Penyebab Selulit dan Cara Menghilangkannya dengan Aman

Penyebab selulit adalah penumpukan lemak di bawah permukaan kulit, biasa muncul di sekitar pinggul, paha, dan bokong. Tiap orang memiliki lapisan lemak di bawah kulit, bahkan orang kurus pun bisa memiliki selulit.

Serat kolagen yang menghubungkan lemak dengan kulit bisa saja merenggang, memecah, atau menarik kencang. Hal ini yang memungkinkan sel-sel lemak menjadi menonjol.

Jadi Ini Penyebab Selulit yang Sebenarnya

Bukan kamu saja yang dipusingkan dengan kemunculan selulit, nyatanya sebagian besar orang memilikinya juga. Hal ini memang menyebalkan sebagaimana selulit tampak seperti kulit berlesung pipit atau bergelombang yang dapat mengganggu penampilan dan mengganggu kepercayaan diri pemiliknya.

Selulit tampak tidak halus karena mendorong jaringan ikat yang menyebabkan kulit di atasnya menjadi mengerut. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab selulit adalah:

  • Metabolisme yang lambat
  • Menjalani diet yang buruk
  • Kurang beraktivitas fisik
  • Perubahan hormon
  • Dehidrasi
  • Ketebalan dan warna kulit
  • Berkelamin wanita
  • Wanita hamil

Hal ini dikarenakan kaum wanita memiliki lebih banyak lemak di sekitar pinggul dan paha dibandingkan kaum pria. Dan jaringan ikat pada wanita kurang mendukung sehingga menyebabkan timbulnya selulit.

Seiring bertambahnya usia, makin sedikit hormon estrogen yang dihasilkan tubuh. Padahal hormon ini akan membantu pembuluh vena mengalirkan darah dengan lancar. Defisiensi hormon estrogen akhirnya dapat berdampak kepada:

  • Sirkulasi peredaran darah yang buruk.
  • Penurunan produksi kolagen baru.
  • Terjadinya pemecahan jaringan ikat yang lebih tua.
  • Menimbulkan selulit.

Sebenarnya, kebanyakan kaum wanita menghasilkan selulit setelah masa pubertas. Tidak hanya itu, selulit juga lebih sering terjadi seiring pertambahan usia, yaitu saat kulit kian kehilangan elastisitasnya. Dengan kata lain, penuaan adalah penyebab selulit yang lain. 

Pertambahan berat badan menjadikan selulit lebih terlihat dengan jelas, meski sebagian orang yang bertubuh lebih kurus juga terlihat memilikinya. Faktor genetik dianggap memainkan peran terbesar apakah kamu bisa mengalami selulit atau tidak.

Jangan Cemas, Ada Beberapa Cara Menghilangkan Selulit

Kamu mungkin tertarik untuk mengetahui bahwa selulit bukanlah suatu kondisi yang berbahaya bagi kesehatan. Namun tentu saja, kamu lebih tertarik untuk menghilangkannya dari tubuh, bukan?

Pada dasarnya, pengobatan selulit dilakukan karena seseorang merasa terganggu dengan efek yang ditimbulkannya. Beberapa cara ini bisa dilakukan untuk menghilangkan selulit.

  • Cryolipolysis

Cryolipolysis adalah prosedur noninvasif yang bertujuan menghilangkan lemak perut dan lemak di sepanjang bagian tubuh dengan cara membekukan lipid di sel lemak. Begitu lemak tersebut hilang dan mati, tubuhmu secara alami akan menghilangkan/mengeluarkannya dari tubuh. Diperlukan tiga kali perawatan untuk melarutkan setidaknya 2,5 cm lemak dan 3-4 bulan untuk melihat hasilnya.

  • Teknik pijat

Sebagian alat atau mesin dapat memijat di bagian yang terkena selulit. Alat atau mesin tersebut menggunakan silinder rolling untuk mengumpulkan area kulit dan memijatnya dengan bilik. Salah satu contoh perawatan pijat adalah endermologie, yaitu metode yang dikembangkan di Prancis dan telah digunakan untuk pengobatan selulit sejak pertengahan 1990-an.

Teknik ini menggunakan perangkat bertenaga listrik yang menyemprot, menarik, dan meremas area selulit. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 30-45 menit. Untuk mendapatkan hasil yang baik, setidaknya diperlukan 10-12 kali perawatan.

Memberi pijatan pada area yang terkena selulit dipercaya akan meningkatkan aliran darah dan mengurangi penumpukan cairan, hasilnya pinggul dan bokong akan tampak lebih mulus.

  • Perawatan dengan sinar laser

Perawatan laser yang disebut juga dengan sistem radiofrekuensi, menjanjikan bisa menghilangkan selulit. Perawatannya biasanya memadukan pijat, sedot lemak, dan/atau terapi sinar laser.

Cara ini dapat mencairkan lemak, memotong jaringan ikat untuk melonggarkan kerutan, meningkatkan pertumbuhan kolagen, mengencangkan kulit, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi retensi cairan pada area terkait.

Pada proses itu, dokter akan menyuntikkan larutan yang membuat area selulit menjadi mati rasa, lalu dokter akan menempelkan laser di bawah kulitmu. Sinar laser akan memancarkan hawa panas pada tiga arah.

  • Penurunan berat badan

Kelebihan berat badan rupanya dapat membuat selulit lebih terlihat. Jika kamu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, maka cara ini dapat dilakukan. Penurunan berat badan melalui makanan sehat dan olahraga secara teratur, dipercaya dapat memperbaiki penampilan kulit akibat selulit.

Kendati mengurangi berat badan berlebihan dan aktif berolahraga tidak akan membuat selulit hilang sepenuhnya, namun secara tidak langsung dapat menjadikan penampilanmu lebih baik.

  • Menggunakan produk topikal

Berbagai krim di pasaran mengklaim dapat mengurangi selulit. Beberapa produk tersebut memiliki ramuan untuk pemecahan lemak, seperti kafein, aminofilin, dan teofilin. Produk lainnya juga kerap mengandung vitamin, mineral, dan ekstrak herba.

Umumnya, sebagian produk ini hanya menawarkan sedikit manfaat. Namun, manfaatnya akan bertambah jika dikombinasikan dengan beberapa perawatan lainnya.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa krim retinol dapat membantu selulit, namun hasilnya tidak terlalu baik. Menggunakan krim retinol 0,3 persen yang digunakan dua kali sehari rupanya dapat menebalkan kulitmu dan mengurangi kulit jeruk akibat selulit, hal ini baru akan memberikan hasil setelah dilakukan secara rutin saksama dalam enam bulan.

Untuk menghindari selulit, sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan, meliputi:

  • Mengonsumsi makanan sehat yang diperkaya buah-buahan dan sayur-sayuran yang tinggi serat.
  • Tetap terhidrasi dengan meminum banyak cairan.
  • Berolahraga secara teratur agar otot tetap kencang dan tulang kuat.
  • Mempertahankan berat badan ideal dan tidak merokok.

Untuk mendapatkan informasi cara menghilangkan selulit lebih lengkap, kamu disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter kulit. Dokter kulit bisa memberikan informasi dan saran penanganan yang tepat sesuai kondisi kulit.

Bekas Jerawat

Bekas jerawat adalah kondisi alami kulit untuk memulihkan diri dengan sendirinya. Bekas ini muncul akibat hilangnya kolagen akibat peradangan.

Bakteri, kelebihan minyak, dan sel kulit mati yang menumpuk dapat mengakibatkan penyumbatan pori dan peradangan yang akhirnya menimbulkan jerawat. Setelah jerawat reda, bukan  berarti masalah selesai.

Bekas jerawat yang tidak kunjung hilang dapat membuatmu kehilangan kepercayaan diri. Jika tidak kunjung hilang, ada baiknya untuk mengonsultasikannya kepada dokter kulit demi mendapatkan penanganan yang tepat secepatnya.

Kenapa Bekas Jerawat Perlu segera Ditangani?

Bekas jerawat yang tidak kunjung hilang akan membuatmu kehilangan kepercayaan diri karena merasa penampilan tidak sempurna. Kondisi ini dapat mendatangkan ketidaknyamanan secara emosional, fisik, hingga relasi sosial. Upaya penanganan juga dapat meningkatkan kesehatan kulit secara umum.

Hal yang Perlu Diketahui tentang Jerawat

Bekas jerawat muncul saat tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen untuk menyembuhkan luka. Kondisi ini mengakibatkan penumpukan jaringan pada permukaan kulit. Ada tiga jenis utama, yaitu:

  • Ice pick scars

Lubang dalam dan kecil pada permukaan kulit seolah kulit baru ditusuk benda tajam.

  • Rolling scars

Disebabkan jaringan parut di bawah kulit sehingga permukaan kulit menjadi tidak rata.

  • Boxcar scars

Berbentuk menyerupai kawah bundar atau lonjong.

Identifikasi yang tepat dapat dilakukan saat melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Bekas Luka Bisa Lebih Cepat Pulih dengan Didukung Hal-hal Ini

Beberapa pekan setelah jerawat pecah, bekasnya menjadi berwarna merah muda karena adanya pembuluh darah baru yang menutrisi area kulit tersebut. Kolagen baru akan terbentuk beberapa bulan kemudian untuk mengisi ruang bekas jerawat. Namun, sayangnya bekas ini baru dapat hilang secara alami dalam hitungan tahun. 

Untuk sementara, paparan sinar matahari secara berlebihan dapat menjadikannya terlihat makin gelap dan menonjol. Lebih baik untuk menghindari sinar matahari untuk sementara waktu.

Sinar ultraviolet juga memperlambat proses penyembuhan karena merangsang melanosit yang memicu perubahan warna kulit. Untuk mengurangi risiko buruk paparan sinar UV ini, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30. Ulangi pemakaian tiap dua jam sekali atau setelah berkeringat atau berenang. Selain itu hindari beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00-14.00.

Tidak perlu khawatir jika jerawat meninggalkan bekas pada kulit wajah. Ada banyak cara  yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya sekaligus mencegah timbulnya jerawat baru, seperti menggunakan:

Krim kortison

Krim kortison. Kortison diserap sel kulit sehingga membantu mengurangi peradangan, terutama jika kulitmu bengkak atau kemerahan akibat jerawat. Krim ini bisa diperoleh tanpa resep dokter. Selain itu, produk-produk pemutih kulit yang mengandung arbutin, asam kojic, dan vitamin C dapat mencerahkan wajah.

Terapi laser

Dermatologis dapat menyarankan terapi laser untuk meningkatkan produksi kolagen baru yang dapat membantu menghilangkan bekas jerawat dan menggantinya dengan kulit baru. Terdapat dua macam perawatan laser:

Ablatif

Mengangkat lapisan kecil di sekitar area bekas jerawat agar terbentuk lapisan baru yang lebih halus.

Nonablatif

Laser merangsang pertumbuhan kolagen baru yang membantu memperbaiki kerusakan kulit.

Suntikan filler

Suntik filler yang diulang tiap 4-6 bulan dapat membantu memperbaiki bekas jerawat yang dalam.

Teknik ice pick dan boxcar

Teknik penanganan dengan ice pick dan boxcar bisa dilakukan dengan tiga cara utama, yaitu:

Eksisi

Bekas jerawat diangkat dengan operasi, kemudian bekas lukanya ditutup.

Elevasi

Bagian dasar bekas luka diangkat dengan operasi, kemudian digunakan untuk menutupi bekas jerawat sehingga tidak begitu tampak.

Pencangkokan

Bekas luka ditutup dengan sampel kulit yang diambil dari bagian lain dari tubuh, biasanya dari bagian belakang telinga.

Operasi lapisan epidermis

Operasi pengangkatan lapisan teratas kulit yang mengakibatkan darah terkumpul di bawah area bekas jerawat sehingga menimbulkan pembekuan darah. Pembekuan ini kemudian membantu membentuk jaringan penghubung yang mengangkat bekas jerawat hingga setara dengan permukaan kulit di sekitarnya.

Prosedur ini kemudian dapat diteruskan dengan teknik lain, seperti dermabrasi atau laser. Dermabrasi adalah cara mengangkat lapisan teratas kulit menggunakan sikat khusus atau laser. Umumnya setelah menjalani perawatan ini, kulit akan menjadi berwarna kemerahan.

Bleaching

Bleaching. Perbedaan warna kulit antara bekas jerawat dengan area sekitarnya dapat diatasi dengan produk bleaching yang dijual bebas.

Radiofrekuensi

Alat radiofrekuensi dapat dimanfaatkan untuk menyamarkan bekas jerawat.

Chemical peeling

Chemical peeling dilakukan dengan mengoleskan asam berkadar tinggi untuk mengangkat lapisan teratas serta meminimalkan bekas jerawat.

Jarum dermatologis

Jarum dermatologis. Merangsang pembentukan jaringan kulit di bawah bekas jerawat juga dapat dilakukan menggunakan jarum khusus oleh dermatologis. 

Suntik botox

Suntik botox (neuromodulator) dilakukan untuk melemaskan area tertentu dan memperbaiki penampilan kulit.

Jangan Lakukan Ini untuk Menangani Bekas Jerawat 

Permukaan kulit wajah ternyata lebih sensitif dibandingkan area kulit bagian tubuh lainnya. Maka dari itu, kamu perlu menjaga kebersihan area wajah. Terdapat beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan kulit wajah. Upayakan jangan melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Terlalu sering mencuci muka karena justru dapat mengurangi elastisitas kulit sehingga membuat bekas jerawat makin tampak.
  • Memegang wajah dengan tangan yang tidak bersih. Jari dan kuku dapat menyebarkan bakteri pada kulit.
  • Memencet jerawat karena justru meningkatkan risiko peradangan.
  • Mengoleskan vitamin E langsung pada bekas jerawat. Kandungan ini justru memperlambat proses penyembuhan.

Sebelum menentukan prosedur mana yang ingin dijalani, sebaiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit. Pastikan untuk mengetahui manfaat, kekurangan, serta efek samping dari tiap prosedur.

Nyatanya, tidak ada satu jenis perawatan yang dipastikan tepat bagi semua orang. Maka dari itu, dokter kulit bisa merekomendasikan panduan beberapa metode untuk menangani bekas jerawatmu.

Penuaan Kulit

Penuaan kulit dapat diakibatkan oleh dua hal, yaitu hal-hal yang bersifat alami (usia) dan akibat paparan sinar matahari dalam jangka panjang secara berlebihan. Di samping itu, kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok dan pola makan tidak sehat juga dapat mempercepat penuaan kulit.

Pertambahan usia menyebabkan penipisan lapisan kulit terluar (epidermis) sehingga menyebabkan kulit lebih rentan gangguan. Kerusakan inilah yang lama-kelamaan mengakibatkan kerusakan serat kulit (elastin). Kemungkinannya, efek dari paparan ini baru akan terasa bertahun-tahun kemudian.

Pada saat elastisitas kulit makin berkurang, gravitasi akan menekan kulit ke bawah sehingga pipi dan mata terlihat menurun.

Kenapa Penuaan Kulit Perlu Mendapat Perhatian?

Waktu memang tidak dapat dihentikan, tetapi upaya perawatan kulit secara rutin dapat membuat perbedaan besar dengan memperlambat efeknya dan memperbaiki penampilan kulit. Di bawah ini adalah alasan-alasan, baik secara fisik, sosial, dan emosional, tentang alasan penuaan kulit perlu ditangani.

  • Meningkatkan kepercayaan diri.
  • Memenuhi kebutuhan untuk sehat dan tampil awet muda demi mendukung pekerjaan ataupun alasan sosial.
  • Meningkatkan kesehatan kulit.

Hal-hal yang Perlu Diketahui Terkait Penuaan Kulit

Kulit yang menua secara alami akan diikuti oleh kemunculan bintik kulit, kerut, keriput, pigmentasi, pecahnya kapiler, perubahan warna, tekstur kulit, dan berbagai kemungkinan lain. Pada wajah, kerutan-kerutan halus ini umumnya akan mulai terlihat pada kening, kulit di sekitar hidung, pipi atas, dan di sekitar mulut.

Penuaan kulit bahkan juga dapat menyebabkan munculnya tahi lalat dan tanda lahir yang sudah ada sebelumnya menjadi tampak lebih buruk. Begitu juga dengan kondisi lain yang sebelumnya belum terlihat, seperti bekas luka yang terlihat lebih jelas.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan untuk Menghambat Penuaan Kulit?

Kamu bisa melakukan hal-hal di bawah ini sebagai saran menjaga kulit tetap sehat dan terlihat awet muda.

  • Banyak produk anti-penuaan berharga mahal yang menjanjikan perubahan drastis. Padahal sebenarnya produk-produk anti-penuaan ini hanya dapat menangani kerusakan ringan pada permukaan kulit terluar. Meski begitu, ada hal-hal sederhana yang masih dapat didapatkan berkat produk-produk kecantikan ini untuk mengurangi efek buruk sinar matahari pada kulit.
  • Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung, terutama saat kamu sedang beraktivitas di luar ruangan.
  • Sinar ultraviolet dapat menembus lapisan-lapisan dalam kulit, bahkan saat kamu sudah mengenakan pelindung sekalipun. Saran terbaik adalah tetap kenakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada cuaca hujan dan berawan. Utamakan tabir surya yang dapat melindungi kulit dari radiasi sinar UV, UVA, dan UVB dengan SPF di atas 30.
  • Kamu bisa gunakan produk losion yang mengandung vitamin C, idebenone, atau resveratrol sebagai zat antioksidan. Sebagai tambahan, jangan lupa memilih tabir surya yang tahan air saat berenang atau beraktivitas di dalam air. Oleskan kembali tiap dua jam sekali.
  • Meski tabir surya adalah pengaman yang selalu dapat diandalkan, lebih baik untuk menghindari beraktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan. Jika memang terpaksa, disarankan untuk menghindari terkena sinar matahari secara langsung di antara jam 10.00-14.00.
  • Manfaatkan kacamata hitam untuk membantu mengurangi paparan sinar matahari di sekitar mata.
  • Oleskan losion pelembap sesuai jenis kulit setelah mandi. Tepuk-tepuk ringan untuk memudahkannya meresap ke dalam pori-pori kulit. Selain wajah, oleskan juga losion pelembap dan tabir surya pada tangan, termasuk punggung tangan, dan leher untuk meminimalkan atau memperlambat gejala penuaan, seperti kulit kering, bintik gelap, dan hilangnya elastisitas kulit. Tidak perlu membeli produk khusus karena yang digunakan untuk perawatan wajah juga dapat dioleskan pada bagian-bagian tubuh lain.
  • Bertambahnya usia membuat kulit menjadi mengering. Losion pelembap wajah, tubuh, dan lip balm membantu menjaga kadar air pada kulit sehingga tampak lebih muda.
  • Sangat disarankan untuk mengoleskan losion saat mencukur bulu untuk menghindari permukaan kulit yang tergores pisau cukur.
  • Pastikan tubuhmu mendapat istirahat cukup. Sekitar 7-8 jam sehari dapat dimanfaatkan untuk beristirahat.
  • Konsumsi makanan sehat yang dilengkapi dengan menu sayur-sayuran, buah-buahan, protein bebas yang lemak, dan gandum utuh.
  • Kelola stres dengan rutin berolahraga dan bermeditasi.
  • Selalu bersihkan riasan wajah sebelum tidur. Riasan wajah yang berpadu dengan debu menyebabkan penyumbatan pada pori.

Hindari Kebiasaan yang Dapat Mempercepat Penuaan Kulit

Sebagai langkah mengantisipasi penuaan kulit, disarankan untuk tidak melakukan beberapa tindakan berikut karena efeknya justru dapat merusak kulit dan mempercepat proses penuaan kulit.

  • Menggelapkan warna kulit atau Menggelapkan warna kulit membuat kulit lebih berisiko terpapar sinar UV berlebihan yang akibatnya dapat mempercepat penuaan.
  • Membiarkan kulit terlalu sering terpapar air. Hindari mandi terlalu lama dengan air panas karena dapat menghilangkan minyak alami dari kulit. Juga hindari sabun dan pembersih wajah dengan kandungan yang terlalu keras.
  • Merokok ataupun mengonsumsi minuman keras. Keduanya membuat kulit lebih cepat kehilangan kekencangan, kering, dan keriput. Inilah alasan wajah wajah seorang perokok pada umumnya cenderung terlihat lebih cepat menua dibandingkan yang tidak merokok.
  • Hindari paparan bahan kimia keras atau racun pada kulit.
  • Terlalu cepat beralih dari satu produk kesehatan kulit ke produk lain membuatmu tidak dapat meluangkan waktu mendapatkan efek produk tersebut pada kulit. Sebuah produk baru dapat memberikan efek setelah setidaknya enam minggu sejak pemakaian pertama dan dilakukan secara rutin. Di sisi lain, kulit membutuhkan waktu empat bulan untuk meregenerasi elastin dan kolagen. Selain mencegah penuaan kulit, produk-produk ini membantu mengurangi risiko kanker kulit.
  • Terlalu banyak menggunakan produk serum, toner, dan krim malam secara sekaligus justru dapat menyebabkan gangguan kulit berupa iritasi pada permukaan kulit. Saat mencoba produk baru, cobalah untuk memulainya dengan satu produk terlebih dahulu. Setelah dua minggu, kamu dapat kombinasikan dengan produk-produk pendukung lain.
  • Tidak ada produk anti-penuaan yang dapat menangani semua permasalahan kulit secara sekaligus. Lebih baik gunakan satu demi satu produk yang spesifik menangani kondisi tertentu, misalnya satu produk untuk mengurangi kerutan halus atau satu produk untuk mengatasi bintik-bintik hitam.
  • Posisi tidur tengkurap dengan wajah menghadap ke bantal berpeluang menyebabkan kulit menjadi lebih mudah keriput. Posisi terbaik untuk mencegahnya adalah dengan tidur telentang.

Dengan menjaga kesehatan kulit lebih dini, penuaan kulit menjadi lebih mudah dihambat dan hasilnya adalah kulit tampak terawat. Siapa yang tidak menginginkan kulit senantiasa terlihat lebih muda dibandingkan usia yang sesungguhnya, bukan?

Chemical Peeling

Chemical peeling adalah proses pengelupasan kulit yang dilakukan dengan mengoleskan cairan kimia pada permukaan kulit untuk mengangkat lapisan kulit teratas. Setelah diolesi bahan kimia, kulit yang kusam kemudian dapat terkelupas sehingga muncul kulit baru yang lebih halus dengan keriput lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Selain pada wajah, chemical peeling adalah perawatan kulit yang dapat diterapkan pada leher dan tangan juga. Prosedur ini dilakukan pada tingkat kedalaman kulit yang bervariasi menggunakan bahan-bahan kimia yang berbeda-beda pula.

  • Superfisial. Chemical peeling jenis ini tidak menyentuh permukaan kulit di bawah epidermis. Biasanya dilakukan dengan asam ringan seperti alpha-hydroxy untuk menangani perbedaan warna kulit ringan atau kulit kasar pada wajah, dada, leher, atau tangan.
  • Medium. Tingkat kedalaman mencapai dermis atau lapisan kulit tengah. Perawatan yang biasanya menggunakan asam glikolat atau trichloroacetic ini umumnya dilakukan untuk menangani kerutan dan keriput ringan, bercak akibat penuaan, dan bintik Selain itu perawatan jenis ini juga dapat berperan untuk menangani pertumbuhan kulit prakanker, keratosis actinic, atau menghaluskan kulit yang kasar.
  • Dalam. Chemical peeling ini mencapai lapisan di bawah dermis wajah dan hanya dapat dilakukan sekali. Perawatan dengan asam tricholoracetic atau phenol ini berguna mengangkat kerutan jenis menengah, bercak-bercak karena penuaan, bintik, dan bekas luka ringan.

Makin dalam permukaan kulit yang ditangani, maka dibutuhkan waktu pemulihan yang relatif lebih lama, meski memiliki hasil akhir yang lebih maksimal. Hasilnya, kulit diharapkan akan tampak lebih muda dengan warna yang lebih merata.

Awalnya dokter akan mengoleskan alkohol atau aceton pada area kulit yang akan ditangani untuk membersihkan kulit. Setelah dibersihkan secara menyeluruh, kulit diolesi salah satu dari bahan kimia, seperti asam trichloroacetic, asam carbolic, asam glikolat, asam salisilat, atau asam laktat. Dengan cairan ini, jaringan kulit akan mati secara terkontrol, terkelupas, kemudian beregenerasi.

Proses ini dapat dilakukan di ruang praktik dokter tanpa perlu menjalani rawat inap atau dilakukan sendiri dan dipadukan dengan penggunaan produk kosmetika lain.

Apa yang Perlu Dilakukan sebelum Menjalani Chemical Peeling?

Seperti metode-metode perawatan kecantikan kulit lainnya, chemical peeling adalah perawatan kulit yang menyimpan risiko. Oleh sebab itu, lakukan langkah-langkah ini untuk meminimalkan risiko yang ada.

  • Menginformasikan kepada dokter jika kamu pernah mengalami luka melepuh pada mulut (cold sore) berulang, memiliki jaringan parut, atau menjalani prosedur X-ray pada wajah.
  • Mendiskusikan chemical peeling jenis mana yang akan dipilih bersama dokter.
  • Meminta saran dokter mengenai persiapan perawatan kulit dengan penggunaan obat-obatan jika diperlukan, seperti asam glikolat, Renova, atau Retin-A. Termasuk juga mengenai penggunaan obat antivirus atau antibiotik.

Hal yang tidak kalah  penting, cari tahu apakah diperlukan orang lain untuk mengantarmu pulang setelah menjalani prosedur ini.

Kapan Chemical Peeling Diperlukan?

Kriteria seseorang yang paling tepat untuk menjalani chemical peeling adalah mereka yang memiliki bekas luka akibat jerawat, mengalami pigmentasi yang tidak merata, mengalami kerusakan kulit karena sinar matahari sehingga mengalami kulit keriput dan menipis, dan yang mengalami keratosis aktinik atau gejala awal kanker kulit.

Secara umum, prosedur ini bermanfaat untuk:

  • Mengurangi keriput akibat penuaan dan paparan sinar matahari.
  • Mengurangi kerutan halus di sekitar bibir dan mata.
  • Menangani beberapa jenis jerawat.
  • Memperbaiki permukaan dan penampilan kulit.
  • Mengurangi bintik dan bercak gelap pada kulit akibat kehamilan atau konsumsi pil KB.
  • Menyamarkan bekas luka ringan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsultasikan kondisimu kepada dokter kulit atau ahli estetika terkait.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Menjalani Chemical Peeling?

Chemical peeling adalah metode perawatan yang tidak tepat bagi kamu yang berniat menghilangkan keriput pada tingkatan parah, benjolan pada kulit, atau memperbaiki tekstur kulit yang turun. Kondisi-kondisi semacam itu perlu ditangani dengan metode lain, seperti terapi sinar laser atau suntik filler.

Di samping itu, prosedur ini pada umumnya tidak tepat bagi beberapa kelompok orang ini.

  • Berambut terang.
  • Memiliki kutil pada wajah.
  • Wanita hamil atau menyusui.
  • Mengalami psoriasis, eksim, dermatitis, atau rosacea.
  • Memiliki riwayat permukaan kulit tidak merata karena keloid.
  • Mengalami pigmentasi kulit yang tidak normal.
  • Seseorang yang menggunakan obat jerawat isotretinoin dalam enam bulan terakhir.
  • Mengalami luka melepuh pada mulut (cold sore) yang parah atau berulang kali.
  • Warna kulit orang yang berkulit gelap akan cenderung menjadi tidak merata setelah menjalani chemical peeling.

Untuk itu penting untuk menginformasikan kondisi kesehatanmu kepada dokter sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini.

Apakah Chemical Peeling Terasa Sakit?

Proses pengerjaan chemical peeling adalah 5-10 menit. Selama itu, kamu mungkin akan merasakan perih dan tersengat. Setelah atau selama proses ini, rasa sakit dapat diredakan dengan kompres dingin atau obat-obatan pereda rasa sakit.

Setelah itu, kulitmu akan mengelupas dan mengalami kemerahan pada wajah selama setidaknya 3-7 hari. Sementara chemical peeling jenis menengah biasanya akan mengalami pembengkakan dan kulit melepuh yang akan mengelupas dalam 1-2 minggu.

Ini sebabnya chemical peeling adalah perawatan yang membutuhkan obat bius lokal, bahkan terkadang bius total. Tanyakan kepada dokter mengenai efek samping bius total untuk mengantisipasi kondisi tertentu yang tidak diinginkan.

Apa Efek Samping atau Komplikasi dari Chemical Peeling?

Setelah menjalani chemical peeling, kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari untuk beberapa waktu. Oleh sebab itu, kamu disarankan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik, terutama pada sekitar pukul 10.00-14:00.

Kamu juga sangat disarankan untuk mengenakan tabir surya SPF di atas 30 untuk melindungi diri dari radiasi sinar UVA dan UVB. Di samping itu, pastikan kamu sudah mengetahui efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Perhatikan hal-hal seperti:

  • Kadang menimbulkan bekas luka pada wajah bagian bawah yang dapat ditangani dengan obat steroid dan antibiotik.
  • Kulit dapat menjadi kemerahan setelah chemical peeling jenis dalam atau menengah yang dapat bertahan hingga beberapa bulan.
  • Infeksi virus herpes dan terkadang infeksi jamur atau bakteri.
  • Warna kulit yang diproses dengan chemical peeling dapat menjadi lebih gelap jika diterapkan pada lapisan kulit teratas atau menjadi lebih terang jika pada lapisan kulit dalam. Perubahan warna kulit ini dapat menjadi permanen dan lebih umum terjadi pada mereka yang berkulit gelap.

Risiko efek samping terparah chemical peeling adalah gangguan pada jantung, hati, atau ginjal. Asam karbolik atau phenol yang digunakan dapat menyebabkan jantung berdetak tidak teratur karena otot jantung terganggu. Tidak hanya itu, kamu juga perlu mencermati risiko komplikasi seperti di bawah ini.

  • Beberapa jenis kulit akan mengalami perubahan warna sementara atau permanen. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada mereka yang mengonsumsi pil KB, hamil lebih dari sekali, atau memiliki riwayat perubahan warna kulit wajah menjadi kecokelatan.
  • Sebagian kecil orang lebih berisiko mengalami bekas luka.
  • Seseorang yang pernah mengidap herpes akan berisiko mengalami luka melepuh pada mulut (cold sores).

Segera periksakan diri kepada dokter jika kamu mengalami kondisi seperti di atas setelah menjalani prosedur chemical peeling.

Selulit

Selulit adalah gumpalan lemak di balik kulit yang sering muncul di beberapa bagian tubuh, seperti pada perut, pinggul, bokong, atau paha. Wanita lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini.

Menurut penelitian, sekitar 85 persen wanita di atas 21 tahun atau yang sudah melewati masa pubertas pernah memiliki selulit. Kemunculan gumpalan lemak ini akan tampak lebih jelas pada wanita yang memiliki warna kulit gelap.

Selulit ringan bisa dideteksi dengan cara menekan atau mencubit bagian-bagian tubuh yang sering ditumbuhinya. Pada level yang lebih parah bisa terlihat dengan jelas tanpa harus menekan atau mencubit bagian tubuh yang tertentu.

Kemunculannya sebetulnya tidak membahayakan kesehatan, namun kondisi ini sering kali mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seseorang.

Apa yang Menyebabkan Selulit?

Selulit adalah masalah kulit akibat adanya penumpukan sel lemak yang selanjutnya menekan jaringan ikat di balik kulit. Hal ini membuat permukaan kulit terlihat tidak rata dan mengerut, mirip permukaan kulit jeruk.

Ada beberapa faktor penyebab, di antaranya bertambahnya jaringan lemak (kelebihan berat badan), metabolisme tubuh yang lambat, perubahan hormon, dehidrasi, jarang berolahraga, atau karena pola diet yang salah.

Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, 10 persen pria juga pernah mengalami selulit yang terutama diakibatkan oleh faktor usia. Makin bertambah tua, kulit seseorang akan kehilangan elastisitas dan membuatnya terlihat jelas. Selain itu, faktor berat badan dan keturunan juga bisa meningkatkan risiko kemunculannya.

Jika kamu memiliki ibu dan nenek yang mengalami selulit, maka kamu sendiri berpotensi mengalaminya juga. Namun, faktor keturunan tidak menjadi faktor penentu yang dapat meningkatkan risiko.

Potensi kemunculan akan lebih besar jika seseorang memiliki gaya hidup yang pada dasarnya tidak sehat, sering mengonsumsi makanan berlemak, jarang bergerak, serta jarang berolahraga.

Bagaimana Cara Menangani Selulit?

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang terbukti efektif menghilangkan selulit. Meski begitu, terdapat beberapa jenis pengobatan bisa dilakukan untuk menyamarkannya hanya untuk sementara waktu. Artinya hanya akan hilang dalam beberapa saat dan bisa muncul lagi beberapa bulan kemudian.

Agar kemunculannya tidak mengganggu penampilan, penanganan ini harus terus dilakukan secara berulang. Apa yang kamu bisa lakukan untuk mengatasinya?

Teknik pijatan

Yang pertama, penanganan selulit adalah melalui teknik pijatan untuk melancarkan aliran darah. Secara tidak langsung hal ini akan mengurangi penumpukan lemak. Penelitian berhasil menemukan bahwa salah satu jenis pijatan yang terbukti efektif adalah endermologie.

Teknik pijatan ini dilakukan dengan bantuan perangkat medis untuk meratakan bagian kulit yang terjangkit. Dengan begitu, tampilannya akan tersamarkan dan permukaan kulit terlihat rata.

Sinar laser

Pengobatan dengan sinar laser meliputi beberapa teknik, yaitu pijatan, liposuction (penyedotan sel lemak), dan terapi sinar laser. Metode ini bisa menangani selulit dengan cara mencairkan lemak, memotong jaringan ikat, meratakan penumpukan lemak, meningkatkan pertumbuhan kolagen, mengencangkan kulit, serta meningkatkan aliran darah. Metode ini bisa menghilangkan 75 persen selulit dalam kurun waktu satu tahun.

Cryolipolysis

Cryolipolysis adalah prosedur noninvasif yang dilakukan untuk membekukan dan membunuh jaringan lemak. Setelah jaringan lemak mati, secara otomatis tubuh akan membuangnya. Metode ini diprediksi bisa menyamarkan jika dilakukan secara rutin selama 3-4 bulan.

Terapi shockwave

Terapi ini sering digunakan untuk mengobati batu ginjal. Namun dengan tekanan yang rendah, terapi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi selulit. Jika dilakukan dua kali seminggu selama dua bulan, tampilannya yang kian berkurang akan terlihat dalam waktu enam bulan.

Subcision

Dengan metode ini, dokter akan menandai bagian yang ditumbuhi selulit, menyuntikkan cairan mati rasa, kemudian memasukkan pisau kecil untuk memotong jaringan ikat tempat lemak menumpuk. Jika metode ini dilakukan secara rutin, perbaikan penampilan akan terlihat dalam dua tahun.

Terapi ultrasound 

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk mengurangi penumpukan lemak. Perubahan tampilan selulit setelah melakukan terapi ini bisa dilihat dalam 2-3 bulan.

Krim oles

Menggunakan 0,3 persen krim retinol dua kali sehari telah terbukti bisa menyamarkan selulit dalam waktu enam bulan. Obat-obatan oles ini mengandung beberapa bahan pendukung, seperti caffeine, aminophylline, mineral, vitamin, dan ekstrak herba untuk mengurangi kadar lemak di dalam tubuh.

Selulit adalah masalah kulit yang memang sulit untuk diatasi secara permanen. Sebelum kehadirannya mengganggu penampilan, perbanyaklah berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. 

Seseorang yang sering melakukan perenggangan tubuh (stretching) sebelum mulai berolahraga bisa membakar lemak yang menumpuk. Untuk membantu mengurangi selulit dan memperbaiki penampilan, disarankan untuk banyak mengonsumsi cairan, baik air mineral maupun cairan dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Utamakan untuk mengonsumsi tomat, mentimun, dan lobak untuk mendapatkan tambahan asupan cairan. Makanan yang sehat akan memperkuat jaringan ikat di dalam tubuh sehingga tidak mudah tertekan oleh penumpukan sel lemak di balik kulit.

Yuk, Cari Tahu soal Chemical Peeling di Sini

Beragam salon kecantikan atau tempat perawatan wajah kerap menyediakan pelayanan chemical peeling yang dapat mengatasi masalah kulitmu, seperti jerawat, komedo, tanda-tanda penuaan, dan lainnya. Namun, tahukah kamu apa manfaat chemical peeling yang sebenarnya?

Kulit adalah organ terbesar pada tubuh yang memiliki banyak manfaat, di antaranya melindungi kita dari mikroba dan unsur-unsurnya; membantu mengatur suhu tubuh; serta memungkinkan adanya sensasi sentuhan rasa panas dan dingin.

Manfaat Chemical Peeling dan Jenis-jenisnya

Masalah kulit adalah masalah yang amat umum terjadi pada sebagian besar orang, terutama wanita. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang kerap menempuh beragam cara untuk merawat kulit, salah satunya dengan chemical peeling. Jangan heran jika mereka terlihat rela mengantre di tempat perawatan kecantikan hingga berjam-jam demi bisa mendapatkan kulit yang diidam-idamkan.

Chemical peeling juga dikenal dengan sebutan pengelupasan (chemexfoliation) atau derma peeling. Dalam perawatan ini, larutan kimia akan dioleskan pada area kulit yang diinginkan. Larutan kimia ini akan menjadikan kulit melepuh dan akhirnya terkelupas sehingga memungkinkan lapisan kulit baru di bawahnya untuk muncul. Lapisan kulit baru ini terasa lebih halus dan lebih kencang dibandingkan lapisan kulit lamamu.

Beberapa bahan kimia yang sering digunakan untuk larutan pengelupasan adalah:

  • Asam beta-hidroksi (asam salisilat)
  • Asam alfa-hidroksi (asam laktat dan asam glikolat)
  • Retinoid (tretinoin yang dilarutkan di dalam propilen glikol)
  • Fenol (asam karbol)
  • Asam trikloroasetat

Sebagian klinik menggunakan larutan Jessner, kombinasi resorsinol (14 gram), asam salisilat (14 gram), dan asam laktat (85%) di dalam etanol (95%) sebagai zat pengelupas yang sangat baik juga.

Prosedur ini bertujuan memperbaiki struktur penampilan dan warna kulit wajahmu secara keseluruhan. Adapun beberapa manfaat yang ditawarkan dari chemical peeling, antara lain:

Chemical peeling terbagi menjadi tiga jenis dengan masing-masing jenisnya memiliki kegunaan yang berbeda-beda, di antaranya:

Chemical peeling ringan (superfisial)

Pada jenis ini, sel kulit diangkat dari lapisan yang paling atas atau yang dikenal dengan jaringan epidermis. Larutan chemical peeling akan diolesi pada kulitmu selama beberapa menit sehingga membuat kulit terasa kencang selama beberapa menit. Jika kamu memilih chemical peeling jenis ini, kamu harus melakukannya secara rutin untuk mempertahankan efek yang dihasilkan.

Chemical peeling medium

Pada jenis ini, sel kulit akan diangkat dari lapisan kulit bagian atas dan tengah. Ada sensasi terbakar atau menyengat yang dirasakan oleh kulitmu ketika dioleskan larutan chemical peeling medium. Kulit bisa berubah warna menjadi cokelat atau merah selama beberapa hari setelah menjalani chemical peeling.

Dalam perawatan chemical peeling jenis ini, dibutuhkan waktu hingga enam minggu agar kulit kembali normal. Kamu harus menjalani perawatan ini secara rutin, disarankan tiap 6-12 bulan sekali untuk menjaga manfaatnya.

Chemical peeling dalam

Pada jenis ini, sel kulit diangkat dari lapisan kulit yang terdalam. Saat melakukan perawatan ini, dokter kecantikan mungkin akan memberi anestesi lokal dan obat penenang. Perawatan jenis ini akan menimbulkan rasa dingin seiring terjadinya proses pengelupasan kulit.

Saat melakukan perawatan ini, tekanan jantung dan darahmu perlu dipantau karena bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan efek berbahaya pada jantung dan ginjal.

Perhatikan pula bahwa perawatan ini tidak cocok bagi kamu yang memiliki warna kulit yang gelap. Waspadai, jenis chemical peeling dalam dapat menimbulkan pembengkakan yang bisa bertahan hingga dua minggu dan kulit menjadi kemerahan hingga tiga bulan.

Meski begitu, perawatan ini hanya dilakukan satu kali untuk mendapatkan efek atau manfaatnya, jadi tidak perlu melakukan perawatan ulang seperti dua jenis perawatan lainnya.

Perhatikan Hal-Hal Ini sebelum Menjalani Prosedur Chemical Peeling

Sebelum melakukan perawatan ini, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan pastikan, misalnya apakah dokter spesialis atau tenaga kesehatan yang melakukan perawatan ini bersertifikat atau tidak, berapa banyak orang yang telah berhasil melakukan perawatan kulit ini, hal-hal apa saja yang kamu harus lakukan sebelum/setelah melakukan perawatan, dan apa efek sampingnya.

Umumnya, prosedur chemical peeling dapat dijalani oleh siapa saja. Akan tetapi, perawatan ini lebih cocok dilakukan kepadamu yang memiliki kulit rusak akibat radiasi sinar matahari, pigmentasi yang tidak merata, dan kerastosis aktinik.

Kamu yang berkulit terang dan memiliki rambut terang juga cocok untuk melakukan perawatan ini. Namun, jika kamu memiliki kulit berwarna gelap, berhati-hatilah dalam melakukan chemical peeling karena ada kemungkinan besar bahwa pigmentasi kulit yang baru akan jauh berbeda dengan warna kulit di area sekitarnya.

Kendati bermanfaat dalam meningkatkan kecantikan kulit, chemical peeling juga menimbulkan beberapa risiko atau efek samping, lho. Beberapa risiko yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Kulit menjadi kering atau berwarna gelap secara permanen.
  • Munculnya jaringan parut atau infeksi.
  • Reaktivasi infeksi herpes simpleks.
  • Perbedaan warna yang kontras antara kulit lama dengan kulit yang baru setelah menjalani perawatan.

Kulitmu akan menjadi sangat sensitif setelah menjalani perawatan ini. Oleh karena itu, penting bagimu untuk menghindari sinar matahari selama dan setelah proses penyembuhan. Jika setelah melakukan perawatan ini terjadi perubahan pada kulit di luar hal yang telah disebutkan, kamu disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Penyebab Jerawat dan Cara Menghilangkannya

Penyebab jerawat bisa bermacam-macam bagi tiap orang. Jerawat terjadi ketika kelenjar minyak (sebaceous) menempel pada folikel rambut yang umumnya terstimulasi pada masa pubertas atau karena adanya perubahan hormon lainnya.

Sebum atau minyak adalah zat alami yang melumasi dan melindungi kulit. Meskipun merupakan hal yang normal terjadi pada masa-masa pubertas, hadirnya jerawat berisiko mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri Anda.

Apa yang Bisa Menjadi Penyebab Jerawat?

Penyebab jerawat yang utama adalah produksi minyak berlebihan, matinya sel kulit, penyumbatan pori-pori, dan infeksi bakteri. Jerawat muncul ketika minyak bercampur dengan sel-sel kulit yang telah mati dan menyumbat pori-pori kulit.

Nyatanya, jerawat dapat muncul di mana saja, seperti pada wajah, leher, dada, punggung, dan bahu. Hal itu karena kulit di daerah-daerah tersebut memiliki kelenjar minyak paling banyak yang merupakan faktor pendukung utama munculnya jerawat.

Terdapat beberapa jenis jerawat, yaitu:

  • Komedo hitam
  • Komedo putih
  • Papula
  • Pustula (jerawat bernanah)

Kendati jerawat terkait erat dengan masa pubertas, namun tidak hanya remaja yang dapat berjerawat. Berdasarkan penelitian medis, kaum wanita pun kerap mengalami jerawat di usia 30-an, 40-an, 50-an, dan bahkan mungkin pada usia seterusnya. Pada kasus yang jarang terjadi, bayi yang baru lahir pun bisa berjerawat.

Penyebab Jerawat Sudah Tahu, Lalu Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat?

Jerawat terkadang bisa menyebabkan atau meninggalkan noda bintik-bintik, kulit menjadi berminyak, dan kulit terasa sakit atau panas.

Pengobatan jerawat sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya, apakah ada peradangan atau ada bakteri. Sebagian jerawat biasanya hanya terdiri dari benjolan merah pada kulit tanpa adanya luka. Krim topikal atau losion antijerawat bekerja dengan baik untuk mengobati jerawat jenis ini.

Namun, jika jerawat Anda diakibatkan oleh infeksi bakteri atau pembengkakan dengan luka terbuka, maka dibutuhkan obat antibiotik oral atau isotretinoin yang mampu bekerja lebih baik untuk mengatasi jerawat jenis tersebut.

Jika Anda memiliki jerawat yang membandel, sangat disarankan untuk menjalani suatu perawatan medis. Beberapa jenis obat yang umumnya digunakan dokter untuk mengobati jerawat adalah:

  • Benzoil peroksida, seperti Brevoxyl atau Triaz.
  • Asam salisilat, seperti Propa pH atau Stridex.
  • Antibiotik topikal dan oral, seperti klindamisin, doksisiklin, eritromisin, dan tetrasiklin.
  • Obat retinoid topical, seperti tretinoin (Retin-A), adapalene (Differin), dan tazarotene (Tazorac).
  • Asam Azelaic, seperti Azelex, krim topical.
  • Penghambat androgen, seperti spironolakton. Penangkal atau penghambat androgen dapat dimanfaatkan untuk mengobati jerawat. obat-obatan ini berfungsi mengurangi produksi sebum atau minyak yang dihasilkan pada pori-pori Anda.

Menghilangkan Jerawat dengan Efektif dengan Bahan-bahan Alami

Selain menggunakan obat-obatan, ada pula beberapa cara lain untuk meredakan jerawat secara alami, seperti:

  • Irisan mentimun

Tidak hanya digunakan sebagai masker mata, mentimun juga dapat membantu mengurangi pembengkakan jerawat. Warna merah dan peradangan yang diakibatkan oleh jerawat, dapat diringankan dengan mentimun. Hal itu karena mentimun mampu mendinginkan kulit.

  • Gunakan bawang putih

Bawang putih mengandung antiseptik dan antibakteri yang dapat membantu meredakan jerawat. Bawang putih juga mengandung allicin yang merupakan senyawa antibakteri. Penggunaan bawang putih untuk mengatasi jerawat bisa dilakukan dengan menumbuknya hingga halus dan dicampurkan sedikit air. Oleskan pada bagian kulit yang muncul jerawat. Diamkan selama lima menit, lalu bilas dengan air hingga bersih.

  • Gunakan es batu

Anda dapat memanfaatkan es batu untuk mengurangi peradangan pada jerawat. Caranya dengan membungkus es batu dengan kain bersih dan menempelkannya pada jerawat selama satu menit. Hal ini mampu mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada jerawat Anda.

  • Putih telur

Putih telur mengandung protein dan vitamin yang dapat membantu mengencangkan kulit dan mengontrol minyak pada kulit Anda. Selain itu, putih telur juga dapat membantu mengatasi pori-pori yang tersumbat dan mengurangi peradangan.

Cara meredakan jerawat secara alami dengan putih telur sangat mudah, yaitu cukup dengan mengolesi putih telur pada area yang berjerawat dan tunggu selama 10 menit. Setelah itu, bilas dengan air hingga bersih.

  • Gunakan minyak pohon teh

Gel yang mengandung 5 persen minyak pohon teh mungkin sama efektifnya dengan losion yang mengandung 5 persen benzoyl peroksida, meskipun minyak pohon teh mungkin berefek lebih lambat dalam mengatasi jerawat Anda.

  • Ekstrak teh hijau dan lidah buaya

Losion yang mengandung 2 persen ektrak teh hijau dapat membantu mengurangi jerawat. Sama halnya dengan 50 persen gel lidah buaya yang dikombinasikan dengan obat jerawat konvensional, seperti tretinoin, dapat meredakan jerawat.

  • Madu dan kayu manis

Madu dikenal sebagai hasil alam yang mujarab mengatasi berbagai penyakit. Salah satunya bisa meredakan beberapa masalah pada kulit Anda, seperti bisul dan luka bakar. Madu murni yang belum diolah memiliki manfaat obat, seperti madu manuka yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati jerawat.

Selain madu, kayu manis juga bisa mengobati jerawat. Kayu manis memiliki potensi antimikroba, antiparasit, dan antioksidan.

Kedua bahan ini bisa dijadikan sebagai masker untuk wajah Anda yang berjerawat. Caranya, cukup campurkan tiga sendok makan madu manuka dengan satu sendok makan kayu manis. Campurkan kedua bahan tersebut dan hangatkan di dalam microwave selama 30 detik.

Selanjutnya, masker bisa Anda oleskan pada wajah atau dalam hal ini pada area kulit yang berjerawat. Tidak perlu terlalu lama, cukup didiamkan saja selama 10 menit. Kemudian bilas dengan air dan keringkan wajah Anda dengan handuk bersih.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah untuk Mencegah Jerawat?

Beberapa tips bermanfaat yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Lebih baik jangan memencet jerawat karena justru dapat menjadikan jerawat lebih buruk dan berisiko menyebabkan luka permanen.
  • Cobalah untuk mencuci atau membersihkan area berjerawat menggunakan sabun wajah khusus dan air hangat. Karena air yang sangat panas atau dingin dapat membuat jerawat makin parah.
  • Jangan mencuci area kulit yang terkena jerawat lebih dari dua kali dalam sehari. Terlalu sering mencuci area yang berjerawat dapat mengiritasi kulit dan memperburuk gejala-gejala yang sudah terjadi.
  • Hindari penggunaan make up dan kosmetik terlalu banyak. Gunakan produk kecantikan yang berbasis air atau produk non-komedogenik karena produk tersebut cenderung lebih sedikit menyumbat pori-pori. Lebih jauh lagi, jangan lupa untuk membersihkan make up atau riasan sebelum tidur.

Jerawat pada masa pubertas adalah bagian dari siklus alami tubuh, tapi selain itu ada juga yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Apa pun penyebab jerawat yang ada, jangan dianggap sepele.

Waspada jika jerawat yang muncul terasa makin mengganggu dan bertambah parah. Jika tidak ditangani, pada akhirnya akan berisiko meninggalkan bekas jerawat yang tentunya harus dihindari. Sebagai pencegahan pertama, selalu jaga kebersihan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Powered by WordPress.com.

Up ↑