Cryolipolysis

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Cryolipolysis?

Cryolipolysis adalah cara menghilangkan lemak dengan aman dan efektif tanpa melalui proses pembedahan. Pada umumnya, ekspektasi pasien yang menjalani prosedur ini bisa tercapai dengan hasil akhir yang memuaskan dan bertahan dalam jangka waktu lama.

Perawatan noninvasif yang biasa disebut pula dengan CoolSculpting, lipocryolysis, atau prosedur pembekuan lemak ini pada dasarnya memanfaatkan hawa dingin yang khusus ditargetkan untuk menghancurkan sel-sel lemak di balik permukaan kulit.

Temperatur yang diaplikasikan khusus untuk perawatan ini adalah antara +5 °C hingga -11 °C. Kisaran suhu ini dinilai paling efektif untuk memicu kerusakan jaringan dan sel-sel lemak subkutan. Yang menjadikannya unggul, efek dari metode ini hanya berdampak minimal terhadap jaringan lapisan kulit di atasnya.

Pada prosesnya, alat pemancar hawa dingin akan diposisikan di atas bagian tubuh yang ingin ditangani.  Selama beberapa menit pertama, pasien akan merasakan paparan hawa dingin yang pada saat bersamaan akan menimbulkan efek anestesi. Pendinginan sel-sel lemak akan berlangsung selama sekitar 45-60 menit.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Cryolipolysis?

Cryolipolysis adalah prosedur yang sebaiknya hanya ditangani oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi di klinik kesehatan kulit resmi. Hindari menjalani prosedur perawatan kulit tanpa pengawasan dari ahli medis untuk menghindari diri dari risiko terjadinya malapraktik atau komplikasi.

Sebelum menjalani prosedur cryolipolysis, pasien akan berkonsultasi kepada dokter kulit atau ahli estetika mengenai ekspektasi dan apa saja risiko yang akan dihadapi. Selain itu, hasil akhir dari perawatan juga bisa dibahas pada sesi konsultasi ini.

Pasien juga diminta untuk menjelaskan riwayat kesehatan pribadi sebagai referensi kepada pertimbangan dari sisi kelayakan medis. Dokter kulit atau ahli estetika yang menangani akan melakukan pemeriksaan fisik jika diperlukan.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Cryolipolysis?

Kandidat yang paling tepat untuk menjalani prosedur cryolipolysis adalah seseorang yang pada tubuhnya terdapat lemak berlebihan. Dalam hal ini dikhususkan kepada upaya penanganan lemak berlebihan yang tidak bisa dihilangkan meski telah menjalani program diet tertentu atau berolahraga secara rutin.

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Cryolipolysis?

Pada umumnya, dokter kulit tidak merekomendasikan seseorang dengan ketidakstabilan mental dan emosi untuk menjalani prosedur cryolipolysis. Seseorang dengan gangguan kesehatan tertentu juga disarankan tidak menjalani perawatan pembekuan lemak, seperti:

  • Cryoglobulinemia, yaitu gangguan protein (cryoglobulin) di dalam darah.
  • Urtikaria dingin atau alergi dingin, yaitu munculnya bentol-bentol atau kemerahan pada kulit akibat terpapar udara dingin.
  • Paroxysmal hemoglobuli dingin, yaitu kemunculan hemoglobin di dalam urine setelah terpapar udara dingin.

Apakah Prosedur Cryolipolysis Terasa Menyakitkan?

Prosedur cryolipolysis tidak menimbulkan rasa sakit, maka dari itu tidak membutuhkan penggunaan anestesi.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Cryolipolysis?

Sebagai bentuk perawatan yang bersifat noninvasif, prosedur cryolipolysis adalah alternatif yang tepat bagi seseorang yang tidak menginginkan penanganan menghilangkan lemak melalui proses pembedahan, seperti liposuction dan prosedur-prosedur invasif lainnya.

Khusus untuk mengurangi lemak pada area tubuh secara terbatas, cryolipolysis terbukti dapat memberikan hasil akhir yang efektif dan aman dalam jangka pendek. Meski begitu, pasien tetap dihadapkan kepada risiko terjadinya komplikasi.

Berdasarkan hasil penelitian medis, komplikasi yang umum terjadi setelah menjalani prosedur cryolipolysis adalah:

  • Rasa perih atau nyeri
  • Pembengkakan
  • Memar atau kemerahan pada area kulit yang ditangani
  • Eritema
  • Hipersensitivitas

Efek samping yang umum terjadi seperti di atas umumnya bersifat sementara sebagaimana kondisi pasien akan berangsur-angsur membaik dengan sendirinya. Setelah beberapa minggu, pasien sudah pulih sepenuhnya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Cryolipolysis?

Salah satu keunggulan prosedur cryolipolysis adalah pasien bisa melanjutkan aktivitas di keseharian seperti biasa tanpa terhambat oleh adanya masa-masa pemulihan seusai menjalani perawatan di klinik kesehatan kulit.

Meski begitu, pasien tidak bisa berharap mendapatkan hasil akhir dalam waktu singkat sebagaimana akan dibutuhkan waktu sekitar 2-4 bulan sebelum benjolan-benjolan lemak baru dapat terlihat berkurang secara signifikan.

Demi bisa mendapatkan perbaikan hasil akhir semaksimal mungkin, pasien disarankan untuk menjalani sesi terapi cryolipolysis secara berulang dan berkelanjutan.

Laser Rejuvenation Nonablatif

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Laser rejuvenation nonablatif adalah prosedur perawatan kulit terbaru yang menggunakan teknologi laser tanpa melalui proses pengikisan lapisan kulit epidermis. Dengan kata lain, prosedur ini tidak melukai lapisan kulit terluar.

Hawa panas dari laser yang diaplikasikan secara langsung pada kulit dinilai dapat menstimulasi proses pembentukan kolagen secara alami lebih banyak. Dengan melimpahnya kolagen pada area yang ditangani, diharapkan dapat membuat kulit terlihat lebih kencang, lebih muda, dan terutama lebih sehat.

Yang menjadikan prosedur ini lebih unggul dibandingkan jenis perawatan dengan teknologi laser lainnya adalah masa pemulihan yang jauh lebih cepat disertai risiko terjadinya komplikasi yang lebih rendah.

Pancaran hawa panas pada perawatan laser rejuvenation nonablatif pada umumnya akan dipecah-pecah sehingga menjadikan efek penanganan pada kulit lebih terfokus ke dalam ribuan kolom kecil yang disebut dengan zona perawatan mikrotermal pada kulit.

Dibandingkan teknik penanganan area kulit menyeluruh secara sekaligus, metode memecah-mecah hawa panas inilah yang membuat kulit dapat pulih lebih cepat secara alami.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Laser rejuvenation nonablatif adalah prosedur kecantikan yang sebaiknya hanya dilakukan di klinik perawatan kulit resmi yang didukung oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi. Hindari menjalani penanganan dari pihak-pihak nonkonvensional untuk menghindari terjadinya malapraktik atau risiko komplikasi terkait.

Sebelum menjalani perawatan, pasien diharapkan untuk mengonsultasikan kondisi dirinya kepada dokter kulit atau ahli estetika terlebih dahulu. Pasien yang pernah mengalami luka infeksi atau gangguan kulit yang sejenisnya membutuhkan perhatian khusus berkenaan dengan penanganan laser rejuvenation nonablatif.

Setelah itu, dokter akan melanjutkan proses peninjauan kondisi kesehatan pasien dengan pemeriksaan fisik. Tahap ini juga dapat dimanfaatkan untuk membahas ekspektasi pasien berdasarkan keuntungan dari menjalani prosedur ini. Di lain sisi, dokter juga akan menjelaskan risiko-risiko yang ada.

Selain dari itu, pasien akan disarankan untuk menghindari beberapa hal sebelum menjalani prosedur laser rejuvenation nonablatif, seperti:

  • Mengonsumsi aspirin atau obat-obatan pengencer darah.
  • Mengenakan deodoran, losion tertentu, atau parfum pada area yang akan ditangani.
  • Berjemur atau terpapar sinar matahari berlebihan.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Kondisi-kondisi gangguan kulit yang cocok untuk ditangani melalui prosedur laser rejuvenation nonablatif adalah:

Untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin, disarankan untuk menjalani perawatan sebanyak 4-6 kali dengan jarak antar perawatan dibedakan 4-6 minggu.

Berdasarkan penelitian medis, prosedur ini juga dinyatakan efektif menangani bekas jerawat. Meski hasil yang didapatkan belum seefektif prosedur yang bersifat ablatif, perkembangan teknologi perawatan nonablatif terus berkembang dan berpeluang memberikan hasil yang lebih baik.

Dengan rekomendasi dari dokter kulit atau ahli estetika, perawatan dengan laser rejuvenation nonablatif dapat dipadukan dengan prosedur perawatan kulit lain demi mendapatkan hasil yang lebih maksimal, seperti:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Seseorang dengan gangguan kesehatan kronis tertentu tidak direkomendasikan menjalani prosedur ini. Alasan di balik larangan pengidap gangguan kesehatan kronis untuk menjalani prosedur laser rejuvenation nonablatif adalah dikhawatirkan efek dari perawatan dapat memperparah kondisi penyakit yang sedang diidap.

Perbandingan kecocokan ekspektasi pasien dengan peluang dari hasil prosedur juga menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan rekomendasi akhir. Jika ekspektasi pasien dinilai berlebihan, dokter dapat menyarankan metode perawatan yang lain.

Apakah Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif Terasa Menyakitkan?

Tingkatan rasa sakit yang ditimbulkan akan bervariasi pada tiap pasien. Untuk meminimalkannya, dokter bisa memberikan krim anestesi pada area kulit yang akan ditangani setidaknya satu jam sebelum prosedur perawatan dilakukan.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Meski terbilang lebih aman, menjalani prosedur ini tetap dihadapkan kepada beberapa risiko efek samping. Tiap pasien mungkin akan mengalami jenis efek samping yang berbeda-beda, tergantung kepada kondisi masing-masing. Risiko efek samping prosedur laser rejuvenation nonablaif adalah:

  • Muncul bekas luka baru.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Mengalami pembengkakan.
  • Warna kulit yang menjadi makin cerah atau gelap untuk sementara waktu akibat hiperpigmentasi.
  • Terjadi infeksi.
  • Kulit melepuh.

Terlepas dari itu, pasien bisa langsung menjalani aktivitas di keseharian seperti biasa usai menjalani prosedur ini. Jika diinginkan, kemerahan pada kulit bisa disamarkan dengan penggunaan makeup.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Ekspektasi pasien biasanya bisa tercapai, meski nyatanya akan membutuhkan waktu sebelum hasil maksimal bisa terlihat pada diri pasien. Hal ini bisa terjadi dalam beberapa bulan. Untuk menjaga hasil yang terbaik, pasien disarankan menjalani beberapa kali perawatan lanjutan.

Seusai menjalani prosedur laser rejuvenation nonablatif, sebaiknya pasien melakukan beberapa hal berikut.

  • Gunakan tabir surya dengan tingkat SPF di atas 30 untuk mencegah kulit terpapar sinar matahari berlebihan yang berisiko mengandung radiasi.
  • Untuk mengurangi rasa sakit atau perih, gunakan kompres dingin.
  • Hindari berbaring di atas area kulit yang baru saja ditangani. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya pembengkakan yang berkelanjutan.
  • Menjaga area yang ditangani tetap lembap.

Terapi IPL (Intense Pulsed Light)

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Terapi IPL atau Intense Pulsed Light adalah prosedur perawatan kecantikan yang menggunakan alat pemancar pulsa cahaya berspektrum luas sehingga menjadikannya dapat menangani beberapa permasalahan kulit, terutama kasus-kasus yang diakibatkan penuaan kulit dini maupun alami.

Manfaat tambahan dari terapi ini adalah menstimulasi produksi senyawa elastin dan kolagen yang akan menjadikan kulit terlihat lebih kenyal dan menyegarkan.

Perawatan ini berjenis non-ablative, yaitu tidak melibatkan pembedahan. Kelebihan lainnya, penanganan dapat difokuskan pada area yang diinginkan saja tanpa khawatir akan merusak jaringan-jaringan lain yang mengelilinginya.

Berdasarkan penelitian medis, penggunaan alat berteknologi IPL (Intense Pulsed Light) sebagai bagian dari perawatan kecantikan wajah terbukti efektif dan aman. Bahkan, perkembangan teknologi terbaru bisa memberikan efek sebaik perawatan terapi sinar laser.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Selalu konsultasikan kondisi kulit hanya kepada dokter kulit atau ahli estetika berlisensi untuk mendapatkan diagnosis dan saran yang tepat. Dalam hal ini, kondisi kulit dan bekas luka pada tubuh akan diperiksa jika terdapat abnormalitas.

Pasien juga diminta untuk menjalani tes alergi. Tes alergi akan dijalani selama beberapa hari seiring pasien tetap beraktivitas seperti biasa. Beri tahu dokter jika terdapat kemunculan reaksi tertentu, misalnya ruam, melepuh, kemerahan, atau gangguan pigmentasi.

Pasien yang dinyatakan cocok akan diberikan agenda aktivitas pribadi yang berisi saran-saran yang perlu dilakukan selama dua minggu sebelum menjalani terapi.  Umumnya berisi pembatasan terpapar sinar matahari langsung dan menghindari konsumsi obat-obatan tertentu.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Teknologi pada alat terapi IPL memungkinkan dilakukannya penyaringan gelombang yang tidak diinginkan, misalnya cahaya ultraviolet yang bersifat merusak, hingga akhirnya menghasilkan pancaran cahaya yang aman dan mudah disesuaikan dengan kedalaman tiap lapisan kulit.

Terdapat berbagai permasalahan kulit yang dapat diredakan atau bahkan diatasi sepenuhnya dengan terapi IPL, antara lain:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Seseorang  dengan penyakit hiperpigmentasi, hipopigmentasi, dan diabetes tidak direkomendasikan menjalani terapi IPL. Selain itu, kesulitan untuk pulih sepenuhnya dari bekas luka menjadi kondisi tambahan yang menjadikan seseorang dilarang menjalani terapi ini.

Apakah Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light) Terasa Menyakitkan?

Tiap pasien akan merasakan tingkat ketidaknyamanan yang berbeda-beda. Menanggapi hal ini, dokter kulit atau ahli estetika bisa memberikan obat oles pereda rasa sakit jika pasien membutuhkannya.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Berbeda dengan prosedur chemical peeling, dermabrasi, dan laser resurfacing, pasien terapi IPL tidak membutuhkan waktu pemulihan yang lama dengan risiko mengalami efek samping yang rendah. Risiko efek samping yang ada meliputi:

  • Memar
  • Melepuh
  • Kudis
  • Perubahan pigmentasi

Pada umumnya, kondisi-kondisi yang bisa timbul sebagai risiko efek samping terapi IPL hanya berjangka pendek serta akan pulih dan menghilang dengan sendirinya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Terapi IPL (Intense Pulsed Light)?

Seseorang yang telah menjalani prosedur perawatan kecantikan dengan terapi IPL akan mengalami kemerahan pada kulit wajah. Meski begitu, kondisi ini dinilai wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Seiring kemerahan memudar dan warna kulit wajah kembali normal dalam beberapa jam hingga sehari setelah menjalani terapi, ekspektasi mulai terlihat sedikit demi sedikit. Tergantung kepada jenis kondisi yang ditangani, waktu yang dibutuhkan sebelum hasil akhir bisa terlihat sepenuhnya akan bervariasi.

Pastikan untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari langsung setidaknya hingga beberapa minggu dengan cara menutupi wajah dengan kain atau mengenakan tabir surya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sekaligus mempertahankannya, pasien disarankan untuk melakukan perawatan ulang tiap bulan selama lima bulan dengan rutin berkonsultasi kepada dokter dua kali setahun.

Terapi Sinar Laser

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Terapi Sinar Laser?

Terapi sinar laser adalah bentuk perawatan kulit dengan energi cahaya yang terfokus ke dalam gelombang tertentu sesuai jenis penanganan yang diinginkan. Penelitian medis membuktikan bahwa prosedur yang diterapkan tanpa melibatkan pembedahan ini efektif diterapkan untuk memperbaiki kulit yang rusak sekaligus meregenerasi pertumbuhan lapisan kulit baru.

Salah satu keunggulan terapi sinar laser adalah memicu meningkatnya produksi endorfin sehingga menekan kebutuhan pasien untuk menggunakan obat pereda rasa sakit. Selain itu, masih ada kelebihan-kelebihan lainnya, antara lain:

  • Menyamarkan tampilan bekas luka dan keriput berkat bertambahnya produksi kolagen.
  • Memperbaiki respons sistem kekebalan tubuh.
  • Proses drainase limfatik yang membaik sehingga meredakan pembengkakan.
  • Meredakan peradangan.
  • Bertambahnya energi sel-sel kulit akibat meningkatkan adenosina trifosfat untuk mendukung proses hidrolisis.
  • Memperbaiki proses pemulihan alami kulit berkat bertambahnya produksi DNA.
  • Memperbaiki sistem sirkulasi.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Prosedur terapi sinar laser sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi di klinik perawatan kulit resmi untuk mencegah terjadinya efek-efek negatif akibat malapraktik.

Dalam hal ini, pasien akan dimintai informasi mengenai riwayat kesehatan selama ini beserta pemeriksaan fisik untuk mencari tahu kendala-kendala yang berisiko membahayakan kondisi pasien jika menjalani terapi ini.

Kemungkinan besar, pasien juga akan diminta untuk menghindari berjemur di bawah sinar matahari langsung, menjalani prosedur chemical peeling, waxing, dan suntik filler setidaknya dua minggu sebelum menjalani terapi sinar laser. Termasuk di dalamnya, jangan menggunakan pewangi tubuh pada sebelum dan sesudah menjalani prosedur ini.

asien juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan herba, obat-obatan anti-inflamasi, dan aspirin karena dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Terdapat beberapa kondisi masalah kulit yang dapat diatasi dengan terapi sinar laser, yaitu:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Seseorang dengan kondisi tertentu tidak direkomendasikan untuk menjalani prosedur terapi sinar laser.

  • Memiliki masalah dpermukaan kulit.
  • Memiliki bekas luka parah.
  • Mengonsumsi obat-obatan atau terapi yang berefek mengencerkan darah.
  • Berjerawat.
  • Berkulit gelap.
  • Menjalani pengobatan dengan accutane.
  • Memiliki luka keloid.
  • Belum lama ini berjemur di bawah sinar matahari langsung.
  • Mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari pada tingkatan yang parah.

Wanita yang sedang mengandung lebih baik menunda menjalani prosedur kecantikan ini setidaknya hingga setelah melahirkan dan kondisi tubuh telah pulih sepenuhnya.

Sangat disarankan untuk mengonsultasikan kondisi diri kepada dokter kulit atau ahli estetika untuk mengantisipasi kondisi-kondisi masalah kulit terkait dikarenakan efek menjalani terapi dapat memperparah kondisi yang sedang dialami atau menimbulkan komplikasi yang merugikan kesehatan.

Apakah Prosedur Terapi Sinar Laser Terasa Menyakitkan?

Daya tahan tiap orang akan berbeda-beda sebagaimana prosedur terapi sinar laser bisa saja menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi sebagian pasien. Untuk itu, dokter kulit atau ahli estetika akan memberikan salep pereda rasa nyeri atau bius lokal untuk mengantisipasi kemunculan rasa sakit.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Terapi Sinar Laser?

Perawatan kecantikan dengan prosedur terapi sinar laser berkemungkinan tidak memberikan hasil sesuai ekspektasi secara langsung dan dampaknya pun belum tentu permanen. Maka dari itu, pasien disarankan untuk menjalaninya secara terjadwal untuk mempertahankan hasilnya.

Selain itu, meski dinilai aman dan memiliki kelebihan yang menjadikannya lebih unggul dibandingkan perawatan kulit lain yang sejenis, prosedur terapi sinar laser tetap menyimpan risiko. Risiko yang dimaksud meliputi:

  • Infeksi kulit.
  • Pendarahan parah.
  • Perubahan warna kulit.
  • Menyisakan bekas luka baru.
  • Merasakan perih pada area kulit yang ditangani.
  • Mengalami efek samping penggunaan obat bius.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Terapi Sinar Laser?

Pasien terapi sinar laser akan mengalami beberapa kondisi sebagai dampaknya. Yang biasanya dialami oleh sebagian besar pasien adalah kemerahan pada kulit yang akan berlangsung selama 4-8 jam setelah menjalani perawatan.

Sebagian pasien lainnya akan turut mengalami rasa perih pada kulit yang ditangani, menyerupai kulit yang terbakar sinar matahari. Untuk meredakannya, dokter akan menyarankan untuk membalut area kulit yang sakit dengan kain basah.

Hindari mengupas kulit kering yang muncul di sekitar area kulit. Lebih baik diamkan dan biarkan terkelupas dan rontok dengan sendirinya.

Pembengkakan ringan juga biasanya akan dialami pasien setelah menjalani prosedur ini. Meski begitu, pembengkakan ini tidak perlu dicemaskan karena akan mereda dalam beberapa hari.

Hindari menggunakan makeup pada area kulit yang ditangani untuk beberapa hari dan konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter jika ingin menggunakan losion pelembap.

Suntik Asam Hialuronat

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Suntik asam hialuronat adalah prosedur perawatan kecantikan yang bertujuan mengurangi tampilan keriput dan kerutan pada wajah sebagai dampak dari penuaan alami. Sesuai namanya, prosedur ini menggunakan asam hialuronat yang pada dasarnya memang sudah ada di dalam tubuh, terutama pada kulit, area mata, dan persendian.

Umumnya dikenal juga dengan prosedur suntik filler, cairan asam hialuronat yang disuntikkan akan mengisi kerutan dan keriput dari dalam secara merata. Alhasil, seseorang akan terlihat lebih muda dengan ditandai meningkatnya kekenyalan dan kesegaran kulit wajah.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Pilihan untuk bisa menjalani suntik asam hialuronat membutuhkan rekomendasi dari dokter kulit atau ahli estetika. Lebih jauh lagi, terdapat beberapa alasan yang bisa mencegah seseorang bisa melalui prosedur kecantikan ini.

Seseorang yang dinilai memiliki gangguan kulit, misalnya infeksi kulit, diharuskan untuk merawat kondisi tersebut terlebih dahulu hingga pulih sepenuhnya. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi bertambah parah dan mengantisipasi komplikasi akibat efek penyuntikan asam hialuronat terhadap infeksi kulit.

Selain itu, seseorang yang sedang menjalani terapi obat-obatan pengencer darah dengan ibuprofen, aspirin, atau obat herba tertentu sebaiknya menghindari prosedur suntik asam hialuronat. Setidaknya, hentikan penggunaan obat-obatan sejak dua minggu sebelum menjalaninya.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Didukung oleh hasil penelitian medis, prosedur perawatan kecantikan kulit dengan suntik asam hialuronat cocok dilakukan untuk mengatasi kondisi-kondisi berikut.

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Dokter kulit atau ahli estetika berkemungkinan tidak merekomendasikan prosedur ini diterapkan pada orang-orang yang dinilai secara medis berisiko tinggi mengalami alergi akibat substansi asam hialuronat. Selain itu, beberapa kondisi lain berikut bisa berkontribusi kepada larangan dari dokter.

  • Mengalami infeksi yang belum sembuh sepenuhnya pada area kulit yang akan ditangani.
  • Mengidap herpes aktif pada wajah atau mulut.
  • Mengalami gangguan proses penggumpalan darah.
  • Mengidap diabetes kronis yang tidak kunjung membaik.

Sangat disarankan bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui untuk menghindarinya juga karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek buruk kepada janin atau kualitas ASI. Seseorang yang  berencana menjalani bedah transplantasi organ dan sedang menjalani terapi imunosupresif lebih baik menunda suntik asam hialuronat juga.

Apakah Prosedur Suntik Asam Hialuronat Terasa Menyakitkan?

Prosedur suntik asam hialuronat bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan, terutama pada area kulit yang disuntikkan. Untuk ini, dokter kulit atau ahli estetika bisa terlebih dahulu memberikan obat pereda sakit dalam bentuk salep atau obat suntik.

Sebagai upaya penanganan di rumah untuk meredakan pembengkakan dan ketidaknyamanan seusai menjalani prosedur ini, pasien bisa menempelkan es batu yang telah dibalut kain pada area kulit yang ditangani.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Terdapat beberapa efek samping yang mungkin bisa dialami sebagian pasien prosedur suntik asam hialuronat, seperti muncul pembengkakan dan/atau memar ringan yang disertai kemerahan pada kulit wajah dan perih tiap kali tersentuh. Sebagian lainnya lagi bisa mengalami benjolan pada kulit.

Berbeda dengan jenis cairan suntik filler lainnya, asam hialuronat secara alami terdapat di dalam tubuh sehingga pasien prosedur ini dinilai minim komplikasi berupa reaksi alergi. Meski pada kasus yang jarang terjadi, pasien bisa memiliki risiko alergi.

Prosedur ini sering kali menjadi pilihan alternatif yang lebih aman dibandingkan operasi plastik, seperti operasi kelopak mata (blepharoplasty) karena beberapa hal, yaitu:

  • Tanpa melibatkan irisan atau menjahit kulit.
  • Tidak perlu menjalani masa-masa pemulihan.
  • Aktivitas di keseharian tetap bisa dilanjutkan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Suntik Asam Hialuronat?

Terdapat berbagai jenis substansi yang digunakan pada prosedur suntik filler dan salah satunya adalah asam hialuronat. Cara kerja dari tiap jenis tersebut akan berbeda-beda dengan hasil yang berlainan. Sebagaimana hasil yang didapatkan akan bertahan pada jenjang waktu yang bervariasi juga, mulai dari beberapa bulan hingga paling lama dua tahun.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sekaligus mempertahankan hasil, pasien disarankan untuk menjalani prosedur ini secara berkala. Terlepas dari itu, prosedur suntik asam hialuronat sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi di klinik kesehatan resmi.

Mikropigmentasi

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Mikropigmentasi?

Mikropigmentasi atau lebih populer disebut dengan sulam bibir atau sulam alis adalah proses memasukkan pigmen berwarna ke balik permukaan kulit terluar. Pigmen yang digunakan berbahan alami dan berisiko rendah menimbulkan reaksi alergi. Dokter atau ahli estetika yang berpengalaman akan memastikan warna pigmen yang dipilih sesuai dengan warna kulit pasien.

Prosedur kecantikan yang memberi efek permanen ini biasa dikenal juga dengan sebutan dermapigmentasi, dermagrafik, tato kosmetik, atau makeup permanen. Pigmen akan dimasukkan melalui jarum steril berukuran mikro.

Selain dimanfaatkan untuk meningkatkan penampilan wajah, perawatan kecantikan ini juga dapat diandalkan untuk mengembalikan atau menyegarkan penampilan wajah kembali.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Sebagaimana hasil yang diberikan bersifat permanen, maka sebaiknya prosedur ini dilakukan oleh dokter atau ahli estetika yang berpengalaman. Mintalah contoh foto-foto hasil penanganan di klinik tersebut. Jangan sungkan untuk menanyakan pengalaman dokter dalam menangani prosedur kecantikan ini.

Terlepas dari itu, seseorang juga perlu mendatangi sekaligus berkonsultasi pada beberapa klinik terkait untuk mendapatkan gambaran dan pilihan referensi sebagai pertimbangan selanjutnya. Tiap klinik mungkin akan memberikan pelayanan dan hasil akhir yang bervariasi. Mempelajari kualitas klinik bisa membantu menentukan apakah metode kerjanya sesuai dengan selera.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Mikropigmentasi adalah cara yang dinilai efektif bagi seseorang yang tidak ingin direpotkan oleh rutinitas mengenakan kosmetik tiap hari.

Seseorang yang sudah berusia lanjut dan mengalami kendala untuk mengenakan makeup wajah dengan lancar bisa mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini. Sama halnya dengan orang yang aktif berolahraga, seperti berenang, memiliki makeup wajah yang tidak luntur oleh air mungkin bisa menjadi solusi.

Beberapa manfaat mikropigmentasi dapat diterapkan pada metode-metode berikut ini.

  • Sulam alis, yaitu membentuk garis dan memberikan efek alis mata yang lebih tebal.
  • Memberikan efek bulu mata yang lebih tebal.
  • Sulam bibir, yaitu memberi warna bibir.
  • Memberi warna puting payudara.

Selain itu, mikropigmentasi juga bisa menjadi cara untuk menyamarkan efek-efek yang ditimbulkan penyakit, seperti:

  • Vitiligo
  • Kerontokan rambut berpola akibat usia (alopecia areata)
  • Kerontokan rambut total (alopecia universalis)
  • Bekas luka
  • Alergi akibat penggunaan kosmetik
  • Efek samping menjalani kemoterapi

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Tidak semua orang adalah kandidat prosedur mikropigmentasi. Terdapat beberapa kondisi gangguan kulit atau penyakit yang menjadikan seseorang tidak direkomendasikan menjalaninya, seperti:

  • Alergi kulit
  • Kutil
  • Herpes simplex
  • Hepatitis B dan hepatitis C
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Sindrom mata kering
  • Gangguan darah

Seseorang yang sedang mengonsumsi accutane sejak enam bulan terakhir dan pasien suntik filler sebaiknya tidak menjalani prosedur ini.

Apakah Prosedur Mikropigmentasi Terasa Menyakitkan?

Pasien mungkin akan merasakan ketidaknyamanan pada saat jarum ditusukkan ke kulit untuk memasukkan cairan pigmen. Untuk itu, dokter akan memberikan obat bius oles pada area yang akan ditangani jika dibutuhkan.

Obat bius suntik juga dapat diberikan terlebih dahulu untuk menimbulkan rasa kebas pada area kulit terkait.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Mikropigmentasi?

Penelitian membuktikan bahwa prosedur mikropigmentasi tidak mengandung efek-efek yang merugikan. Meski begitu, terdapat risiko penularan penyakit kulit jika jarum yang digunakan tidak melalui proses sterilisasi yang optimal.

Sebagian pasien akan mendapati hasil akan memudar seiring waktu. Maka dari itu, perlu dilakukan pengulangan untuk mempertahankan hasil. Selain itu, seseorang bisa dihadapkan kepada beberapa risiko komplikasi dari prosedur ini, seperti:

  • Inflamasi kulit
  • Alergi kulit
  • Infeksi kulit
  • Munculnya bekas luka keloid

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Dokter bisa menyediakan salep untuk digunakan di rumah jika terjadi pembengkakan pada area penyuntikan. Sebagai alternatif, menempelkan es batu yang dibalut kain pada kulit bisa menjadi langkah yang disarankan.

Hasil yang didapatkan dari prosedur mikropigmentasi tidak akan terlihat langsung sebagaimana akan dibutuhkan beberapa hari sebelum mulai terlihat. Pasien juga tidak perlu cemas jika warna kulit terlihat menggelap selama minggu pertama. Warna kulit akan mencerah seiring kulit memulih sepenuhnya dalam 2-4 minggu berikutnya.

Jangan segan untuk memeriksakan kondisi kulit kepada dokter atau ahli estetika di klinik kulit terkait jika mengalami gangguan yang dirasa menimbulkan ketidaknyamanan.

Transplantasi Rambut

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Transplantasi Rambut?

Transplantasi rambut adalah prosedur pencangkokan rambut menggunakan rambut milik sendiri. Pada dasarnya, rambut yang akan dicangkok diambil dari area kulit kepala dengan rambut yang lebih lebat, kemudian menanamkannya pada sisi kulit kepala yang mengalami lebih jarang atau kerontokan.

Prosedur ini sudah dilakukan sejak tahun 1950-an dengan metode-metode penerapan yang terus mengalami kemajuan. Merujuk kepada penelitian medis yang telah dilakukan, prosedur ini dinilai memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Meski memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, seseorang yang ingin menjalani prosedur transplantasi rambut tetap perlu mengonsultasikan kondisi kesehatan diri kepada dokter. Pada konsultasi ini, pasien juga bisa mengetahui ekspektasi, risiko, dan  gambaran mengenai hasil yang didapatkan.

Sebagai permulaan, pasien yang berkebiasaan merokok sebaiknya menghentikan kebiasaan ini pada dua minggu sebelum menjalani prosedur ini.

Proses pengerjaan dapat diselesaikan pada hari itu juga, yaitu sekitar 4-8 jam sesuai luasnya area yang ditangani, sehingga pasien tidak perlu menginap di klinik. Sebagai langkah antisipasi, pasien sebaiknya ditemani seorang rekan atau teman yang bisa mengantar pasien pulang hingga ke rumah.

Selama 1-2 hari setelah menjalani prosedur ini, pasien diharapkan untuk beristirahat di rumah. Jika harus bekerja, sebaiknya pasien menjaga kondisi dirinya dan makanannya. Jika dibutuhkan, pasien bisa mendapatkan bantuan perawat selama beristirahat di rumah.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Prosedur transplantasi rambut cocok diterapkan oleh seseorang yang mengalami kerontokan rambut dan/atau penipisan rambut.

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Sebagai pertimbangan medis, seseorang bisa menjalani prosedur ini jika memiliki beberapa kriteria berikut.

  • Seseorang harus memiliki pertumbuhan dan struktur rambut samping serta rambut belakang yang sehat agar bisa digunakan sebagai rambut transplan/cangkok atau mendonorkan rambutnya.
  • Tekstur rambut yang akan ditransplansi harus sesuai dengan jenis rambut yang dimiliki pasien.
  • Selama ini memiliki warna rambut dan menjalani pola hidup yang sehat.

Apakah Prosedur Transplantasi Rambut Terasa Menyakitkan?

Pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski begitu, sebagian pasien bisa merasakan ketidaknyamanan pada kulit kepala setelah menjalaninya. Untuk itu, dokter akan meresepkan obat-obatan pereda rasa sakit yang bisa didapatkan secara bebas di apotek.

Apakah Ada Efek Samping atau Risiko Prosedur Transplantasi Rambut?

Sebagian besar pasien akan dihadapkan kepada beberapa efek samping, namun efek-efek samping yang terjadi akan segera pulih dengan sendirinya, yaitu:

  • Luka kering (koreng) pada titik lokasi yang ditangani.
  • Muncul bekas luka pada area kulit kepala dengan rambut transplan.
  • Kulit kepala membengkak selama beberapa hari ke depan.

Sebagaimana dengan prosedur pembedahan pada umumnya, terdapat beberapa risiko gangguan kesehatan yang bisa dialami pasien, seperti:

  • Infeksi pada kulit kepala.
  • Reaksi alergi akibat obat bius atau obat pereda rasa sakit.
  • Pendarahan berlebihan pada area yang ditangani.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Berikut adalah langkah-langkah yang dokter akan lakukan kepada pasien setelah menjalani prosedur transplantasi rambut, yaitu:

  • Membalut kulit kepala pasien dengan perban dan menyarankan tidak melepasnya selama 1-2 hari.
  • Memberikan obat-obatan bebas pereda rasa sakit jika pasien mengalami ketidaknyamanan pada kulit kepala.
  • Meresepkan obat-obatan antibiotik atau anti-inflamasi selama beberapa hari.

Mengenai hasil dari prosedur transplantasi rambut, sebanyak 6 dari 10 pasien menyadari adanya pertumbuhan rambut baru pada 6-9 bulan setelah menjalani prosedur ini.

Namun sebelumnya, pasien akan mengalami kerontokan rambut hasil transplantasi pada kisaran 2-3 minggu setelah perawatan. Pasien tidak perlu khawatir sebagaimana kondisi ini adalah bagian dari proses pertumbuhan rambut-rambut baru.

Cryosurgery

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Cryosurgery?

Cryosurgery adalah salah satu metode perawatan kecantikan kulit dengan nitrogen cair yang umumnya digunakan untuk menyamarkan bercak-bercak penuaan dini dan mengangkat pertumbuhan daging tidak normal di atas permukaan kulit.

Prosedur ini juga dinilai efektif sebagai metode pendukung penanganan kanker kulit dan sering kali diandalkan untuk menghancurkan lesi kulit prakanker.

Menggunakan alat penyemprot atau mengoleskan dengan kapas, nitrogen beku akan diaplikasikan secara langsung pada kulit. Dengan begitu, sel-sel kulit yang ditargetkan akan membeku secara cepat. Seiring mencairnya nitrogen beku pada kulit, sel-sel kulit akan mengalami kerusakan semaksimal mungkin secara perlahan-lahan.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Cryosurgery?

Prosedur cryosurgery adalah perawatan yang sebaiknya hanya dilakukan di klinik kesehatan kulit oleh dokter spesialis kulit (dermatologis) atau ahli estetika berlisensi demi menjamin hasil yang aman secara medis dan sesuai dengan ekspektasi terbaik pasien.

Tidak ada persiapan khusus bagi pasien untuk bisa menjalani prosedur ini. Meski begitu, dokter tetap perlu memeriksa kondisi kesehatan kulit pasien secara umum serta meninjau riwayat kesehatan selama ini.

Terutama bagi pasien yang ingin memanfaatkannya untuk menangani kanker kulit, dokter perlu memastikan terlebih dahulu bahwa sel-sel kanker pada lapisan kulit teratas belum menyebar ke area lainnya.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Cryosurgery?

Prosedur ini bisa menjadi solusi yang tepat bagi seseorang yang mengalami permasalahan kulit, seperti:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Cryosurgery?

Tidak ada ketentuan khusus sebagai syarat bisa menjalani prosedur cryosurgery. Kondisi kulit orang-orang pada umumnya tidak akan menemui masalah dengan teknik pengaplikasian metode perawatan kulit ini.

Apakah Prosedur Cryosurgery Terasa Menyakitkan?

Prosedur ini mungkin akan menimbulkan rasa perih pada area kulit yang ditangani. Hal ini mungkin akan mengganggu bagi sebagian pasien. Sebagai langkah antisipasi, dokter bisa memberikan bius lokal sebelum memulai perawatan ini.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Cryosurgery?

Sebagaimana dengan prosedur medis lainnya yang melibatkan pembedahan, seseorang yang menjalani prosedur ini dihadapkan kepada risiko mengalami efek samping. Risiko efek samping cryosurgery adalah:

  • Pembengkakan.
  • Bekas luka.
  • Kerusakan jaringan atau pembuluh darah di sekitar area kulit yang ditangani.
  • Sebagian orang merasakan perih dan sebagian lainnya merasakan mati rasa di sekitar area kulit yang ditangani.
  • Kehilangan pigmentasi.
  • Rambut rontok.
  • Pendarahan disertai nanah.
  • Infeksi.
  • Gangguan pemulihan luka.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Cryosurgery?

Lamanya prosedur cryosurgery adalah faktor yang perlu dibahas bersama dokter karena durasinya akan bergantung kepada luasnya area kulit yang ditangani. Seusai perawatan, pasien diperbolehkan segera pulang. Meski begitu, luka yang bisa saja ditimbulkan akibat menjalani prosedur ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih dan mungkin selama itu pula akan terasa perih.

Maka dari itu, pasien diharapkan bisa memperhatikan kebersihan area luka. Mengganti perban pelindung luka secara terjadwal adalah saran utama dari dokter untuk dua minggu ke depan, terutama untuk mencegah luka terkontaminasi kuman atau kotoran penyebab infeksi.

Pasien diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan bebas pereda rasa sakit jika merasakan ketidaknyamanan akibat pembengkakan, ruam, atau luka melepuh. Kemunculan ketiga masalah kulit ini dianggap normal dan akan pulih dengan sendirinya.

Secara umum, pasien cryosurgery untuk penanganan di area kepala hingga leher akan membutuhkan waktu hingga enam minggu untuk bisa pulih sepenuhnya. Masa pemulihan mungkin akan lebih lama pada area-area tubuh lainnya.

HIFU (High-intensity Focused Ultrasound)

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur HIFU (High-intensity Focused Ultrasound)?

Perawatan kecantikan dengan High-intensity Focused Ultrasound atau HIFU adalah prosedur yang khusus diaplikasikan pada wajah untuk meredakan tampilan keriput dan mengatasi kulit kendur.

Berdasarkan penelitian, penerapan prosedur ini sebagai upaya meningkatkan penampilan dan kesehatan wajah dinyatakan sebagai prosedur noninvasif yang memiliki efektivitas yang memuaskan sekaligus aman.

Menggunakan gelombang ultrasound, penanganan dapat ditargetkan kepada tiap jaringan lapisan kulit yang diinginkan secara terperinci sehingga pemanfaatan energi yang dipancarkan menjadi lebih efektif. Hal ini akan menstimulasi tubuh untuk memproduksi kolagen baru untuk mencerahkan dan mengencangkan kulit.

Perawatan kecantikan ini bisa menjadi alternatif face lift atau cocok bagi mereka yang berusaha memperpanjang efektivitas operasi kecantikan. Keunggulan lainnya, pasien tidak membutuhkan masa-masa pemulihan.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur HIFU (High-intensity Focused Ultrasound)?

Mengonsultasikan kondisi kulit kepada dokter atau ahli kesehatan kulit adalah hal yang penting untuk dilakukan sebelum menjalani prosedur kecantikan apa pun, termasuk prosedur HIFU. Dengan begitu, dokter bisa mengantisipasi keadaan tertentu sekaligus mencarikan solusi yang tepat.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur HIFU (High-intensity Focused Ultrasound)?

Prosedur High-intensity Focused Ultrasound atau HIFU adalah langkah perawatan kecantikan kulit yang sangat cocok diterapkan bagi seseorang yang ingin mengatasi:

Prosedur ini tidak memandang usia dan jenis kulit seseorang. Dengan kata lain, semua orang bisa menjalaninya dengan aman selama dilakukan di klinik kecantikan oleh dokter kulit atau ahli estetika bersertifikasi.

Apakah Prosedur HIFU (High-intensity Focused Ultrasound) Terasa Menyakitkan?

HIFU adalah prosedur perawatan kulit yang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski sebagian pasien mungkin akan merasakan ketidaknyamanan, dokter kulit atau ahli estetika yang menangani akan berupaya sebaik mungkin untuk meminimalkan rasa sakit yang bisa terjadi.

Sebagai informasi, rasa sakit yang muncul hanya bersifat sementara dan perlu disikapi sebagai reaksi positif dimulainya proses pembentukan kolagen baru.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur HIFU (High-intensity Focused Ultrasound)?

Sebagian besar pasien akan merasakan efek samping berupa nyeri otot yang hanya berlangsung sementara dan akan pulih dengan sendirinya. Selain itu, sebagian pasien lainnya bisa mengalami:

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur HIFU (High-intensity Focused Ultrasound)?

Sebagaimana prosedur perawatan kecantikan dengan HIFU (High-intensity Focused Ultrasound) tidak membutuhkan masa pemulihan, maka pasien bisa segera melanjutkan aktivitas di kesehariannya dengan nyaman.

Meski begitu, pasien tetap disarankan untuk menjaga kesehatan kulit wajah beberapa pekan setelah menjalani prosedur ini agar tidak mengganggu proses perbaikan kondisi kulit. Perlu diketahui bahwa proses peremajaan dan pengencangan kulit membutuhkan waktu 2-3 bulan.

Untuk menjaga efek perbaikan kulit yang didapatkan semaksimal mungkin, disarankan untuk melakukan perawatan 1-3 kali setahun. Pada umumnya, HIFU adalah prosedur yang hasilnya bisa bervariasi, namun biasanya bisa bertahan 1-2 tahun tergantung kepada jenis kulit masing-masing pasien.

Powered by WordPress.com.

Up ↑