Daging Tumbuh

Daging tumbuh adalah daging yang muncul di permukaan kulit. Umumnya daging yang tumbuh di permukaan kulit ini tidak berbahaya sebagaimana tidak bersifat kanker. Kemunculannya didukung oleh faktor penuaan dengan risiko lebih tinggi terjadi setelah berusia 50 tahun.

Kondisi yang terjadi sebagai respons alami tubuh terhadap radiasi dari paparan sinar matahari ini bisa terjadi pada pria maupun wanita.

Daging ini bisa tumbuh di satu tempat atau di banyak tempat sekaligus. Jumlahnya pun bervariasi, mulai dari satu hingga berjumlah ribuan. Keberadaan daging berlebih ini umumnya tidak mengganggu kesehatan, hanya saja kemunculannya mengganggu kepercayaan diri.

Jenis-jenis Daging Tumbuh

Daging tumbuh adalah kondisi gangguan kulit yang secara khusus terbagi atas tiga jenis, yaitu:

  • Tahi lalat. Tahi lalat muncul karena pigmentasi sel pada kulit. Bentuknya bisa merata atau menonjol ke luar permukaan kulit. Tahi lalat juga bisa disertai beberapa helai rambut. Pada umumnya berwarna gelap, namun warna dan ukurannya bisa berubah sering berjalannya waktu.
  • Kutil. Kutil adalah daging tumbuh kecil yang muncul di permukaan kulit, tetapi tidak berbahaya. Penyebabnya adalah human papillomavirus (HPV) dan bisa menyebar ke bagian tubuh lain atau menular ke orang lain jika tersentuh langsung.
  • Skin tag. Pertumbuhannya bisa terjadi di beberapa tempat, namun paling sering muncul di ketiak, leher, kelopak mata, lipatan di pangkal paha, dan bagian bawah dada. Skin tag tidak menimbulkan rasa sakit, tapi bisa menyebabkan iritasi dan gatal.

Apa Saja Gejala-gejala Daging Tumbuh?

Kemunculan daging tumbuh pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Hanya saja, penderita mungkin akan merasa tidak nyaman ketika daging yang tumbuh mengalami iritasi karena tergores atau tergaruk. Jika sudah tergaruk akan terasa perih, memerah, berdarah, atau menghitam karena jaringan kulit yang mati.

Apa yang Menjadi Penyebab Daging Tumbuh?

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu pertumbuhannya, namun secara umum, penyebab daging tumbuh adalah:

  • Kehamilan. Peningkatan kadar hormon dan berat badan bisa menjadi pemicu. Jika dipengaruhi oleh kehamilan, daging yang tumbuh umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah masa-masa kehamilan.
  • Resistensi insulin. Orang-orang yang memiliki resistensi insulin tidak mampu menyerap glukosa secara sempurna dari aliran darah. Kondisi ini bisa menjadi pemicu.
  • Human papillomavirus (HPV). Berdasarkan hasil penelitian pada orang-orang yang mengalami skin tag, ditemukan human papillomavirus (HPV) pada hampir 50 persen di antara mereka.

Bagaimana Cara Menghilangkan Daging Tumbuh?

Upaya untuk menghilangkannya akan dilakukan secara berbeda-beda, tergantung kepada jenis yang ada. Jika berupa tahi lalat, maka pertama-tama dokter akan memeriksanya dengan metode biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

Melalui pemeriksaan laboratorium, dokter juga bisa mengetahui apakah sel-sel pada tahi lalat bersifat kanker. Jika dokter menemukan sel-sel pada daging tumbuh adalah sel kanker kulit, maka dokter bisa menentukan pengobatan lanjutan yang tepat untuk mengatasinya.

Berbeda dengan tahi lalat, skin tag yang berukuran kecil akan menghilang dengan sendirinya. Untuk menangani yang berukuran besar, dokter bisa merekomendasikan pasien untuk menjalani salah satu metode berikut.

  • Bedah elektro. Pada prosedur ini, jaringan yang ingin disingkirkan akan dipanaskan atau dibakar dengan energi listrik berfrekuensi tinggi.
  • Cryotherapy. Disebut juga dengan prosedur cryosurgery, jaringan kulit akan dibekukan dengan cairan nitrogen. Selanjutnya jaringan yang beku akan rontok dari permukaan kulit.
  • Operasi. Prosedur operasi akan dilakukan dokter secara manual menggunakan pisau bedah atau gunting. Pasien bisa meminta bius lokal untuk meminimalkan rasa sakit.
  • Ligasi. Pada prosedur ini, sebuah alat medis yang menyerupai karet gelang dililitkan pada jaringan daging tumbuh untuk menghentikan aliran darah pada area terkait. Lama-kelamaan, jaringannya akan mati sendiri dan menghilang.

Bagaimana Cara Mencegah Daging Tumbuh?

Upaya pencegahan di sini tidak bertujuan menghindarinya terjadi pada kulit, melainkan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi yang bertambah parah. Langkah-langkah pencegahan daging tumbuh adalah:

  • Salah satu faktor yang menjadi pemicunya adalah kelebihan berat badan. Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap ideal adalah opsi sehat yang sangat disarankan.
  • Selalu menjaga kebersihan tubuh, termasuk kebersihan pada area yang terjangkit. Kebersihan akan membantu mencegah terjadinya infeksi bakteri dan virus lain.
  • Jangan pernah mengorek atau mencoba menghilangkannya secara paksa. Hal ini justru membuka risiko terjadinya infeksi kulit.
  • Jika terasa makin mengganggu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter demi mendapatkan saran penanganan yang tepat.

 

Menghapus Tato yang Tidak Diinginkan

Ada banyak alasan yang membuat seseorang ingin memiliki tato, tapi sebaliknya juga ada berbagai faktor yang justru membuat seseorang ingin menghapus tato pada tubuhnya.

Misalnya dikarenakan dia ingin bekerja di dalam instansi tertentu, ingin menikah, ingin menggantinya dengan tato yang baru, mengalami alergi akibat tato, atau dilatari faktor agama yang melarang tato.

Sebagai awalan perlu diketahui bahwa metode-metode untuk menghapus tato mungkin akan melibatkan rasa sakit dan berisiko meninggalkan efek samping pada kulit. Meski begitu, perkembangan teknologi bedah kulit dan kosmetik telah berhasil meminimalkan rasa sakit dan mengantisipasi adanya efek-efek samping tersebut.

Beberapa Fakta Terkait Upaya Menghapus Tato

Agar tato bisa hilang dengan mudah, sebaiknya pertimbangkan lebih saksama mengenai ukuran, warna, serta lokasi pembuatan tato. Jika tato dibuat oleh seorang profesional, dia pasti akan membuatnya dengan tinta yang baru.

Permintaan untuk membuat tato berukuran besar hingga menutupi satu anggota tubuh secara menyeluruh pun membutuhkan kepastian dari kedua pihak sebagaimana proses pengerjaan lebih lama, lebih berisiko, dan lebih sulit dihapus jika nantinya berkeinginan untuk dihilangkan.

Selain itu, kemungkinan besar seorang pembuat tato akan menghindari penggunaan warna pastel karena sulitnya menghapus warna tersebut. Berikut adalah beberapa fakta lain terkait menghapus tato.

  • Selain warna pastel, tato dengan warna biru atau hitam pada umumnya lebih sulit untuk dihilangkan.
  • Pembersihan tato bisa menyebabkan kemunculan bekas luka berupa jaringan parut.
  • Tato yang baru lebih sulit untuk dihilangkan dibandingkan tato lama.
  • Penghilangan tato sepenuhnya tidak bisa dilakukan, pasti akan menyisakan tinta-tinta kecil di kulit.
  • Tato yang dibuat dengan cara tradisional cenderung lebih susah dihilangkan.

Apa yang harus Dilakukan sebelum Menghapus Tato?

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menghapus tato, antara lain:

  • Mencari dokter kulit atau ahli estetika yang berpengalaman, jangan menghapusnya sendiri dengan cara-cara yang tidak konvensional.
  • Biaya yang dibutuhkan untuk menjalani penanganan.
  • Sampaikan seluruh alasan tentang keinginan menghapusnya kepada dokter.
  • Tanyakan kepada dokter tentang risiko yang mungkin muncul setelah ditangani.
  • Ikuti instruksi yang diberikan dokter baik sebelum maupun sesudah prosedur penanganan.

Sebagai saran medis, tunda penanganan jika memiliki masalah hipopigmentasi, hiperpigmentasi, berjerawat aktif, dan berkulit kutil. Pengidap diabetes dan penyakit autoimun juga dihimbau tidak melakukannya.

Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan saran yang tepat dalam menyikapi kondisi semacam ini. Dokter mungkin akan memberikan saran alternatif yang lebih aman.

Bagaimana dengan Menghapus Tato Menggunakan Krim?

Salah satu cara menghapus tato adalah menggunakan krim yang bisa dibeli secara bebas di pasaran. Meski produk krim semacam ini diklaim  dapat menghapusnya dengan membersihkan lapisan epidermis kulit, penggunaannya tetap tidak boleh sembarangan.

Ada juga produk krim lain yang diklaim dapat menghapus tato dengan mengganti sel darah putih yang berisi tinta tato. Namun, klaim semacam ini belum membuktikan efektivitasnya secara lengkap.

Perlu diketahui ada beberapa risiko efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan krim penghilang tato semacam ini, seperti:

  • Kulit memerah, muncul ruam, atau mengelupas.
  • Muncul jaringan parut permanen disertai kulit yang terasa panas.
  • Peradangan kulit dan berubahnya warna kulit secara permanen.

Menghapus Tato dengan Aman sesuai Rekomendasi Medis

Dalam hal ini, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter kulit atau ahli estetika yang berlisensi. Prosedur menghapus tato yang mereka bisa sarankan adalah operasi laser, bedah eksisi, dan dermabrasi.

Operasi laser

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan laser khusus dengan jenis Q-switched. Prosedur ini mengandalkan energi panas yang terkonsentrasi untuk melunturkan tinta tato.

Sebagai dampak penggunaan energi panas, kulit pasien kemungkinan akan membengkak, beradarah, atau melepuh setelah prosedur ini dilakukan. Untuk mencegah infeksi, dokter mungkin akan memberikan antibiotik oles seperti Neosporin.

Terapi IPL (Intense Pulsed Light)

Prosedur terapi IPL menggunakan suatu perangkat yang dapat memancarkan pulsa cahaya berspektrum luas sehingga memungkinkan penanganan difokuskan hanya pada area kulit bertato yang diinginkan tanpa merusak jaringan kulit lain di sekitarnya.

Bedah eksisi

Sebelum prosedur bedah eksisi dilakukan, dokter akan memberi suntik bius lokal untuk membuat area kulit mati rasa. Setelah itu, dokter akan menggunakan pisau bedah untuk mengiris kulit yang bertato. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cepat dan cukup efektif untuk menghapus tato. Hanya saja, prosedur ini akan meninggalkan bekas luka yang cukup besar.

Dermabrasi

Prosedur dermabrasi dilakukan dengan cara membius area kulit yang bertato terlebih dulu. Kemudian, dokter akan menggunakan alat khusus seperti sikat abrasif untuk mengikis permukaan kulit terluar yang bertato. Dermabrasi akan membuat kulit terasa kebas sampai sekitar seminggu setelah prosedur ini dilakukan.

Efek Samping dari Prosedur Menghapus Tato

Tidak semua metode menghapus tato cocok dengan kondisi kulit seorang pasien. Maka dari itu sebelum diterapkan, dokter akan melihat ukuran, jenis tinta yang digunakan, serta warna tato terlebih dahulu.

Dengan begitu, dokter bisa menentukan metode yang tepat untuk diterapkan agar peluang keberhasilan penghapusan tato pun meningkat selain untuk mengantisipasi terjadinya efek samping tertentu seusai penanganan.

Terlepas dari itu, sudah menjadi bagian dari prosedur medis bagi dokter kulit atau ahli estetika untuk menjelaskan apa saja yang mungkin terjadi di luar ekspektasi pasien. Berikut adalah efek samping yang bisa muncul berdasarkan masing-masing prosedur.

Operasi laser

Prosedur ini terbukti efektif menghapus tato yang berukuran kecil. Namun jika dibandingkan dengan bedah eksisi atau dermabrasi, teknik ini berbiaya lebih mahal dan akan menyebabkan rasa sakit terhadap penanganan tato berukuran besar.

Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan adalah kemunculan bekas luka berupa jaringan parut di area kulit yang sebelumnya bertato.

Terapi IPL (Intense Pulsed Light)

Berbeda dengan prosedur perawatan kulit dengan dermabrasi dan operasi laser, terapi IPL tidak membutuhkan waktu pemulihan. Walau risiko efek samping tetap ada, seperti kulit mengalami memar, melepuh, dan mengalami pigmentasi. Selain itu, pasien bisa mengalami kudis.

Bedah eksisi

Dokter tidak akan menganjurkan pasien menjalani bedah eksisi jika memiliki tato yang berukuran besar. Sebab, teknik ini akan menimbulkan efek samping berupa rasa sakit.

Makin besar tato yang ditangani, rasa sakit yang mungkin dirasakan akan meningkat. Oleh karena itu, teknik ini hanya akan dilakukan untuk menangani tato berukuran kecil.

Dermabrasi

Teknik dermabrasi bisa dilakukan jika bedah eksisi maupun operasi laser tidak berhasil menghapus tato atau jika pasien menilai biayanya terlalu mahal.

Dermabrasi memang lebih murah dan efektif menangani tato kecil dalam waktu yang relatif singkat. Meski begitu, efektivitas prosedur ini tidak sebaik dua prosedur lainnya jika tato yang ingin dihilangkan berukuran lebih besar.

Mulai sekarang, jangan sembarangan menangani tato yang tidak lagi diinginkan. Daripada harus menghadapi risiko kerusakan jaringan kulit, lebih baik konsultasikan kepada dokter kulit. Dengan begitu, proses menghapus tato bisa dilakukan dengan aman.

Benjolan pada Kulit

Benjolan pada kulit adalah gumpalan yang muncul di permukaan kulit. Bentuknya bisa bervariasi, misalnya berbentuk luka dalam atau memar, tahi lalat, dan keratosis aktinik.

Meski pertumbuhannya dinilai tidak normal, benjolan pada kulit pada umumnya bersifat jinak. Namun, lain halnya bagi seseorang yang sebelumnya pernah memiliki riwayat kanker kulit karena kondisi ini bisa berbahaya.

Jenis-jenis Benjolan pada Kulit

Benjolan pada kulit terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Primer adalah kondisi abnormal yang muncul sejak lahir dan sekunder muncul sebagai akibat dari dampak iritasi, luka, dan yang sejenisnya.

Benjolan primer

  • Tahi lalat (macule). Biasanya berwarna cokelat, putih, atau merah dengan ukuran diameter sekitar 1 cm.
  • Ruam (rash). Muncul dengan ukuran kecil maupun besar sebagai reaksi alergi.
  • Pustula. Kondisi yang disebabkan oleh bisul atau jerawat ini berisi nanah.
  • Bintil. Umumnya, bertekstur padat dan berbentuk bintil dengan ukuran diameter lebih dari 2 cm.
  • Kulit melepuh (blister). Disebabkan oleh efek radiasi sinar matahari, tersengat serangga, infeksi virus, atau luka gesekan dengan kain sepatu dan pakaian dalam jangka panjang.

Benjolan sekunder

  • Koreng (crust). Muncul akibat darah yang mengering pada luka terbuka.
  • Bisul. Kemunculannya disebabkan infeksi bakteri dan benturan (trauma fisik).
  • Sisik (scale). Dihasilkan oleh lapisan kulit yang mengelupas.
  • Bekas luka. Luka yang mengering pada kulit.
  • Atrofi kulit. Terjadi ketika kulit menipis dan keriput karena pengaruh obat steroid topikal.

Apa yang Menjadi Penyebab Benjolan pada Kulit?

Penyebab benjolan pada kulit adalah infeksi yang terjadi di balik kulit dan/atau di permukaan kulit. Salah satu contohnya adalah infeksi kulit menular. Virus penyebab penyakit kulit menular dari satu orang ke orang lainnya terjadi melalui kontak secara langsung.

Infeksi kulit seperti cacar air dan herpes bisa terjadi di seluruh bagian tubuh dan merupakan penyebab benjolan pada kulit.

Selain karena infeksi, beberapa jenis di antaranya terjadi karena faktor keturunan atau bawaan lahir, misalnya tahi lalat dan tanda lahir. Penyebab lainnya adalah reaksi alergi dan penyakit diabetes.

Siapa pun bisa mengalaminya, namun risiko kemunculannya meningkat pada orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Gangguan kulit ini juga lebih mungkin menimpa orang-orang yang pernah mengalami alergi dan penyakit autoimun.

Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan pada Kulit?

Untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat, diperlukan diagnosis dokter terlebih dahulu. Diagnosis dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk memeriksa kondisi benjolan pada kulit, mengambil sampel jaringan pada benjolan yang ada, serta menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien.

Ada dua jenis pengobatan utama yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu dengan obat-obatan dan operasi kulit.

Obat-obatan

Sebagai tahap awal, dokter bisa memberikan obat topikal untuk mencegah peradangan sekaligus melindungi area yang mengalami masalah. Langkah ini juga berfungsi meredakan gejala yang muncul, mengurangi rasa sakit, meredakan suhu panas tubuh, dan menghilangkan gatal.

Bagi pasien yang kondisinya tidak membaik setelah diberikan pengobatan topikal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika ditemukan bahwa benjolan pada kulit disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan obat oral antibiotik untuk meredakan gejala.

Operasi kulit

Pada kasus tertentu, dokter bisa merekomendasikan operasi kulit dengan tetap mendasarkannya kepada masalah kulit yang dialami pasien, misalnya ukuran tahi lalat yang membesar dan terasa mengganggu.

Selain tahi lalat, tanda lahir vaskular, atau hemangioma yang terdampak perubahan bentuk pembuluh darah juga bisa diatasi dengan prosedur operasi kulit.

Operasi kulit yang dilakukan dengan bantuan energi laser adalah opsi yang dinilai aman dan populer sebagaimana efektivitasnya sudah terbukti.

Selain dengan dua jenis pengobatan di atas, sebagian benjolan pada kulit bisa ditangani secara mandiri di rumah dengan dioleskan balsam. Konsultasikan kondisi benjolan kepada dokter jika penggunaan balsam tidak bermanfaat.

Bagaimana Cara Mencegah Benjolan pada Kulit?

Untuk mencegah benjolan yang muncul di permukaan kulit tidak bertambah parah, cobalah lakukan langkah-langkah ini.

  • Berkonsultasi langsung kepada dokter saat benjolan muncul atau ketika menemukan perubahan warna dan ukurannya. Periksakan juga jika terjadi perdarahan atau nyeri pada benjolan.
  • Selalu menjaga kebersihan kulit dengan mandi teratur menggunakan sabun atau pelembap kulit.
  • Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan karena adanya risiko radiasi ultraviolet.
  • Jangan mengorek atau berusaha memecah benjolan pada kulit karena bisa menyebabkan infeksi dan memperparah kondisi.

Demi mempercepat proses penyembuhan sekaligus mencegah terjadinya infeksi, sangat penting untuk mengikuti saran dokter sebaik-baiknya. Jika benjolan pada kulit tidak membaik, konsultasi secara berkala perlu dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya benjolan dan melakukan penanganan lanjutan.

Spider Veins

Spider veins adalah salah satu jenis varises yang terjadi akibat pelebaran atau pembengkakan pembuluh vena. Namun berbeda dengan varises, spider veins terjadi pada pembuluh vena berukuran kecil dekat dengan permukaan kulit.

Pelebaran atau pembengkakan semacam ini bisa terjadi pada seluruh bagian tubuh, namun lebih sering ditemukan di sekitar wajah dan kaki. Sebagian kasus yang terjadi tidak menimbulkan rasa sakit, namun sebagian lain mengeluhkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di area kemunculannya.

Sekitar 40 persen wanita dinilai akan mengalami spider veins, khususnya wanita hamil, wanita yang sudah menopause, atau wanita yang berusia di atas 50 tahun.

Kondisi ini memang tidak berbahaya, namun sebaiknya tetap ditangani karena berpotensi menjadi pemicu gangguan pembuluh darah jika dibiarkan dalam jangka panjang.

Apa Penyebab Spider Veins?

Spider veins adalah kondisi ketidaknormalan fungsi katup kecil di dalam pembuluh vena yang berada di dekat permukaan kulit. Secara alami, katup kecil tersebut berfungsi membuka dan menutup aliran darah dari dan menuju jantung.

Ketika katup kecil melemah atau mengalami kerusakan, darah yang seharusnya mengalir ke jantung justru berbalik arah dan menumpuk di dalam pembuluh darah. Kondisi inilah yang menyebabkan pembuluh darah melebar atau membengkak.

Secara umum, spider veins bisa terjadi karena pengaruh beberapa faktor, seperti:

  • Memiliki orang tua dengan kondisi sama (keturunan).
  • Mengalami obesitas.
  • Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  • Trauma atau cedera pada kulit.
  • Terpapar radiasi sinar ultraviolet dalam jangka panjang.
  • Perubahan hormon karena kehamilan, pubertas, dan menopause.
  • Melakukan pekerjaan yang mengharuskan selalu berdiri, seperti penata rambut, guru, buruh pabrik, atau perawat.
  • Beberapa kondisi yang menyebabkan perut bagian bawah tertekan akibat tumor, sembelit, atau karena pakaian yang terlalu ketat.

Apa Tanda-tanda Spider Veins?

Tanda-tanda atau gejala spider veins adalah sesuatu yang perlu diwaspadai sejak dini untuk mengantisipasi terjadinya kondisi yang lebih parah. Apa saja yang perlu diperhatikan?

  • Pergelangan kaki sering terasa nyeri.
  • Kulit bisul atau bernanah.
  • Pecahnya pembuluh darah kapiler menjadikan permukaan kulit terlihat bernoda kecokelatan.
  • Mengalami eksim, yaitu perkembangan ruam kemerahan pada kaki.
  • Mengalami tromboflebitis, yaitu penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.

Secara umum, permasalahan baru akan muncul jika gangguan aliran saluran darah terjadi pada pembuluh vena dalam. Segera periksakan kepada dokter atau ahli estetika jika dirasa mengalami gejala-gejala yang makin parah.

Bagaimana Cara Menangani Spider Veins?

Pada tingkatan yang ringan, spider veins adalah masalah kulit yang tidak membutuhkan penanganan khusus. Dokter akan menyarankan pasien untuk berolahraga teratur dan menghindari kebiasaan berdiam diri terlalu lama pada posisi yang sama.

Sama seperti varises, penanganan awal bisa menggunakan stoking khusus yang dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan pembuluh vena agar menjadikan aliran darah lebih lancar, meredakan pembengkakan, dan mengurangi nyeri.

Namun jika spider veins tak kunjung hilang dan terasa mengganggu, ada beberapa  prosedur yang mungkin akan dipilih dokter untuk mengatasinya, yaitu:

Terapi sinar laser

Prosedur terapi sinar laser dilakukan dengan bantuan energi laser untuk menghancurkan sel atau pembuluh vena yang bermasalah. Dokter akan menembakkan laser ke area kulit yang terjangkit.

Setelah terpapar sinar laser, pembuluh vena akan rusak dan menyusut seiring waktu. Pada umumnya, prosedur ini digunakan untuk mengatasi spider veins di area wajah.

Seusai menjalani prosedur ini, pasien mungkin akan merasakan sejumlah efek samping, di antaranya muncul rasa nyeri di sekitar area yang bermasalah, terjadi pembengkakan, perubahan warna, infeksi, perdarahan, permukaan kulit mengeras, serta muncul jaringan parut di sekitarnya.

Skleroterapi

Prosedur ini dilakukan dokter dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh vena untuk menutup saluran yang bermasalah. Dengan begitu, darah akan mengalir melalui pembuluh vena yang sehat dan darah pada pembuluh vena yang bermasalah akan kembali ke jaringan lokal.

Sama seperti prosedur medis lainnya, skleroterapi juga bisa menimbulkan efek samping, antara lain muncul memar di area yang bermasalah, kulit tampak terluka, kulit menghitam dan area sekitarnya tampak memerah.

Pada kasus tertentu, skleroterapi juga bisa menyebabkan alergi, peradangan di kulit, mual dan muntah, sakit kepala, batuk, dan gangguan penglihatan karena pengaruh cairan yang disuntikkan ke dalam aliran darah.

Radiofrekuensi

Pada prosedur ini, dokter akan membakar dinding pembuluh darah dengan energi radiofrekuensi untuk menutup pembuluh darah yang membengkak. Radiofrekuensi dialirkan ke dinding pembuluh vena dengan bantuan kateter.

Melalui prosedur radiofrekuensi, pembuluh darah yang membengkak akan meleleh dan menutup saluran tersebut. Dengan begitu, secara otomatis darah akan mengalir ke pembuluh darah lain yang masih sehat.

Setelah menjalani prosedur ini, pasien mungkin akan merasakan kesemutan. Untuk meredakannya, dokter bisa menyarankan pasien menggunakan stoking khusus untuk memperlancar peredaran darah di area yang bermasalah.

Operasi

Prosedur operasi untuk mengatasi spider veins menggunakan teknik mengikat pembuluh vena (ligation) dan mengupas pembuluh vena (stripping). Sebelum melakukan prosedur ini, pasien akan dibius total.

Pada prosesnya, dokter akan membuat sayatan di sekitar pangkal paha dan di sekitar lutut. Setelah itu, dokter akan memasukkan alat semacam tali dari sayatan di sekitar pangkal paha dan dikeluarkan melalui sayatan di sekitar lutut untuk memperlancar aliran darah.

Efek samping prosedur ini antara lain muncul jaringan parut, pembengkakan, rasa nyeri, serta muncul rasa kesemutan di sekitar area yang dioperasi.

Apakah Spider Veins Bisa Dicegah?

Spider veins bisa dicegah dengan langkah antisipasi yang tepat. Diharapkan dengan mengantisipasi terjadinya gangguan pembuluh darah lebih dini, risiko seseorang mengalami spider veins bisa diminimalkan. Yang bisa dilakukan untuk mencegah spider veins adalah:

  • Pastikan duduk dengan nyaman, baik sebentar maupun lama.
  • Menggunakan sepatu dengan alas yang rata dan nyaman, bukan high heels.
  • Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak serat.
  • Berolahraga secara teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar.
  • Meletakkan kaki di posisi yang lebih tinggi dari badan kepala, terutama saat tidur.

Vitiligo

Vitiligo adalah masalah kulit yang membuat sebagian permukaan kulit berubah warna dan menjadikannya terlihat pucat karena kehilangan melanin. Pada sebagian kasus, disebabkan oleh fungsi melanin yang terhenti sepenuhnya.

Melanin sendiri merupakan sel kulit yang memengaruhi warna kulit manusia. Vitiligo bisa muncul di seluruh bagian tubuh, termasuk di wajah, di rambut, atau di dalam rongga mulut. Kondisi ini lebih berpotensi terjadi pada orang-orang yang berkulit gelap.

Pada umumnya, perkembangannya terjadi secara perlahan-lahan dalam rentang waktu tertentu. Awalnya perubahan warna pada kulit terlihat cukup kecil, namun lama-kelamaan perubahan warna kulit bisa meluas dan terjadi secara tidak teratur. Semua orang pada segala usia bisa mengalaminya, namun lebih sering terjadi sebelum seseorang berusia 20 tahun.

Jenis-jenis Vitiligo

Meskipun bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, vitiligo paling sering ditemukan di sekitar bagian atas mata, leher, ketiak, siku, organ kelamin atau selangkangan, tangan, mulut, dan hidung. Lebih khusus lagi terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Vitiligo non-segmental. Jenis ini umumnya muncul di kedua sisi tubuh penderitanya secara simetris. Kondisi ini umumnya muncul di bagian belakang tangan, di kedua kaki, lutut, siku, di sekitar mata, serta di lengan. Non-segmental adalah kasus yang paling sering terjadi.
  • Vitiligo segmental. Berbeda dengan non-segmental yang muncul secara simetris, jenis ini hanya muncul di salah satu bagian tubuh dan termasuk lebih jarang ditemukan. Sekitar 30 persen ditemukan pada anak-anak.

Apa Saja Gejala-gejala Vitiligo?

Vitiligo umumnya tidak berbahaya, namun kondisi ini sering menyebabkan penderitanya mengalami stres karena malu atau kehilangan rasa percaya diri. Kemunculannya biasa ditandai dengan perubahan sebagian warna kulit menjadi pucat.

Lama-kelamaan, area warna kulit yang terjangkit akan berubah total menjadi putih. Jika area yang terjangkit berada di atas pembuluh darah, maka akan terlihat berwarna merah muda. Selain berubah menjadi putih, muncul rasa gatal yang seiring waktu akan bertambah parah.

Namun, gejala yang dirasakan tiap penderita tidak selalu sama. Sebagian orang hanya mengalami vitiligo berukuran kecil dan sebagian lainnya berukuran lebih besar. Pertumbuhannya pun tidak bisa diprediksi karena perkembangannya sangat lambat.

Apa Penyebab Terjadinya Vitiligo?

Penyebab vitiligo yang terutama adalah defisiensi melanin. Pada kasus tertentu, melanin hilang karena sel pembentuk pigmen bernama melanosit mengalami kerusakan. Selain itu, penyebab lainnya adalah:

  • Faktor keturunan dan beberapa faktor eksternal, seperti radiasi dari paparan sinar matahari secara berlebihan, stres yang tidak ditangani, dan terpapar zat kimia.
  • Terdampak oleh gangguan kekebalan tubuh atau penyakit autoimun. Dalam hal ini, imunitas seseorang tidak bekerja dengan baik. Alih-alih menyerang virus, bakteri, atau zat asing lainnya, imunitas justru menyerang sel-sel yang sebenarnya sehat.
  • Pernah mengalami kanker kulit melanoma atau limfoma.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat vitiligo.
  • Memiliki anggota keluarga yang pernah berpenyakit autoimun, seperti anemia pernisiosa, hipertiroidisme, atau penyakit autoimun lainnya.

Bagaimana Cara Menangani Vitiligo?

Pada dasarnya, penyakit kulit ini tidak bisa disembuhkan. Penanganan medis ditujukan memperlambat perkembangannya atau mengembalikan warna kulit yang kehilangan melanin. Prosedur penanganan dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan.

  • Mengonsumsi obat-obatan

Sejauh ini belum ada obat-obatan khusus yang bisa menghentikan penyebaran vitiligo. Obat-obatan yang disediakan dokter lebih bertujuan mengembalikan warna kulit yang memudar.

Ada dua jenis obat yang sering digunakan untuk menghambatnya, yaitu obat krim untuk mengendalikan peradangan dan obat oral untuk mengontrol sistem kekebalan tubuh.

Krim pengontrol peradangan yang mengandung kortikosteroid bisa membantu mengembalikan warna kulit yang hilang. Prosedur ini cukup efektif, namun memakan waktu yang cukup lama. Sementara itu, obat pengontrol sistem kekebalan tubuh yang digunakan umumnya mengandung tacrolimus atau pimecrolimus.

  • Kombinasi terapi cahaya dan psoralen

Mengombinasikan zat bernama psoralen yang bisa dikonsumsi secara oral maupun dioleskan ke bagian yang bermasalah. Setelah itu, bagian kulit yang bermasalah diberi sinar ultraviolet A dan ultraviolet B. Pengobatan ini harus dilakukan secara berulang selama 6-12 bulan.

  • Depigmentasi

Prosedur ini bisa menjadi pilihan jika vitiligo meluas dan pengobatan lainnya tidak berfungsi. Prosedur ini dilakukan dengan mencerahkan area kulit yang tidak bermasalah. Dengan begitu, tampilannya menjadi samar.

Terapi ini umumnya dilakukan 1-2 kali per hari selama lebih dari sembilan bulan. Risiko efek samping berupa pembengkakan di area kulit yang ditangani, gatal, dan kulit menjadi lebih sensitif.

  • Operasi

Operasi menjadi pilihan pengobatan terakhir jika penggunaan obat-obatan dan terapi tidak memberikan perbaikan. Tujuannya sama, yaitu mengembalikan warna kulit yang hilang. Hanya saja, dokter akan lebih banyak melakukan implantasi pigmen kulit pada area yang bermasalah.

Tiga pilihan operasi yang dokter rekomendasikan adalah pencangkokan kulit, blister grafting, mikropigmentasi.

Pencangkokan kulit, dilakukan dengan mengambil sebagian pigmen kulit yang normal dan menanamkannya di area yang terjangkit.

Blister grafting, dokter akan mengambil lapisan kulit terluar yang sehat, lalu menempelnya di atas permukaan kulit yang bermasalah.

Mikropigmentasi, dilakukan menggunakan jarum berukuran mikro yang steril untuk menanamkan pigmen kulit yang sehat di area yang bermasalah.

Sebaiknya jangan biarkan vitiligo berkembang tanpa pengobatan karena masalah kulit ini bisa berisiko memicu komplikasi medis, seperti peradangan pada iris mata dan kehilangan pendengaran sebagian.

Vitiligo yang meluas juga dikhawatirkan bisa berdampak kepada kondisi psikologis sebagaimana warna putih pada kulit akan mengganggu kepercayaan diri.

Varises

Varises adalah pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah karena dinding pembuluh darah yang melemah. Varises paling sering terjadi di kaki, tapi juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, salah satunya di tangan.

Meski bisa dianggap bukan masalah, tapi bisa sangat berbahaya jika kondisinya menjadi makin parah dan dibiarkan tanpa penanganan. Komplikasi dari kondisi ini bisa berupa gangguan pembuluh darah.

Umumnya, penderita akan mengeluhkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di lokasi varises muncul. Wanita lebih berisiko mengalaminya, khususnya wanita hamil, wanita yang sudah menopause, atau wanita yang berusia di atas 50 tahun.

Apa Saja Gejala-gejala Varises?

Kemunculannya sering ditandai dengan beberapa gejala, seperti pembuluh darah terlihat berwarna biru atau ungu, serta tampak menonjol ke luar menyerupai kabel. Kondisi varises yang makin parah dapat terlihat dengan kemunculan beberapa gejala, seperti:

  • Kaki terasa gatal, nyeri, atau berat.
  • Terjadi perdarahan dari dalam varises.
  • Rasa nyeri terasa makin parah, terutama setelah duduk.
  • Otot kram atau muncul perih pada kaki bagian bawah.
  • Pembuluh darah terasa mengeras, berubah warna disertai nyeri, kulit di sekitar mata kaki mengalami peradangan atau pembengkakan.

Apa yang Menyebabkan Varises?

Varises terjadi ketika katup kecil di dalam pembuluh darah tidak berfungsi dengan normal. Katup kecil tersebut berfungsi membuka dan menutup aliran darah dari dan ke jantung.

Ketika katup kecil melemah atau rusak, darah yang seharusnya mengalir ke jantung justru berbalik arah dan menumpuk di dalam pembuluh darah. Kondisi inilah yang menyebabkan pembuluh darah melebar atau membengkak.

Ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko varises, antara lain:

  • Memiliki anggota keluarga yang berpenyakit sama.
  • Wanita yang sedang hamil.
  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Kelebihan berat badan.
  • Terlalu sering berdiri.

Bagaimana Cara Menghilangkan Varises?

Cara menghilangkan varises dilakukan dengan berolahraga secara teratur dan menghindari kebiasaan berdiam diri terlalu lama dengan posisi duduk atau berdiri.

Selain itu, menggunakan bebat kompresi atau stoking khusus varises juga bisa dimanfaatkan. Stoking ini dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan pembuluh darah agar aliran darah lebih lancar, serta meredakan pembengkakan dan nyeri.

Jika varises yang dialami berlangsung dalam waktu yang lama dan kondisinya cukup serius, disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter. Dokter akan menangani dengan beberapa pilihan pengobatan seperti di bawah ini.

  • Radiofrekuensi

Pada prosedur ini, dokter akan membakar dinding pembuluh darah dengan energi radiofrekuensi untuk menutup pembuluh darah yang membengkak.

Dengan radiofrekuensi, pembuluh darah yang membengkak akan meleleh dan menutup saluran tersebut. Dengan begitu, secara otomatis darah akan mengalir ke pembuluh darah lain yang masih sehat.

  • Skleroterapi

Prosedur ini dilakukan dokter dengan menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah yang bermasalah untuk menutup saluran yang bermasalah.

Saat melakukan penyuntikan kepada pasien, dokter akan dibantu dengan USG untuk melihat pembuluh darah besar yang bermasalah. Prosedur ini bisa menyebabkan sakit kepala, nyeri punggung bagian bawah, atau pingsan.

  • Terapi sinar laser

Melalui prosedur terapi sinar laser, dokter kulit atau ahli estetika akan memancarkan sinar laser pada area pembuluh darah yang bermasalah. Prosedur ini berfungsi menutup pembuluh darah yang mengalami varises.

Proses kateterisasi dan pindai USG turut digunakan untuk memberi gambaran kondisi pembuluh darah bagian dalam. Biasanya prosedur ini menyebabkan kaki menjadi nyeri atau kaku.

  • Operasi

Sebelum melakukan prosedur ini, pasien akan dibius total. Dokter akan membuat sayatan di sekitar pangkal paha dan di sekitar lutut.

Setelah itu, dokter akan memasukkan alat yang menyerupai tali dari area sayatan di sekitar pangkal paha dan dikeluarkan melalui sayatan di sekitar lutut untuk memperlancar aliran darah.

  • Phlebectomy

Phlebectomy adalah pilihan penanganan terakhir jika beberapa prosedur di atas dinilai tidak mampu mengatasinya. Dokter akan membuat sayatan kecil di kaki untuk mengeluarkan pembuluh darah yang bermasalah dengan menggunakan perangkat medis tertentu.

Prosedur ini terbilang baru untuk menangani varises. Maka dari itu, efektivitasnya masih perlu diuji.

Bagaimana Cara Mencegah Varises Menjadi Makin Parah?

Varises bisa dicegah dengan beberapa cara, seperti:

  • Berolahraga secara teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar.
  • Memosisikan duduk senyaman mungkin, terutama jika harus duduk dalam jangka panjang seperti di kantor.
  • Mengonsumsi makanan sehat, terutama yang mengandung banyak serat.
  • Menggunakan sepatu dengan alas yang rata dan nyaman, hindari high heels.
  • Meletakkan kaki di posisi yang lebih tinggi dari badan dan kepala, terutama saat tidur.

Seseorang yang terdiagnosis mengalami varises harus lebih berhati-hati. Waspadai jika kondisi bertambah parah dan jangan sampai mengganggu aktivitas di keseharian.

Sebagai saran, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh seseorang dengan varises, antara lain:

  • Paparan suhu tinggi

Paparan suhu tinggi atau panas bisa mengganggu aktivitas atau kinerja pembuluh darah dan memicu terjadinya pembengkakan. Sebaiknya hindari paparan panas secara berlebihan dengan jangan mandi dengan air panas atau mandi sauna.

  • Berat badan berlebihan

Berat badan berlebihan harus diwaspadai karena bisa menciptakan tekanan pada pembuluh darah. Dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal agar aliran di dalam pembuluh darah bisa berjalan normal.

  • Duduk atau berdiri terlalu lama

Duduk, berdiri, atau berdiam diri di posisi yang sama dalam waktu yang lama juga dikhawatirkan dapat menimbulkan tekanan pada pembuluh darah.

Usahakan untuk mengubah posisi duduk atau berdiri tiap 30 menit agar aliran darah lancar. Jika memang diperlukan, lakukan perenggangan setelah berdiam diri.

  • Menggunakan produk kosmetik palsu

Hati-hati, menggunakan produk kosmetik palsu untuk menyamarkan tampilan varises atau gangguan kulit lain ternyata bisa menyebabkan kondisi yang diderita justru bertambah parah.

Agar terhindar dari efek samping yang berbahaya, pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang aman.

  • Menggunakan pakaian yang terlalu ketat

Menggunakan pakaian atau aksesoris yang terlalu ketat bisa menghambat aliran di dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan sirkulasi darah terganggu. Misalnya sirkulasi darah di pergelangan tangan, kaki, panggul, atau pangkal paha.

Kemerahan pada Wajah

Kemerahan pada wajah adalah gangguan medis yang umumnya terjadi karena kerusakan pembuluh darah sebagai dampak sengatan sinar matahari, rosacea, seborrhea, atau jerawat.

Bagi sebagian orang mungkin terlihat sepele, tapi pada banyak kasus, kondisi psikologis seseorang yang mengalaminya bisa terganggu. Mereka pun memilih menjaga jarak dengan masyarakat karena merasa malu dan tidak percaya diri.

Apa Penyebab Kemerahan pada Wajah?

Secara lebih mendetail, kemerahan pada wajah bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Kerusakan pembuluh darah

Pecahnya pembuluh darah di sekitar wajah mengakibatkan darah yang keluar akan mengalir mengisi jaringan dan lapisan kulit sehingga menjadikan warna kulit berubah dan tampak memerah.

  • Rosacea

Gangguan kulit ini bisa menyebabkan kemerahan pada hidung, dagu, pipi, dahi, dan wajah. Kondisi bisa menjadi makin parah jika pembuluh darah di sekitar wajah melebar, baik karena paparan sinar matahari, terkena air panas, dampak stres, efek makanan yang pedas, atau alkohol.

  • Seborrhea

Seborrhea merupakan gangguan kulit kronis yang umumnya menyebabkan kulit menjadi kering, bersisik, atau kemerahan. Kondisi ini bisa terjadi pada garis rambut, dahi, leher, telinga, serta kulit wajah.

  • Jerawat

Jerawat akan muncul jika pori-pori di permukaan kulit tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, atau bakteri. Kondisi ini bisa menyebabkan wajah tampak memerah, terutama di area yang ditumbuhi jerawat.

Selain empat hal tersebut, secara umum kemerahan pada wajah juga bisa diakibatkan oleh beberapa faktor lain, seperti kulit yang terbakar sinar matahari, infeksi kulit, peradangan atau alergi pada kulit, menopause, tersiram air panas, berada di daerah beriklim tropis yang panas, atau karena demam.

Apa Tanda-tanda Kemunculan Kemerahan pada Wajah?

Tanda-tanda kemunculan kemerahan pada wajah akan berbeda-beda pada tiap orang, tergantung kepada penyebab atau kondisi yang mendasarinya. Sebagai contoh, jika kemerahan pada wajah disebabkan oleh rosacea, maka beberapa gejala ini bisa muncul.

  • Dibandingkan biasanya, kulit terasa lebih tebal.
  • Kulit wajah terasa kering, gatal, dan kasar.
  • Pembuluh darah di area wajah tampak jelas.
  • Wajah tampak membengkak.
  • Dalam beberapa waktu, wajah tampak memerah.

Jika kemerahan pada wajah disebabkan oleh jerawat, maka umumnya akan ada beberapa gejala, seperti:

  • Bintik-bintik berwarna di wajah.
  • Wajah terasa berminyak dan lengket.
  • Muncul komedo hitam dan komedo putih.
  • Muncul benjolan di kulit wajah (papula) yang terasa nyeri jika ditekan.

Gejala yang muncul akibat seborrhea tidak berbeda jauh dengan jerawat atau rosacea. Hanya saja, seborrhea tidak hanya terjadi di sekitar wajah, tapi juga di bagian tubuh yang lain, misalnya di sekitar dada, bokong, atau punggung.

Bagaimana Cara Mengatasi Kemerahan pada Wajah?

Sama halnya dengan gejala-gejala yang muncul, pengobatan untuk mengatasi kemerahan pada wajah juga berbeda-beda, tergantung kepada penyebabnya.

Oleh karena itu sebelum mengambil tindakan medis, dokter akan mendiagnosis kondisi pasien terlebih dulu. Hasil diagnosis itulah yang akan menjadi patokan atau acuan bagi dokter untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Mengatasi Kemerahan pada Wajah akibat Rosacea

Jika dokter menyimpulkan bahwa kemerahan pada wajah disebabkan oleh rosacea, dokter mungkin akan mengambil beberapa tindakan yang meliputi:

  • Pemberian obat antibiotik. Pada tahap awal, dokter kemungkinan akan memberikan obat antibiotik dalam bentuk obat oral maupun krim atau gel. Antibiotik yang umum diberikan pada tahap awal pengobatan adalah tetracycline atau minocycline.
  • Penanganan dengan sinar laser. Prosedur perawatan kulit dengan terapi sinar laser diterapkan jika obat antibiotik tidak bermanfaat. Sinar laser akan diarahkan langsung ke area wajah yang memerah sehingga lapisan kulit terluar akan mengelupas.
  • Operasi kulit. Ini adalah prosedur terakhir yang mungkin ditempuh jika kedua prosedur di atas tetap tidak meredakan kondisi pasien. Tujuan dari opsi ini adalah menghilangkan pembuluh darah yang muncul di sekitar wajah dan mengurangi kemerahan.

Mengatasi Kemerahan pada Wajah akibat Jerawat

Jika dokter menemukan jerawat sebagai penyebab kemerahan pada wajah, langkah pengobatan yang dilakukan lebih beragam, salah satunya dengan melakukan terapi, seperti:

  • Suntik steroid. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan steroid ke area yang berjerawat. Durasinya relatif lebih cepat dan rasa sakit berkurang. Namun, terdapat efek samping berupa kulit yang menipis.
  • Chemical peeling. Prosedur chemical peeling dilakukan dengan mengoleskan larutan kimia asam salisilat, asam glikolat, atau asam retinoid. Umumnya dilakukan secara berulang.
  • Terapi sinar laser. Penerapan prosedur ini sama seperti terapi sinar laser untuk mengatasi rosacea. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengetahui metode yang ideal.
  • Ekstraksi komedo hitam dan komedo putih. Pada prosedur ini, dokter akan menggunakan alat khusus untuk mengangkat komedo hitam dan komedo putih yang tidak bisa dihilangkan dengan obat topikal.

Penyebab pada diri tiap orang akan berbeda-beda, maka dari itu penanganannya pun akan dibedakan. Faktor-faktor penyebab dan penanganan jerawat tersendiri pun perlu diperiksa oleh dokter untuk mencegah kemerahan menjadi lebih parah.

Bagaimana Cara Mencegah Kemerahan pada Wajah?

Tidak ada langkah spesifik yang bisa dilakukan untuk mencegah kemerahan pada wajah. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kemunculan kemerahan pada wajah, antara lain:

  • Kurangi konsumsi makanan yang pedas dan panas.
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung terus-menerus.
  • Kendalikan tingkat stres sebagaimana bisa menyebabkan wajah memerah.
  • Membersihkan wajah secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan.

Kemerahan pada wajah bukan masalah serius yang perlu diwaspadai. Meski begitu, kondisi ini layak diwaspadai jika terjadi dalam jangka panjang dan terasa mengganggu. Jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat..

Melasma

Melasma adalah gangguan kulit yang berupa kemunculan bercak-bercak cokelat atau abu-abu pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari secara langsung, terutama di dahi, pipi, leher, dan lengan. Selain itu, bisa terjadi pada permukaan lidah bagian atas juga.

Gangguan kulit yang diakibatkan oleh produksi pigmen kulit berlebihan ini bisa menimpa pria maupun wanita, meski risiko wanita lebih tinggi mengalaminya dibandingkan pria.

Apa Gejala-gejala Melasma?

Gejala awal terjadinya melasma adalah perubahan warna di kulit. Kulit yang terjangkit umumnya berubah menjadi lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya.

Biasanya, perubahan warna ini muncul secara simetris di kedua bagian tubuh, misalnya di sisi kiri wajah dan kanan wajah atau di sisi kanan tangan dan kiri tangan. Makin parah dan makin lama, gejala yang muncul pun akan makin terasa.

Apa Penyebab Melasma?

Secara umum, penyebab melasma adalah pigmentasi yang terjadi di kulit akibat produksi melanin secara berlebihan. Meski begitu, alasan terjadinya pigmentasi ini belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Sebagian kasus melasma dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah seorang anggota keluarga pernah mengalami melasma, maka seseorang lebih berisiko mengalaminya juga.

Selain itu, wanita berusia antara 20-40 tahun adalah kelompok yang paling berisiko mengalaminya, terlepas adanya risiko bahwa gejala-gejala terkait bisa muncul sejak anak-anak sampai remaja. Kehamilan juga bisa menjadikan kadar hormon meningkat secara berlebihan dan tidak teratur sehingga meningkatkan risiko.

Ada beberapa faktor yang bisa memperparah melasma, antara lain:

  • Seseorang yang berkulit gelap
  • Suhu yang tinggi
  • Jenis kosmetik tertentu
  • Peradangan di dalam kulit
  • Kekeringan parah pada kulit
  • Peningkatan hormon pada wanita

Bagaimana Cara Mengatasi Melasma?

Pada dasarnya melasma adalah gangguan kesehatan kulit yang tidak berbahaya, namun sebagian besar pengidap memilih untuk menanganinya sebagaimana kondisi ini bisa terasa mengganggu dan merusak kepercayaan diri, terutama jika muncul di area wajah.

Pengobatan terkait akan membutuhkan waktu yang relatif panjang, bahkan bisa bertahun-tahun. Namun pada kasus tertentu bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus, terutama jika terpicu kehamilan atau obat kontrasepsi.

Secara umum, ada dua jenis pengobatan untuk mengatasi melasma, yaitu:

  • Pengobatan oral

Jika kondisi pasien tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan memberikan tranexamic acid dan glutathione. Pada beberapa kasus, kedua obat ini cukup efektif untuk mengatasi kemunculan bercak-bercak gelap karena melasma.

Namun, efektivitas untuk bisa menghilangkannya masih terus dikaji sampai saat ini di samping penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping serius. 

  • Pengobatan topikal

Berdasarkan penelitian medis, kombinasi antara hydroquinone, tretinoin, dan obat steroid topikal terbukti efektif mengobati melasma dengan presentasi keberhasilan mencapai 80 persen.

Hydroquinone mampu menyamarkan bercak-bercak berwarna gelap, sedangkan tretinoin (retinoid) dapat menghasilkan vitamin A untuk menyehatkan kulit. Sementara itu, obat steroid topikal berfungsi mengendalikan peradangan yang menyebabkan masalah kulit. 

  • Terapi perawatan kulit

Terapi perawatan kulit seperti chemical peeling, dermabrasi, dan mikrodermabrasi bisa juga dimanfaatkan untuk menangani melasma.

Pada prosedur chemical peeling, dokter akan mengoleskan bahan kimia tertentu pada wajah untuk menghindari dampak yang makin parah.

Berbeda dengan dermabrasi dan mikrodermabrasi, dokter kulit atau ahli estetika akan berupaya membuang lapisan kulit terluar. Selanjutnya, lapisan kulit yang baru akan muncul dan menyamarkan tampilan melasma.

Harus diingat bahwa pengobatan-pengobatan di atas tidak menjamin penyembuhan sepenuhnya. Oleh karena itu, pengobatan ini harus dilakukan secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Dokter akan menyesuaikan jenis pengobatan yang dilakukan dengan kondisi pasien dan perkembangan melasma dari waktu ke waktu.

Bagaimana Cara Mencegah Melasma?

Tidak ada cara spesifik untuk mencegah melasma. Disarankan bagi seseorang yang berisiko tinggi mengalaminya untuk menghindari kontak langsung dengan sinar matahari. Jika masalah kulit ini sudah terjadi dan sulit dihilangkan, cobalah lakukan beberapa cara di bawah ini untuk menyamarkannya.

  • Menutupi area kulit yang terjangkit dengan make up.
  • Menggunakan tabir surya dengan SPF 30.
  • Menggunakan topi atau pakaian yang bisa menutupi kulit yang bermasalah.

Terlepas dari banyaknya pilihan untuk menyamarkannya, cara terbaik untuk mencegah melasma adalah dengan melakukan penanganan secepatnya jika gejala-gejala terkait sudah muncul.

Jangan segan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kulit atau ahli estetika jika mengalami melasma, apalagi jika kondisinya tak kunjung membaik. Makin cepat ditangani, maka makin besar peluang kesembuhan.

Melanoma

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang sangat berbahaya. Kanker ini tumbuh dan berkembang di dalam sel melanosit yang bertugas memproduksi melanin.

Meskipun tumbuh dan berkembang di kulit, tidak menutup kemungkinan bahwa sel-selnya dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh lain, seperti menular ke mata, usus, dan lambung. Namun, kasus-kasus semacam ini sangat jarang terjadi.

Kanker kulit ini berkembang sangat cepat dengan diawali oleh kemunculan bercak-bercak hitam seperti tanda lahir atau tahi lalat yang selanjutnya akan terus berkembang.

Wanita yang mengalami kanker kulit ini umumnya mendapati serangan pada sel-sel kulit di bagian lengan dan kaki. Pada pria, biasa menyerang kepala, leher, atau di area antara bahu dan panggul.

Menurut penelitian, perempuan berusia 40 tahun ke atas lebih rentan mengalami melanoma dibandingkan kriteria lainnya. Paparan sinar ultraviolet dari matahari atau dari lampu alat tanning bisa meningkatkan risiko mengalaminya.

Jenis-jenis Melanoma

Melanoma adalah salah satu kanker kulit yang terdiri atas beberapa jenis, antara lain:

  • Superfisial. Sering kali tumbuh ke luar sehingga tidak menimbulkan masalah. Meski begitu tetap bisa tumbuh ke dalam kulit sehingga berisiko menyebar ke berbagai organ dalam.
  • Nodular. Berbentuk benjolan hitam atau kemerahan di permukaan kulit. Penyebaran ke dalam kulit terjadi sangat cepat jika tidak segera ditangani.
  • Lentiginosa akral. Termasuk kasus yang jarang ditemui dan biasa muncul di telapak tangan dan kaki. Orang-orang berkulit hitam berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
  • Lentigo maligna. Lebih banyak menimpa orang tua, terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan. Pertumbuhannya sangat lambat, bahkan hingga bertahun-tahun..
  • Amelanotik. Dinilai sangat jarang terjadi. Umumnya berukuran sangat kecil. Meski sering kali tidak berwarna, namun kadang-kadang muncul dengan warna merah, cokelat terang, atau abu-abu.

Apa Penyebab Melanoma?

Penyebab melanoma adalah melanosit atau sel penghasil melanin yang mengalami kelainan dan tumbuh tanpa terkendali di balik permukaan kulit.

Sampai saat ini, penyebab pasti melanoma masih menjadi tanda tanya karena kondisi ini diduga juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dampak lingkungan dan genetika, serta kebiasaan melakukan tanning atau menggelapkan kulit menggunakan sinar ultraviolet buatan.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  • Paparan sinar matahari berlebihan.
  • Tinggal di daerah tropis.
  • Memiliki banyak tahi lalat.
  • Sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang lemah.
  • Kekurangan melanin.
  • Faktor keturunan.

Apa Tanda-tenda Melanoma?

Tanda-tanda kehadiran melanoma adalah perubahan bentuk atau ukuran pada tahi lalat. Pada kondisi normal, tahi lalat seharusnya berbentuk lonjong atau bulat, terasa lembut, dan berdiameter tidak lebih dari 6 milimeter. Secara lebih spesifik, tanda-tanda terkait seperti:

  • Ukuran tahi lalat yang terus membesar.
  • Bentuk dan warna tahi lalat kian berubah-ubah.
  • Tahi lalat terasa gatal dan berkerak.
  • Tahi lalat terluka dan berdarah.

Bagaimana Cara Menangani Melanoma?

Sebagaimana melanoma adalah penyakit kanker kulit, seseorang yang mencurigai dirinya memiliki gejala-gejala terkait harus memeriksakan diri ke rumah sakit atau klinik kesehatan kulit secepatnya.

Sebelum mengambil tindakan, dokter akan melakukan beberapa prosedur diagnosis, misalnya dengan melakukan biopsi (mengambil sampel jaringan dari bagian yang dicurigai mengalami kanker) atau dengan pemindaian (CT Scan, MRI, pindai tulang, dan rontgen).

Jika kondisi pasien terbukti positif dan dokter sudah mengetahui penyebabnya, maka langkah penanganan bisa dilakukan. Penanganan didasarkan kepada jenis, dan tingkat keparahan (stadium) sel kanker. Kesehatan pasien akan dijadikan pertimbangan juga.

Secara umum, jenis-jenis pengobatan melanoma adalah:

  • Operasi
    Operasi merupakan pilihan pengobatan pertama untuk mengatasi melanoma stadium 1 dan stadium 2 sebelum sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Makin cepat ditangani, makin besar peluang keberhasilan penanganan dan peluang tidak kambuhnya kanker.
  • Imunoterapi
    Terapi ini umumnya dilakukan jika kanker sudah memasuki stadium 3 atau 4. Imunoterapi dilakukan untuk merangsang sistem imunitas tubuh membunuh sel-sel kanker. Jenis obat-obatan suntik imunoterapi adalah ipilimumab, nivolumab, pembrolizumab, dan talimogene laherparepvec.
  • Radioterapi dan kemoterapi
    Setelah menjalani operasi, pasien dianjurkan untuk menjalani radioterapi guna membuang kelenjar getah bening sekaligus membunuh sel kanker. Kemoterapi juga mungkin akan dilakukan untuk membersihkan sel-sel kanker yang masih tersisa. Kedua metode ini juga bisa dilakukan untuk menghambat pertumbuhan atau kembalinya sel kanker.

Sampai saat ini masih terus dikembangkan vaksin untuk membunuh berbagai jenis kanker, termasuk melanoma. Vaksin juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan dan kembalinya sel-sel kanker baik di permukaan kulit maupun di bagian tubuh lainnya.

Bagaimana Cara Mencegah Melanoma?

Langkah pencegahan melanoma adalah sesuatu yang bersifat darurat. Beberapa cara berikut bisa direkomendasikan dokter.

  • Menggunakan tabir surya. Tabir surya sangat penting digunakan saat beraktivitas di luar ruangan, baik bekerja, berolahraga, atau berenang. Tabir surya yang dianjurkan adalah tabir surya dengan SPF minimal 15.
  • Menghindari paparan sinar matahari terlalu lama. Sinar ultraviolet dari matahari adalah salah satu pemicu utama. Oleh karena itu, usahakan untuk menghindari paparan matahari antara pukul 10.00-14.00.
  • Mengenali jenis kulit. Mengenali jenis kulit sendiri dengan baik bisa membantu mendeteksi terjadinya kelainan kulit. Jika mencurigai adanya kejanggalan, lebih baik segera periksakan diri kepada dokter.
  • Hindari paparan lampu tanning. Sinar ultraviolet yang terpancar dari lampu dan tempat tidur khusus tanning bisa meningkatkan risiko melanoma. Oleh karena itu, hindari melakukan tanning dengan lampu.
  • Menggunakan pakaian yang menutupi kulit. Untuk membantu mencegah paparan sinar matahari secara langsung, lindungi kulit dengan mengenakan pakaian yang menutupi kulit.

Seseorang yang rentan mengalami gangguan kulit sebaiknya melakukan pemeriksaan kepada dokter kulit secara rutin. Mengantisipasi terjadinya kanker kulit sebaiknya dilakukan sejak dini.

Powered by WordPress.com.

Up ↑