terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan. Pertumbuhannya sangat lambat, bahkan hingga bertahun-tahun..
  • Amelanotik. Dinilai sangat jarang terjadi. Umumnya berukuran sangat kecil. Meski sering kali tidak berwarna, namun kadang-kadang muncul dengan warna merah, cokelat terang, atau abu-abu.

Apa Penyebab Melanoma?

Penyebab melanoma adalah melanosit atau sel penghasil melanin yang mengalami kelainan dan tumbuh tanpa terkendali di balik permukaan kulit.

Sampai saat ini, penyebab pasti melanoma masih menjadi tanda tanya karena kondisi ini diduga juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dampak lingkungan dan genetika, serta kebiasaan melakukan tanning atau menggelapkan kulit menggunakan sinar ultraviolet buatan.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  • Paparan sinar matahari berlebihan.
  • Tinggal di daerah tropis.
  • Memiliki banyak tahi lalat.
  • Sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang lemah.
  • Kekurangan melanin.
  • Faktor keturunan.

Apa Tanda-tenda Melanoma?

Tanda-tanda kehadiran melanoma adalah perubahan bentuk atau ukuran pada tahi lalat. Pada kondisi normal, tahi lalat seharusnya berbentuk lonjong atau bulat, terasa lembut, dan berdiameter tidak lebih dari 6 milimeter. Secara lebih spesifik, tanda-tanda terkait seperti:

  • Ukuran tahi lalat yang terus membesar.
  • Bentuk dan warna tahi lalat kian berubah-ubah.
  • Tahi lalat terasa gatal dan berkerak.
  • Tahi lalat terluka dan berdarah.

Bagaimana Cara Menangani Melanoma?

Sebagaimana melanoma adalah penyakit kanker kulit, seseorang yang mencurigai dirinya memiliki gejala-gejala terkait harus memeriksakan diri ke rumah sakit atau klinik kesehatan kulit secepatnya.

Sebelum mengambil tindakan, dokter akan melakukan beberapa prosedur diagnosis, misalnya dengan melakukan biopsi (mengambil sampel jaringan dari bagian yang dicurigai mengalami kanker) atau dengan pemindaian (CT Scan, MRI, pindai tulang, dan rontgen).

Jika kondisi pasien terbukti positif dan dokter sudah mengetahui penyebabnya, maka langkah penanganan bisa dilakukan. Penanganan didasarkan kepada jenis, dan tingkat keparahan (stadium) sel kanker. Kesehatan pasien akan dijadikan pertimbangan juga.

Secara umum, jenis-jenis pengobatan melanoma adalah:

  • Operasi
    Operasi merupakan pilihan pengobatan pertama untuk mengatasi melanoma stadium 1 dan stadium 2 sebelum sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Makin cepat ditangani, makin besar peluang keberhasilan penanganan dan peluang tidak kambuhnya kanker.
  • Imunoterapi
    Terapi ini umumnya dilakukan jika kanker sudah memasuki stadium 3 atau 4. Imunoterapi dilakukan untuk merangsang sistem imunitas tubuh membunuh sel-sel kanker. Jenis obat-obatan suntik imunoterapi adalah ipilimumab, nivolumab, pembrolizumab, dan talimogene laherparepvec.
  • Radioterapi dan kemoterapi
    Setelah menjalani operasi, pasien dianjurkan untuk menjalani radioterapi guna membuang kelenjar getah bening sekaligus membunuh sel kanker. Kemoterapi juga mungkin akan dilakukan untuk membersihkan sel-sel kanker yang masih tersisa. Kedua metode ini juga bisa dilakukan untuk menghambat pertumbuhan atau kembalinya sel kanker.

Sampai saat ini masih terus dikembangkan vaksin untuk membunuh berbagai jenis kanker, termasuk melanoma. Vaksin juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan dan kembalinya sel-sel kanker baik di permukaan kulit maupun di bagian tubuh lainnya.

Bagaimana Cara Mencegah Melanoma?

Langkah pencegahan melanoma adalah sesuatu yang bersifat darurat. Beberapa cara berikut bisa direkomendasikan dokter.

  • Menggunakan tabir surya. Tabir surya sangat penting digunakan saat beraktivitas di luar ruangan, baik bekerja, berolahraga, atau berenang. Tabir surya yang dianjurkan adalah tabir surya dengan SPF minimal 15.
  • Menghindari paparan sinar matahari terlalu lama. Sinar ultraviolet dari matahari adalah salah satu pemicu utama. Oleh karena itu, usahakan untuk menghindari paparan matahari antara pukul 10.00-14.00.
  • Mengenali jenis kulit. Mengenali jenis kulit sendiri dengan baik bisa membantu mendeteksi terjadinya kelainan kulit. Jika mencurigai adanya kejanggalan, lebih baik segera periksakan diri kepada dokter.
  • Hindari paparan lampu tanning. Sinar ultraviolet yang terpancar dari lampu dan tempat tidur khusus tanning bisa meningkatkan risiko melanoma. Oleh karena itu, hindari melakukan tanning dengan lampu.
  • Menggunakan pakaian yang menutupi kulit. Untuk membantu mencegah paparan sinar matahari secara langsung, lindungi kulit dengan mengenakan pakaian yang menutupi kulit.

Seseorang yang rentan mengalami gangguan kulit sebaiknya melakukan pemeriksaan kepada dokter kulit secara rutin. Mengantisipasi terjadinya kanker kulit sebaiknya dilakukan sejak dini.

Bercak-bercak Penuaan (Age Spots)

Bercak-bercak penuaan atau age spots adalah noda berwarna gelap yang muncul di permukaan kulit. Ukuran dan lokasi kemunculannya pada tiap orang akan berbeda-beda, seperti di kulit tangan, bahu, lengan, atau wajah.

Gangguan kulit yang dikenal juga dengan istilah senile lentigo, solar lengtigines, atau sun spots ini biasa muncul pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari secara langsung.

Meski umumnya menimpa orang dewasa di atas 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan pula bahwa kondisi ini dialami anak-anak dan remaja, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di bawah sengatan sinar matahari di antara pukul 10.00-14.00.

Pada dasarnya tidak membahayakan sehingga tidak membutuhkan penanganan khusus kecuali bagi seseorang yang ingin menghilangkannya karena merasa mengganggu penampilan.

Apa Penyebab Kemunculan Bercak-bercak Penuaan (Age Spots)?

Dua penyebab utama adalah produksi melanin secara berlebihan dan dampak perkembangan pigmen kulit yang terlalu aktif. Kemunculannya ditandai dengan adanya bintik-bintik kecokelatan atau kehitaman yang tidak terasa sakit serta terlihat bertekstur sama dengan kulit sehat.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab perkembangannya tersebut. Yang pasti, kemunculan bercak-bercak penuaan atau age spots turut didukung oleh faktor penuaan dan radiasi ultraviolet dari sengatan sinar matahari.

Risiko pun bisa meningkat bagi mereka yang sering melakukan tanning atau menggelapkan kulit dengan sengaja baik dengan berjemur di bawah sinar matahari langsung maupun dengan alat penggelap kulit.

Orang-orang yang memiliki kulit cerah dan rambut berwarna merah lebih rentan untuk mengalaminya. Secara umum, mereka adalah orang-orang asli Eropa).

Coba Konsultasikan jika Dampak Bercak-bercak Penuaan (Age Spots) Terasa Mengganggu

Upaya menghilangkan bercak-bercak penuaan atau age spots sebaiknya dilakukan melalui konsultasi langsung dari dokter kulit atau ahli estetika untuk menghindari risiko komplikasi akibat salah penanganan.

Sebelum memulai penanganan di klinik, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, biopsi kulit akan dilakukan untuk mengambil dan memeriksa sampel kulit pasien di laboratorium.

Prosedur ini dapat membantu dokter dalam mengidentifikasi penyebab-penyebabnya secara tepat.

Rekomendasi Dokter untuk Menangani Bercak-bercak Penuaan (Age Spots)

Setelah melakukan diagnosis dan menemukan penyebab kemunculan bercak-bercak penuaan atau age spots, dokter bisa merekomendasikan beberapa metode untuk mengatasinya, seperti:

  • Obat-obatan retinoid. Berfungsi mengatur pertumbuhan sel-sel epitel yang bertugas melindungi lapisan kulit. Efek sampingnya meliputi kulit menjadi gatal, panas, dan kemerahan.
  • Mikrodermabrasi. Prosedur perawatan kulit ini bertujuan meratakan permukaan kulit sehingga menyamarkan tampilan bercak-bercak penuaan.
  • Chemical peeling. Perawatan ini dilakukan dengan mengoleskan bahan kimia khusus pada kulit wajah sehingga menjadikannya terkelupas. Selanjutnya, pembentukan kulit baru yang lebih segar akan terjadi secara alami.
  • Terapi sinar laser. Pengobatan ini bertujuan mengurangi bercak-bercak penuaan yang muncul di balik kulit. Laser CO2 adalah salah satu jenis laser yang sering digunakan untuk mengurangi kemunculannya di wajah dan beberapa permasalahan kulit wajah lain.
  • Cryotherapy (cryosurgery). Metode ini diterapkan dengan membekukan dan mengeringkan bercak-bercak yang muncul menggunakan cairan nitrogen. Kulit akan mengelupas dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu setelahnya.

Selain beberapa metode pengobatan di atas, seseorang bisa mengatasinya secara mandiri menggunakan obat bebas hydroquinone (HQ) yang bisa dibeli di pasaran. Obat ini berfungsi menghambat produksi melanin di kulit.

Bagaimana Cara Mencegah Bercak-bercak Penuaan (Age Spots) Meluas?

Agar terhindar dari bercak-bercak penuaan atau age spots yang menjadi makin parah, dianjurkan untuk melakukan beberapa langkah di bawah ini.

  • Menghindari sengatan matahari secara berlebihan. Sengatan matahari menjadi salah satu pemicu kemunculannya. Hindari sengatan matahari secara langsung terutama di siang hari ketika sedang terik.
  • Jangan merokok. Tidak hanya mengganggu kesehatan paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok bisa membahayakan kulit juga. Kerusakan jaringan kulit akibat racun rokok akan meningkatkan risiko seseorang mengalami bercak-bercak penuaan.
  • Menggunakan tabir surya. Untuk menghindari dampak buruk radiasi dan sengatan matahari saat beraktivitas di luar ruangan, selalu kenakan tabir surya. Lebih disarankan memilih tabir surya dengan tingkat SPF di atas 30.
  • Menggunakan pakaian atau aksesoris yang melindungi kulit. Pakaian yang dimaksud di sini adalah topi, baju berlengan panjang, atau celana panjang. Selain itu, hindari pakaian yang terlalu tebal agar tidak mudah berkeringat.

Waspadai jika kemunculan bercak-bercak penuaan atau age spots disertai rasa sakit atau gatal sehingga akhirnya mengganggu aktivitas di keseharian. Segera periksakan kondisi kulit kepada dokter kulit atau ahli estetika sebagaimana makin cepat ditangani, maka peluang kesembuhan akan makin besar.

Kerutan di Bawah Mata

Kerutan di bawah mata atau crow’s feet adalah garis atau kerutan halus yang muncul di tepi mata bagian bawah. Jika dilihat sekilas, bentuknya menyerupai kulit keriput yang biasanya muncul di bagian-bagian tubuh lain.

Kemunculan kerutan ini sulit dihindari, terutama jika seseorang terpapar sinar matahari secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Kerutan di bawah mata terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Garis dinamis. Kerutan ini disebabkan oleh aktivitas otot alami, misalnya saat seseorang sedang tersenyum, saat mengerutkan dahi, atau saat memejamkan mata. Kerutan itu akan muncul sesaat di tepi mata.
  • Garis statis. Kerutan ini terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan bisa muncul secara permanen. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya masalah pada kulit, misalnya dampak paparan sinar matahari yang terlalu lama.

Apa Penyebab Kemunculan Kerutan di Bawah Mata?

Salah satu penyebab kemunculan kerutan di bawah mata adalah pertambahan usia. Seiring bertambahnya usia, lapisan kulit akan menipis dan teksturnya pun mengendur.

Penurunan produksi kolagen dan elastin menyebabkan elastisitas kulit berkurang, lalu menjadi keriput dan kerutan. Karena itulah, kerutan di bawah mata sering dianggap sebagai salah satu gejala penuaan secara alami, seperti halnya kulit yang menjadi keriput atau kemunculan kantong mata.

Meski kerutan di bawah mata kerap dianggap sebagai salah satu tanda-tanda penuaan alami, namun nyatanya belum tentu demikian. Kondisi ini bisa juga muncul di usia pertengahan atau di akhir usia 30 tahun karena faktor-faktor tertentu.

Selain karena faktor usia, kondisi ini bisa terjadi sebagai dampak terlalu lama tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi, terlalu banyak merokok, atau kebiasaan seseorang yang jarang merawat kulit wajahnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Kerutan di Bawah Mata?

Kerutan di bawah mata bisa dihilangkan dengan beberapa cara, baik melalui prosedur medis maupun dengan pengobatan secara mandiri. Jenis pengobatan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan prosedur untuk menghilangkan atau menyamarkan kulit keriput.

Untuk lebih memahaminya, berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kerutan di bawah mata.

  • Suntik botox (neuromodulator). Suntikan botox atau botulinum toxin tipe A, diarahkan ke otot tertentu agar otot di sekitar mata tidak berkontraksi dan menimbulkan kerutan. Suntikan ini harus dilakukan secara rutin dalam 3-4 bulan sekali agar kulit tetap terlihat kencang sepanjang hari.
  • Face lift. Metode pembedahan ini bertujuan mengencangkan otot-otot dan jaringan di sekitar mata. Metode ini mampu membuat kulit tetap kencang dalam waktu yang lebih lama dibandingkan suntik botox. Kulit akan tetap kencang dalam waktu antara 5-10 tahun.
  • Terapi sinar laser. Metode ini berguna untuk mengikis lapisan kulit bagian luar (epidermis) dan menggantinya dengan lapisan kulit yang baru. Terapi ini juga bisa memicu pertumbuhan kolagen baru di dalam kulit sehingga menjadikannya lebih lembut dan kencang.
  • Dermabrasi. Metode ini bertujuan meratakan permukaan kulit yang mengerut. Setelah kulit merata, permukaan kulit yang lama akan mengelupas dan lapisan kulit yang baru akan tumbuh. Efek samping metode ini bisa menyebabkan kulit menjadi tampak kemerahan dalam beberapa minggu.
  • Mikrodermabrasi. Pengobatan ini dilakukan dengan kristal untuk menghapus lapisan halus di kulit dan memicu pertumbuhan kulit baru yang elastis. Metode ini tidak menimbulkan rasa sakit dan memberikan hasil yang lebih efektif.
  • Chemical peeling. Metode ini dilakukan dengan mengoleskan bahan kimia tertentu ke daerah di sekitar mata untuk menghilangkan garis-garis halus yang mengganggu dengan cara mengganti lapisan kulit lama dengan yang baru.
  • Obat atau suplemen vitamin E. Kandungan antioksidan terbukti ampuh untuk mengatasi kerutan di kulit. Secara alami, vitamin E didapatkan dari konsumsi makanan yang mengandung minyak sayur dan telur.
  • Tabir surya. Tabir surya berfungsi menghalangi atau melindungi kulit dari sengatan sinar matahari secara langsung. Losion ini akan menjaga kelembapan kulit sehingga tidak mudah terbakar saat terpapar sinar UVA dan UVB yang membahayakan kulit.
  • Air mineral. Salah satu penyebab munculnya kerutan di bawah mata adalah karena kulit kehilangan kelembapan alaminya. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk mengonsumsi banyak air mineral agar kulit tidak kekeringan dan bisa membantu meningkatkan efektivitas pengobatan lainnya.

Bagaimana Cara Mencegah Kemunculan Kerutan di Bawah Mata?

Kerutan di bawah mata memang sulit dihindari, namun kemunculan kondisi ini bisa diminimalkan dengan beberapa cara, di antaranya:

Perbanyak konsumsi air mineral

Air mineral akan membantu menjaga kelembapan kulit. Memperbanyak konsumsi air mineral akan membuat kulit tetap lembap sekaligus mencegah kemunculan kerutan-kerutan di bawah mata.

Gunakan pelembap kulit

Pelembap kulit tidak bisa mengobati kemunculan kerutan di bawah mata, namun penggunaan pelembap ini bisa membantu menjaga kelembapan kulit, sekaligus mencegah kulit tidak mengerut.

Gunakan tabir surya

Selain bisa mengobati kerutan di bawah mata, penggunaan tabir surya bisa membantu mencegah kemunculan kerutan, terutama saat pergi keluar rumah pada siang hari yang panas dan terik.

Berhenti merokok

Merokok bisa memicu kemunculan kerutan di bawah mata. Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dalam jumlah besar tetap bisa mencegah kemunculan kerutan-kerutan ini dengan cara berhenti merokok.

Menerapkan pola hidup sehat

Mengonsumsi makanan sehat dan mengandung vitamin terbukti efektif dalam menjaga kesehatan kulit. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran bisa membantu mencegah kemunculan kerutan di bawah mata.

 

Terapi IPL (Intense Pulsed Light)

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Terapi IPL atau Intense Pulsed Light adalah prosedur perawatan kecantikan yang menggunakan alat pemancar pulsa cahaya berspektrum luas sehingga menjadikannya dapat menangani beberapa permasalahan kulit, terutama kasus-kasus yang diakibatkan penuaan kulit dini maupun alami.

Manfaat tambahan dari terapi ini adalah menstimulasi produksi senyawa elastin dan kolagen yang akan menjadikan kulit terlihat lebih kenyal dan menyegarkan.

Perawatan ini berjenis non-ablative, yaitu tidak melibatkan pembedahan. Kelebihan lainnya, penanganan dapat difokuskan pada area yang diinginkan saja tanpa khawatir akan merusak jaringan-jaringan lain yang mengelilinginya.

Berdasarkan penelitian medis, penggunaan alat berteknologi IPL (Intense Pulsed Light) sebagai bagian dari perawatan kecantikan wajah terbukti efektif dan aman. Bahkan, perkembangan teknologi terbaru bisa memberikan efek sebaik perawatan terapi sinar laser.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Selalu konsultasikan kondisi kulit hanya kepada dokter kulit atau ahli estetika berlisensi untuk mendapatkan diagnosis dan saran yang tepat. Dalam hal ini, kondisi kulit dan bekas luka pada tubuh akan diperiksa jika terdapat abnormalitas.

Pasien juga diminta untuk menjalani tes alergi. Tes alergi akan dijalani selama beberapa hari seiring pasien tetap beraktivitas seperti biasa. Beri tahu dokter jika terdapat kemunculan reaksi tertentu, misalnya ruam, melepuh, kemerahan, atau gangguan pigmentasi.

Pasien yang dinyatakan cocok akan diberikan agenda aktivitas pribadi yang berisi saran-saran yang perlu dilakukan selama dua minggu sebelum menjalani terapi.  Umumnya berisi pembatasan terpapar sinar matahari langsung dan menghindari konsumsi obat-obatan tertentu.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Teknologi pada alat terapi IPL memungkinkan dilakukannya penyaringan gelombang yang tidak diinginkan, misalnya cahaya ultraviolet yang bersifat merusak, hingga akhirnya menghasilkan pancaran cahaya yang aman dan mudah disesuaikan dengan kedalaman tiap lapisan kulit.

Terdapat berbagai permasalahan kulit yang dapat diredakan atau bahkan diatasi sepenuhnya dengan terapi IPL, antara lain:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Seseorang  dengan penyakit hiperpigmentasi, hipopigmentasi, dan diabetes tidak direkomendasikan menjalani terapi IPL. Selain itu, kesulitan untuk pulih sepenuhnya dari bekas luka menjadi kondisi tambahan yang menjadikan seseorang dilarang menjalani terapi ini.

Apakah Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light) Terasa Menyakitkan?

Tiap pasien akan merasakan tingkat ketidaknyamanan yang berbeda-beda. Menanggapi hal ini, dokter kulit atau ahli estetika bisa memberikan obat oles pereda rasa sakit jika pasien membutuhkannya.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Berbeda dengan prosedur chemical peeling, dermabrasi, dan laser resurfacing, pasien terapi IPL tidak membutuhkan waktu pemulihan yang lama dengan risiko mengalami efek samping yang rendah. Risiko efek samping yang ada meliputi:

  • Memar
  • Melepuh
  • Kudis
  • Perubahan pigmentasi

Pada umumnya, kondisi-kondisi yang bisa timbul sebagai risiko efek samping terapi IPL hanya berjangka pendek serta akan pulih dan menghilang dengan sendirinya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Seseorang yang telah menjalani prosedur perawatan kecantikan dengan terapi IPL akan mengalami kemerahan pada kulit wajah. Meski begitu, kondisi ini dinilai wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Seiring kemerahan memudar dan warna kulit wajah kembali normal dalam beberapa jam hingga sehari setelah menjalani terapi, ekspektasi mulai terlihat sedikit demi sedikit. Tergantung kepada jenis kondisi yang ditangani, waktu yang dibutuhkan sebelum hasil akhir bisa terlihat sepenuhnya akan bervariasi.

Pastikan untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari langsung setidaknya hingga beberapa minggu dengan cara menutupi wajah dengan kain atau mengenakan tabir surya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sekaligus mempertahankannya, pasien disarankan untuk melakukan perawatan ulang tiap bulan selama lima bulan dengan rutin berkonsultasi kepada dokter dua kali setahun.

Terapi Sinar Laser

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Terapi Sinar Laser?

Terapi sinar laser adalah bentuk perawatan kulit dengan energi cahaya yang terfokus ke dalam gelombang tertentu sesuai jenis penanganan yang diinginkan. Penelitian medis membuktikan bahwa prosedur yang diterapkan tanpa melibatkan pembedahan ini efektif diterapkan untuk memperbaiki kulit yang rusak sekaligus meregenerasi pertumbuhan lapisan kulit baru.

Salah satu keunggulan terapi sinar laser adalah memicu meningkatnya produksi endorfin sehingga menekan kebutuhan pasien untuk menggunakan obat pereda rasa sakit. Selain itu, masih ada kelebihan-kelebihan lainnya, antara lain:

  • Menyamarkan tampilan bekas luka dan keriput berkat bertambahnya produksi kolagen.
  • Memperbaiki respons sistem kekebalan tubuh.
  • Proses drainase limfatik yang membaik sehingga meredakan pembengkakan.
  • Meredakan peradangan.
  • Bertambahnya energi sel-sel kulit akibat meningkatkan adenosina trifosfat untuk mendukung proses hidrolisis.
  • Memperbaiki proses pemulihan alami kulit berkat bertambahnya produksi DNA.
  • Memperbaiki sistem sirkulasi.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Prosedur terapi sinar laser sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi di klinik perawatan kulit resmi untuk mencegah terjadinya efek-efek negatif akibat malapraktik.

Dalam hal ini, pasien akan dimintai informasi mengenai riwayat kesehatan selama ini beserta pemeriksaan fisik untuk mencari tahu kendala-kendala yang berisiko membahayakan kondisi pasien jika menjalani terapi ini.

Kemungkinan besar, pasien juga akan diminta untuk menghindari berjemur di bawah sinar matahari langsung, menjalani prosedur chemical peeling, waxing, dan suntik filler setidaknya dua minggu sebelum menjalani terapi sinar laser. Termasuk di dalamnya, jangan menggunakan pewangi tubuh pada sebelum dan sesudah menjalani prosedur ini.

asien juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan herba, obat-obatan anti-inflamasi, dan aspirin karena dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Terdapat beberapa kondisi masalah kulit yang dapat diatasi dengan terapi sinar laser, yaitu:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Seseorang dengan kondisi tertentu tidak direkomendasikan untuk menjalani prosedur terapi sinar laser.

  • Memiliki masalah dpermukaan kulit.
  • Memiliki bekas luka parah.
  • Mengonsumsi obat-obatan atau terapi yang berefek mengencerkan darah.
  • Berjerawat.
  • Berkulit gelap.
  • Menjalani pengobatan dengan accutane.
  • Memiliki luka keloid.
  • Belum lama ini berjemur di bawah sinar matahari langsung.
  • Mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari pada tingkatan yang parah.

Wanita yang sedang mengandung lebih baik menunda menjalani prosedur kecantikan ini setidaknya hingga setelah melahirkan dan kondisi tubuh telah pulih sepenuhnya.

Sangat disarankan untuk mengonsultasikan kondisi diri kepada dokter kulit atau ahli estetika untuk mengantisipasi kondisi-kondisi masalah kulit terkait dikarenakan efek menjalani terapi dapat memperparah kondisi yang sedang dialami atau menimbulkan komplikasi yang merugikan kesehatan.

Apakah Prosedur Terapi Sinar Laser Terasa Menyakitkan?

Daya tahan tiap orang akan berbeda-beda sebagaimana prosedur terapi sinar laser bisa saja menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi sebagian pasien. Untuk itu, dokter kulit atau ahli estetika akan memberikan salep pereda rasa nyeri atau bius lokal untuk mengantisipasi kemunculan rasa sakit.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Terapi Sinar Laser?

Perawatan kecantikan dengan prosedur terapi sinar laser berkemungkinan tidak memberikan hasil sesuai ekspektasi secara langsung dan dampaknya pun belum tentu permanen. Maka dari itu, pasien disarankan untuk menjalaninya secara terjadwal untuk mempertahankan hasilnya.

Selain itu, meski dinilai aman dan memiliki kelebihan yang menjadikannya lebih unggul dibandingkan perawatan kulit lain yang sejenis, prosedur terapi sinar laser tetap menyimpan risiko. Risiko yang dimaksud meliputi:

  • Infeksi kulit.
  • Pendarahan parah.
  • Perubahan warna kulit.
  • Menyisakan bekas luka baru.
  • Merasakan perih pada area kulit yang ditangani.
  • Mengalami efek samping penggunaan obat bius.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Pasien terapi sinar laser akan mengalami beberapa kondisi sebagai dampaknya. Yang biasanya dialami oleh sebagian besar pasien adalah kemerahan pada kulit yang akan berlangsung selama 4-8 jam setelah menjalani perawatan.

Sebagian pasien lainnya akan turut mengalami rasa perih pada kulit yang ditangani, menyerupai kulit yang terbakar sinar matahari. Untuk meredakannya, dokter akan menyarankan untuk membalut area kulit yang sakit dengan kain basah.

Hindari mengupas kulit kering yang muncul di sekitar area kulit. Lebih baik diamkan dan biarkan terkelupas dan rontok dengan sendirinya.

Pembengkakan ringan juga biasanya akan dialami pasien setelah menjalani prosedur ini. Meski begitu, pembengkakan ini tidak perlu dicemaskan karena akan mereda dalam beberapa hari.

Hindari menggunakan makeup pada area kulit yang ditangani untuk beberapa hari dan konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter jika ingin menggunakan losion pelembap.

Suntik Asam Hialuronat

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Suntik asam hialuronat adalah prosedur perawatan kecantikan yang bertujuan mengurangi tampilan keriput dan kerutan pada wajah sebagai dampak dari penuaan alami. Sesuai namanya, prosedur ini menggunakan asam hialuronat yang pada dasarnya memang sudah ada di dalam tubuh, terutama pada kulit, area mata, dan persendian.

Umumnya dikenal juga dengan prosedur suntik filler, cairan asam hialuronat yang disuntikkan akan mengisi kerutan dan keriput dari dalam secara merata. Alhasil, seseorang akan terlihat lebih muda dengan ditandai meningkatnya kekenyalan dan kesegaran kulit wajah.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Pilihan untuk bisa menjalani suntik asam hialuronat membutuhkan rekomendasi dari dokter kulit atau ahli estetika. Lebih jauh lagi, terdapat beberapa alasan yang bisa mencegah seseorang bisa melalui prosedur kecantikan ini.

Seseorang yang dinilai memiliki gangguan kulit, misalnya infeksi kulit, diharuskan untuk merawat kondisi tersebut terlebih dahulu hingga pulih sepenuhnya. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi bertambah parah dan mengantisipasi komplikasi akibat efek penyuntikan asam hialuronat terhadap infeksi kulit.

Selain itu, seseorang yang sedang menjalani terapi obat-obatan pengencer darah dengan ibuprofen, aspirin, atau obat herba tertentu sebaiknya menghindari prosedur suntik asam hialuronat. Setidaknya, hentikan penggunaan obat-obatan sejak dua minggu sebelum menjalaninya.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Didukung oleh hasil penelitian medis, prosedur perawatan kecantikan kulit dengan suntik asam hialuronat cocok dilakukan untuk mengatasi kondisi-kondisi berikut.

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Dokter kulit atau ahli estetika berkemungkinan tidak merekomendasikan prosedur ini diterapkan pada orang-orang yang dinilai secara medis berisiko tinggi mengalami alergi akibat substansi asam hialuronat. Selain itu, beberapa kondisi lain berikut bisa berkontribusi kepada larangan dari dokter.

  • Mengalami infeksi yang belum sembuh sepenuhnya pada area kulit yang akan ditangani.
  • Mengidap herpes aktif pada wajah atau mulut.
  • Mengalami gangguan proses penggumpalan darah.
  • Mengidap diabetes kronis yang tidak kunjung membaik.

Sangat disarankan bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui untuk menghindarinya juga karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek buruk kepada janin atau kualitas ASI. Seseorang yang  berencana menjalani bedah transplantasi organ dan sedang menjalani terapi imunosupresif lebih baik menunda suntik asam hialuronat juga.

Apakah Prosedur Suntik Asam Hialuronat Terasa Menyakitkan?

Prosedur suntik asam hialuronat bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan, terutama pada area kulit yang disuntikkan. Untuk ini, dokter kulit atau ahli estetika bisa terlebih dahulu memberikan obat pereda sakit dalam bentuk salep atau obat suntik.

Sebagai upaya penanganan di rumah untuk meredakan pembengkakan dan ketidaknyamanan seusai menjalani prosedur ini, pasien bisa menempelkan es batu yang telah dibalut kain pada area kulit yang ditangani.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Terdapat beberapa efek samping yang mungkin bisa dialami sebagian pasien prosedur suntik asam hialuronat, seperti muncul pembengkakan dan/atau memar ringan yang disertai kemerahan pada kulit wajah dan perih tiap kali tersentuh. Sebagian lainnya lagi bisa mengalami benjolan pada kulit.

Berbeda dengan jenis cairan suntik filler lainnya, asam hialuronat secara alami terdapat di dalam tubuh sehingga pasien prosedur ini dinilai minim komplikasi berupa reaksi alergi. Meski pada kasus yang jarang terjadi, pasien bisa memiliki risiko alergi.

Prosedur ini sering kali menjadi pilihan alternatif yang lebih aman dibandingkan operasi plastik, seperti operasi kelopak mata (blepharoplasty) karena beberapa hal, yaitu:

  • Tanpa melibatkan irisan atau menjahit kulit.
  • Tidak perlu menjalani masa-masa pemulihan.
  • Aktivitas di keseharian tetap bisa dilanjutkan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Terdapat berbagai jenis substansi yang digunakan pada prosedur suntik filler dan salah satunya adalah asam hialuronat. Cara kerja dari tiap jenis tersebut akan berbeda-beda dengan hasil yang berlainan. Sebagaimana hasil yang didapatkan akan bertahan pada jenjang waktu yang bervariasi juga, mulai dari beberapa bulan hingga paling lama dua tahun.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sekaligus mempertahankan hasil, pasien disarankan untuk menjalani prosedur ini secara berkala. Terlepas dari itu, prosedur suntik asam hialuronat sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi di klinik kesehatan resmi.

Mikropigmentasi

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Mikropigmentasi?

Mikropigmentasi atau lebih populer disebut dengan sulam bibir atau sulam alis adalah proses memasukkan pigmen berwarna ke balik permukaan kulit terluar. Pigmen yang digunakan berbahan alami dan berisiko rendah menimbulkan reaksi alergi. Dokter atau ahli estetika yang berpengalaman akan memastikan warna pigmen yang dipilih sesuai dengan warna kulit pasien.

Prosedur kecantikan yang memberi efek permanen ini biasa dikenal juga dengan sebutan dermapigmentasi, dermagrafik, tato kosmetik, atau makeup permanen. Pigmen akan dimasukkan melalui jarum steril berukuran mikro.

Selain dimanfaatkan untuk meningkatkan penampilan wajah, perawatan kecantikan ini juga dapat diandalkan untuk mengembalikan atau menyegarkan penampilan wajah kembali.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Sebagaimana hasil yang diberikan bersifat permanen, maka sebaiknya prosedur ini dilakukan oleh dokter atau ahli estetika yang berpengalaman. Mintalah contoh foto-foto hasil penanganan di klinik tersebut. Jangan sungkan untuk menanyakan pengalaman dokter dalam menangani prosedur kecantikan ini.

Terlepas dari itu, seseorang juga perlu mendatangi sekaligus berkonsultasi pada beberapa klinik terkait untuk mendapatkan gambaran dan pilihan referensi sebagai pertimbangan selanjutnya. Tiap klinik mungkin akan memberikan pelayanan dan hasil akhir yang bervariasi. Mempelajari kualitas klinik bisa membantu menentukan apakah metode kerjanya sesuai dengan selera.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Mikropigmentasi adalah cara yang dinilai efektif bagi seseorang yang tidak ingin direpotkan oleh rutinitas mengenakan kosmetik tiap hari.

Seseorang yang sudah berusia lanjut dan mengalami kendala untuk mengenakan makeup wajah dengan lancar bisa mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini. Sama halnya dengan orang yang aktif berolahraga, seperti berenang, memiliki makeup wajah yang tidak luntur oleh air mungkin bisa menjadi solusi.

Beberapa manfaat mikropigmentasi dapat diterapkan pada metode-metode berikut ini.

  • Sulam alis, yaitu membentuk garis dan memberikan efek alis mata yang lebih tebal.
  • Memberikan efek bulu mata yang lebih tebal.
  • Sulam bibir, yaitu memberi warna bibir.
  • Memberi warna puting payudara.

Selain itu, mikropigmentasi juga bisa menjadi cara untuk menyamarkan efek-efek yang ditimbulkan penyakit, seperti:

  • Vitiligo
  • Kerontokan rambut berpola akibat usia (alopecia areata)
  • Kerontokan rambut total (alopecia universalis)
  • Bekas luka
  • Alergi akibat penggunaan kosmetik
  • Efek samping menjalani kemoterapi

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Tidak semua orang adalah kandidat prosedur mikropigmentasi. Terdapat beberapa kondisi gangguan kulit atau penyakit yang menjadikan seseorang tidak direkomendasikan menjalaninya, seperti:

  • Alergi kulit
  • Kutil
  • Herpes simplex
  • Hepatitis B dan hepatitis C
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Sindrom mata kering
  • Gangguan darah

Seseorang yang sedang mengonsumsi accutane sejak enam bulan terakhir dan pasien suntik filler sebaiknya tidak menjalani prosedur ini.

Apakah Prosedur Mikropigmentasi Terasa Menyakitkan?

Pasien mungkin akan merasakan ketidaknyamanan pada saat jarum ditusukkan ke kulit untuk memasukkan cairan pigmen. Untuk itu, dokter akan memberikan obat bius oles pada area yang akan ditangani jika dibutuhkan.

Obat bius suntik juga dapat diberikan terlebih dahulu untuk menimbulkan rasa kebas pada area kulit terkait.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Mikropigmentasi?

Penelitian membuktikan bahwa prosedur mikropigmentasi tidak mengandung efek-efek yang merugikan. Meski begitu, terdapat risiko penularan penyakit kulit jika jarum yang digunakan tidak melalui proses sterilisasi yang optimal.

Sebagian pasien akan mendapati hasil akan memudar seiring waktu. Maka dari itu, perlu dilakukan pengulangan untuk mempertahankan hasil. Selain itu, seseorang bisa dihadapkan kepada beberapa risiko komplikasi dari prosedur ini, seperti:

  • Inflamasi kulit
  • Alergi kulit
  • Infeksi kulit
  • Munculnya bekas luka keloid

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Dokter bisa menyediakan salep untuk digunakan di rumah jika terjadi pembengkakan pada area penyuntikan. Sebagai alternatif, menempelkan es batu yang dibalut kain pada kulit bisa menjadi langkah yang disarankan.

Hasil yang didapatkan dari prosedur mikropigmentasi tidak akan terlihat langsung sebagaimana akan dibutuhkan beberapa hari sebelum mulai terlihat. Pasien juga tidak perlu cemas jika warna kulit terlihat menggelap selama minggu pertama. Warna kulit akan mencerah seiring kulit memulih sepenuhnya dalam 2-4 minggu berikutnya.

Jangan segan untuk memeriksakan kondisi kulit kepada dokter atau ahli estetika di klinik kulit terkait jika mengalami gangguan yang dirasa menimbulkan ketidaknyamanan.

Powered by WordPress.com.

Up ↑