Bekas Jerawat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Bekas jerawat adalah kondisi alami kulit untuk memulihkan diri dengan sendirinya. Bekas ini muncul akibat hilangnya kolagen akibat peradangan.

Bakteri, kelebihan minyak, dan sel kulit mati yang menumpuk dapat mengakibatkan penyumbatan pori dan peradangan yang akhirnya menimbulkan jerawat. Setelah jerawat reda, bukan  berarti masalah selesai.

Bekas jerawat yang tidak kunjung hilang dapat membuatmu kehilangan kepercayaan diri. Jika tidak kunjung hilang, ada baiknya untuk mengonsultasikannya kepada dokter kulit demi mendapatkan penanganan yang tepat secepatnya.

Kenapa Bekas Jerawat Perlu segera Ditangani?

Bekas jerawat yang tidak kunjung hilang akan membuatmu kehilangan kepercayaan diri karena merasa penampilan tidak sempurna. Kondisi ini dapat mendatangkan ketidaknyamanan secara emosional, fisik, hingga relasi sosial. Upaya penanganan juga dapat meningkatkan kesehatan kulit secara umum.

Hal yang Perlu Diketahui tentang Jerawat

Bekas jerawat muncul saat tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen untuk menyembuhkan luka. Kondisi ini mengakibatkan penumpukan jaringan pada permukaan kulit. Ada tiga jenis utama, yaitu:

  • Ice pick scars

Lubang dalam dan kecil pada permukaan kulit seolah kulit baru ditusuk benda tajam.

  • Rolling scars

Disebabkan jaringan parut di bawah kulit sehingga permukaan kulit menjadi tidak rata.

  • Boxcar scars

Berbentuk menyerupai kawah bundar atau lonjong.

Identifikasi yang tepat dapat dilakukan saat melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Bekas Luka Bisa Lebih Cepat Pulih dengan Didukung Hal-hal Ini

Beberapa pekan setelah jerawat pecah, bekasnya menjadi berwarna merah muda karena adanya pembuluh darah baru yang menutrisi area kulit tersebut. Kolagen baru akan terbentuk beberapa bulan kemudian untuk mengisi ruang bekas jerawat. Namun, sayangnya bekas ini baru dapat hilang secara alami dalam hitungan tahun. 

Untuk sementara, paparan sinar matahari secara berlebihan dapat menjadikannya terlihat makin gelap dan menonjol. Lebih baik untuk menghindari sinar matahari untuk sementara waktu.

Sinar ultraviolet juga memperlambat proses penyembuhan karena merangsang melanosit yang memicu perubahan warna kulit. Untuk mengurangi risiko buruk paparan sinar UV ini, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30. Ulangi pemakaian tiap dua jam sekali atau setelah berkeringat atau berenang. Selain itu hindari beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00-14.00.

Tidak perlu khawatir jika jerawat meninggalkan bekas pada kulit wajah. Ada banyak cara  yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya sekaligus mencegah timbulnya jerawat baru, seperti menggunakan:

Krim kortison

Krim kortison. Kortison diserap sel kulit sehingga membantu mengurangi peradangan, terutama jika kulitmu bengkak atau kemerahan akibat jerawat. Krim ini bisa diperoleh tanpa resep dokter. Selain itu, produk-produk pemutih kulit yang mengandung arbutin, asam kojic, dan vitamin C dapat mencerahkan wajah.

Terapi laser

Dermatologis dapat menyarankan terapi laser untuk meningkatkan produksi kolagen baru yang dapat membantu menghilangkan bekas jerawat dan menggantinya dengan kulit baru. Terdapat dua macam perawatan laser:

Ablatif

Mengangkat lapisan kecil di sekitar area bekas jerawat agar terbentuk lapisan baru yang lebih halus.

Nonablatif

Laser merangsang pertumbuhan kolagen baru yang membantu memperbaiki kerusakan kulit.

Suntikan filler

Suntik filler yang diulang tiap 4-6 bulan dapat membantu memperbaiki bekas jerawat yang dalam.

Teknik ice pick dan boxcar

Teknik penanganan dengan ice pick dan boxcar bisa dilakukan dengan tiga cara utama, yaitu:

Eksisi

Bekas jerawat diangkat dengan operasi, kemudian bekas lukanya ditutup.

Elevasi

Bagian dasar bekas luka diangkat dengan operasi, kemudian digunakan untuk menutupi bekas jerawat sehingga tidak begitu tampak.

Pencangkokan

Bekas luka ditutup dengan sampel kulit yang diambil dari bagian lain dari tubuh, biasanya dari bagian belakang telinga.

Operasi lapisan epidermis

Operasi pengangkatan lapisan teratas kulit yang mengakibatkan darah terkumpul di bawah area bekas jerawat sehingga menimbulkan pembekuan darah. Pembekuan ini kemudian membantu membentuk jaringan penghubung yang mengangkat bekas jerawat hingga setara dengan permukaan kulit di sekitarnya.

Prosedur ini kemudian dapat diteruskan dengan teknik lain, seperti dermabrasi atau laser. Dermabrasi adalah cara mengangkat lapisan teratas kulit menggunakan sikat khusus atau laser. Umumnya setelah menjalani perawatan ini, kulit akan menjadi berwarna kemerahan.

Bleaching

Bleaching. Perbedaan warna kulit antara bekas jerawat dengan area sekitarnya dapat diatasi dengan produk bleaching yang dijual bebas.

Radiofrekuensi

Alat radiofrekuensi dapat dimanfaatkan untuk menyamarkan bekas jerawat.

Chemical peeling

Chemical peeling dilakukan dengan mengoleskan asam berkadar tinggi untuk mengangkat lapisan teratas serta meminimalkan bekas jerawat.

Jarum dermatologis

Jarum dermatologis. Merangsang pembentukan jaringan kulit di bawah bekas jerawat juga dapat dilakukan menggunakan jarum khusus oleh dermatologis. 

Suntik botox

Suntik botox (neuromodulator) dilakukan untuk melemaskan area tertentu dan memperbaiki penampilan kulit.

Jangan Lakukan Ini untuk Menangani Bekas Jerawat 

Permukaan kulit wajah ternyata lebih sensitif dibandingkan area kulit bagian tubuh lainnya. Maka dari itu, kamu perlu menjaga kebersihan area wajah. Terdapat beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan kulit wajah. Upayakan jangan melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Terlalu sering mencuci muka karena justru dapat mengurangi elastisitas kulit sehingga membuat bekas jerawat makin tampak.
  • Memegang wajah dengan tangan yang tidak bersih. Jari dan kuku dapat menyebarkan bakteri pada kulit.
  • Memencet jerawat karena justru meningkatkan risiko peradangan.
  • Mengoleskan vitamin E langsung pada bekas jerawat. Kandungan ini justru memperlambat proses penyembuhan.

Sebelum menentukan prosedur mana yang ingin dijalani, sebaiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit. Pastikan untuk mengetahui manfaat, kekurangan, serta efek samping dari tiap prosedur.

Nyatanya, tidak ada satu jenis perawatan yang dipastikan tepat bagi semua orang. Maka dari itu, dokter kulit bisa merekomendasikan panduan beberapa metode untuk menangani bekas jerawatmu.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: