Bekas Luka Bakar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Bekas luka bakar adalah reaksi alami kulit yang terbentuk akibat terbakar. Setelah terbakar, sel-sel kulit di area tersebut akan mati dan memproduksi zat protein yang bernama kolagen untuk memperbaiki bagian tersebut dengan sendirinya.

Pada dasarnya, kondisi ini muncul saat kulit terkena gesekan suatu permukaan panas atau terkena api secara langsung. Selain itu, bekas luka bisa diakibatkan oleh paparan sinar matahari terlalu lama, terkena bahan kimia keras, terkena percikan atau tumpahan air mendidih, atau tidak sengaja menyentuh suatu benda yang panas.

Sebagian bekas luka bakar akan memudar seiring waktu, tetapi sebagian lainnya bisa bersifat permanen. Bekas luka bakar ini dapat berwarna lebih gelap dari warna alami kulit di sekitarnya atau sebaliknya bisa tanpa warna.

Pada sisi yang sama, tekstur kulit bekas luka bakar akan terasa lebih tebal dibandingkan kulit normal. Di tengah proses penyembuhan, bekas luka bakar akan menjadi berwarna kemerahan atau kebiruan.

Kenapa Luka Bakar Perlu Ditangani?

Meski umumnya luka bakar bersifat ringan, disarankan bagi seseorang yang kulitnya mengalami luka bakar untuk memeriksakannya. Apalagi, jika terdapat gejala-gejala infeksi, seperti keluar nanah, berwarna kemerahan, dan/atau mengalami pembengkakan. Periksakan juga jika luka bakar tidak kunjung membaik dalam sepekan awal.

Tidak hanya dari sisi medis, luka bakar bisa saja mendatangkan komplikasi jika tidak ditangani sepenuhnya, baik secara emosional, sosial, maupun ekonomi.

Bekas luka bakar yang tidak kunjung sembuh dan terbentuk pada area yang tampak jelas, misalnya pada wajah dan tangan, dapat mendatangkan gangguan emosional. Seseorang yang mengalami luka bakar dapat merasa tidak percaya diri dan menghambat perkembangan dalam pergaulan.

Hal yang Perlu Diketahui tentang Tingkatan Luka Bakar

Luka bakar tingkat satu umumnya dapat sembuh dalam waktu sepekan tanpa meninggalkan bekas. Pada tingkatan yang lebih parah yaitu luka bakar tingkat dua, kesembuhan membutuhkan waktu dua minggu dengan bekas luka bakar yang dapat memudar seiring waktu.

Kemudian luka bakar tingkat tiga, membutuhkan waktu beberapa bulan hingga tahun untuk sembuh dan membutuhkan cangkok kulit jika ingin meminimalkan kemunculan bekas luka.

Menangani Bekas Luka Bakar

Penanganan bekas luka bakar akan berbeda-beda, bergantung kepada tingkat keparahan yang dialami dan luas area yang terkena dampak. Selanjutnya, kedua faktor ini pun dipastikan dulu mengenai kadar panas dari api yang mengenai dan berapa lama kontak yang terjadi antara sumber panas dengan kulit.

Luka bakar yang segera ditangani akan mendatangkan hasil kesembuhan dan penampilan yang lebih efektif dibandingkan yang terlambat ditangani.

Pada tingkatan yang parah, luka bakar membutuhkan penanganan dokter spesialis kesehatan kulit sebagaimana dikhawatirkan bisa mengalami infeksi. Namun luka bakar ringan masih dapat dicegah supaya tidak meninggalkan bekas. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dan dihindari agar luka bakar tidak membekas terlalu lama.

Tindakan menangani luka bakar tingkat dua sebaiknya dimulai dengan mencuci tangan. Bersihkan area luka dengan air hangat, kemudian biarkan mengering. Selanjutnya, lakukan tindakan-tindakan penanganan berikut ini.

  • Gunakan sterile tongue depressor untuk mengoleskan salep antibiotik pencegah infeksi. Jika bakteri masuk ke aliran darah, maka infeksi dapat menyebabkan sepsis yang dapat membahayakan nyawa.
  • Untuk mencegah kontraktur, coba renggangkan area yang terbakar beberapa menit tiap hari.
  • Jika terdapat luka melepuh, biarkan luka ini pecah dengan sendirinya. Kemudian, mintalah dokter spesialis kesehatan kulit untuk mengangkat bagian kulit mati.
  • Area ini akan lebih sensitif terhadap sinar matahari selama beberapa bulan. Oleh karenanya lindungi bagian kulit tersebut dari paparan sinar matahari. Antara lain dengan mengenakan pakaian yang menutupi luka.
  • Periksakan luka bakar secara teratur kepada dokter spesialis kesehatan kulit agar pengobatan luka ini dapat berjalan dengan baik dan sembuh tepat waktu.
  • Tutupi luka bakar dengan kasa steril antilengket untuk mencegah infeksi.
  • Oleskan salep antibiotik untuk mempercepat penyembuhan.

Merawat Luka Bakar Tingkat Tiga dengan Cangkok Kulit

Untuk luka bakar tingkat tiga, pasien mungkin perlu mempertimbangkan saran dokter spesialis kesehatan kulit untuk menjalani cangkok kulit mengingat parahnya luka bakar tingkat ini.

Pada dasarnya, prosedur cangkok kulit dilakukan dengan mengambil kulit sehat dari bagian lain pada tubuh untuk menutupi bagian kulit yang terbakar. Selanjutnya, ikuti langkah-langkah ini.

  • Kenakan pakaian kompresi untuk membantu penyembuhan kulit yang terbakar. Pakaian ketat yang berperan menyangga bagian kulit yang terkena dampak ini perlu dikenakan tiap hari selama beberapa bulan.
  • Operasi dapat dijalani untuk mengangkat area kulit yang dikencangkan sehingga membantumu bergerak dengan leluasa kembali.
  • Seorang ahli terapi fisik dapat membantu pasien berlatih menggerakkan badan di area yang dikencangkan.

Selain luka bakar ringan, penting untuk mengonsultasikan dan mengikuti petunjuk dari dokter spesialis kesehatan kulit agar bekas luka bakar tidak membutuhkan terlalu lama untuk sembuh. 

Bekas Luka Bakar Keloid

Keloid adalah bekas luka, termasuk luka bakar, yang lebih besar dan luas dibandingkan luka aslinya. Luka yang biasanya diwarisi dalam keluarga ini biasanya terbentuk pada wajah, dada, punggung, cuping telinga, atau bahu. Meski tidak menyebabkan kanker, keloid dapat terasa sakit dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Keloid tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diminimalkan sehingga tampilannya lebih halus. Perawatan ini biasanya dilakukan secara bersamaan sesuai dengan ukuran dan lokasi luka bakar.

  • Cryotherapy. Disebut juga dengan cryosurgery,¬†dilakukan dengan membekukan luka bakar sehingga nantinya warna kulit menjadi lebih cerah.
  • Suntikan obat.
  • Kortikosteroid, dapat digunakan setelah cryotherapy atau setelah prosedur operasi kecantikan. Selain itu, obat-obatan seperti verapamil, fluorouracil, bleomycin, interferon bisa menjadi rekomendasi dari dokter spesialis kesehatan kulit.
  • Prosedur operasi, dapat dilakukan untuk mengangkat keloid. Setelah operasi, area luka bekas operasi perlu ditutup dengan perban gel silikon yang dijual bebas selama setidaknya dua hari. Meski begitu, sayangnya tidak menutup kemungkinan bahwa operasi dapat menyebabkan keloid baru.
  • Radiasi, dapat digunakan untuk menghilangkan keloid. Namun, cara ini tidak populer karena berisiko menyebabkan kanker kulit.

Pada intinya, bekas luka bakar dapat lebih mudah hilang jika segera dilakukan penanganan yang tepat setelah luka terbentuk. Konsultasikan kepada ahli dermatologi untuk mendapatkan saran penanganan yang terbaik.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: