Bekas Luka

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Bekas luka adalah garis atau cekungan yang muncul di permukaan kulit yang pernah mengalami luka. Kemunculannya merupakan reaksi alami yang menjadi bagian dalam proses penyembuhan suatu luka.

Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari dampak mengalami penyakit, pembedahan, atau kecelakaan. Hampir tiap luka yang terbuka akan meninggalkan bekas, meski bentuknya sangat kecil dan tidak terlihat.  

Kondisi ini sering kali menjadi masalah besar bagi kebanyakan orang sebagaimana kemunculannya bisa merusak rasa percaya diri, mengganggu penampilan, dan membuat seseorang merasa tidak sempurna. Terlebih lagi jika muncul di area yang tidak tertutup pakaian, misalnya di wajah atau tangan.

Selain kehilangan rasa percaya diri, bisa menimbulkan beberapa dampak negatif lainnya, seperti terasa sakit di bagian yang terluka, gatal-gatal, muncul rasa cemas, dan/atau gangguan tidur. Sebagian orang lainnya juga merasakan gangguan pada aktivitas sehari-hari akibat keberadaan gangguan kulit ini.

Jenis-jenis Bekas Luka

Ada beberapa jenis bekas luka yang dikenal di dunia medis, antara lain:

  • Keloid. Kondisi ini terjadi karena proses penyembuhan luka yang terlalu agresif. Tidak hanya muncul di sekitar luka, tapi bisa meluas ke beberapa area lain juga. Paling umum terjadi pada-orang-orang berkulit gelap.
  • Kontraktur. Berbeda dengan jenis-jenis lainnya, kontraktur bisa menyebabkan gangguan fungsi otot dan saraf, serta menyulitkan seseorang untuk bergerak secara leluasa. Lebih umum disebut sebagai bekas luka bakar.
  • Hipertrofik. Kondisi ini muncul dengan wujud berwarna kemerahan atau ungu. Umumnya terasa hangat saat disentuh dan kerap terasa gatal.
  • Jerawat. Sesuai namanya, kondisi yang ini disebabkan oleh jerawat. Pengobatan yang tidak tepat berisiko menjadikan proses penyembuhan jerawat akan meninggalkan bekas jerawat di wajah.

Apa yang Menjadi Penyebab Bekas Luka?

Dimulai ketika lapisan kulit yang tebal (dermis) mengalami kerusakan. Untuk memperbaiki kerusakan pada dermis, tubuh akan memproduksi kolagen baru. Jaringan yang baru terbentuk itu akan memiliki tekstur yang berbeda dari jaringan asli di sekitarnya. Jaringan baru inilah yang dinamakan dengan bekas luka.

Perbedaan tekstur kulit ini baru terlihat dengan jelas setelah luka sembuh sepenuhnya. Jika tubuh memproduksi kolagen terlalu banyak, kemunculannya pun bisa bertambah parah.  

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Luka?

Bekas luka tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, namun bisa disamarkan agar tidak mengganggu penampilan. Jenis penanganan yang dijalani akan bergantung kepada beberapa faktor, seperti ukuran dan kedalaman, lokasi, serta usia dan jenis kelamin pasien. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya.

  • Suntik steroid. Metode ini bisa menjadikannya lebih lembut dan merata dengan kulit di sekitarnya. Umumnya cocok untuk digunakan pada kasus keloid dan hipertrofik.
  • Dermabrasi dan mikrodermabrasi. Kedua prosedur perawatan adalah pilihan untuk meratakan permukaan kulit dan menyamarkannya. Dengan bantuan peralatan khusus, jaringan bekas luka akan diangkat atau ditekan ke dalam kulit.
  • Laser resurfacing. Metode ini bertujuan membuang lapisan permukaan kulit dengan bantuan sinar laser. Metode ini membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan dermabrasi.
  • Microneedling. Metode ini digunakan dengan cara membuat lubang-lubang kecil dangkal pada kulit untuk merangsang produksi kolagen. 
  • Suntik filler. Metode ini digunakan untuk meratakan kulit yang cekung dengan permukaan kulit di sekitarnya. Metode ini harus dilakukan secara berulang agar cekungan di kulit tidak kembali lagi.
  • Bedah kecantikan. Bertujuan menyamarkan perbedaan tekstur kulit. Bedah kecantikan tidak dianjurkan jika mengalami keloid atau hipertrofik karena justru menjadikan keduanya makin parah.
  • Pengobatan mandiri. Penanganan mandiri bisa menggunakan krim mentega cokelat yang mengandung vitamin E dan beberapa produk kosmetik terpercaya yang dijual bebas di apotek atau salon kecantikan.

Bagaimana Cara Mencegah Bekas Luka Makin Parah?

Untuk mencegahnya menjadi makin parah, pasien dianjurkan untuk selalu menangani bekas luka dengan baik dan teratur sesuai instruksi dokter kulit atau ahli estetika. Beberapa hal di bawah ini juga harus diperhatikan untuk mengantisipasi kondisi yang bertambah parah.

  • Jangan menutup luka dengan perban atau sejenisnya terlalu lama. Biarkan luka tetap terbuka agar cepat kering, namun tetap harus dijaga kebersihannya.
  • Membiarkan luka tanpa pengobatan bisa menyebabkan infeksi, apalagi jika luka disertai rasa gatal dan berwarna kemerahan.
  • Jangan mengelap luka dengan bahan yang mengandung hidrogen peroksida. Hal itu justru berpotensi merusak permukaan kulit di sekitarnya.
  • Pengobatan dengan radioterapi dosis rendah bisa digunakan untuk mencegah kembalinya bekas luka yang kondisinya cukup parah.
Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: