Benjolan pada Kulit

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Benjolan pada kulit adalah gumpalan yang muncul di permukaan kulit. Bentuknya bisa bervariasi, misalnya berbentuk luka dalam atau memar, tahi lalat, dan keratosis aktinik.

Meski pertumbuhannya dinilai tidak normal, benjolan pada kulit pada umumnya bersifat jinak. Namun, lain halnya bagi seseorang yang sebelumnya pernah memiliki riwayat kanker kulit karena kondisi ini bisa berbahaya.

Jenis-jenis Benjolan pada Kulit

Benjolan pada kulit terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Primer adalah kondisi abnormal yang muncul sejak lahir dan sekunder muncul sebagai akibat dari dampak iritasi, luka, dan yang sejenisnya.

Benjolan primer

  • Tahi lalat (macule). Biasanya berwarna cokelat, putih, atau merah dengan ukuran diameter sekitar 1 cm.
  • Ruam (rash). Muncul dengan ukuran kecil maupun besar sebagai reaksi alergi.
  • Pustula. Kondisi yang disebabkan oleh bisul atau jerawat ini berisi nanah.
  • Bintil. Umumnya, bertekstur padat dan berbentuk bintil dengan ukuran diameter lebih dari 2 cm.
  • Kulit melepuh (blister). Disebabkan oleh efek radiasi sinar matahari, tersengat serangga, infeksi virus, atau luka gesekan dengan kain sepatu dan pakaian dalam jangka panjang.

Benjolan sekunder

  • Koreng (crust). Muncul akibat darah yang mengering pada luka terbuka.
  • Bisul. Kemunculannya disebabkan infeksi bakteri dan benturan (trauma fisik).
  • Sisik (scale). Dihasilkan oleh lapisan kulit yang mengelupas.
  • Bekas luka. Luka yang mengering pada kulit.
  • Atrofi kulit. Terjadi ketika kulit menipis dan keriput karena pengaruh obat steroid topikal.

Apa yang Menjadi Penyebab Benjolan pada Kulit?

Penyebab benjolan pada kulit adalah infeksi yang terjadi di balik kulit dan/atau di permukaan kulit. Salah satu contohnya adalah infeksi kulit menular. Virus penyebab penyakit kulit menular dari satu orang ke orang lainnya terjadi melalui kontak secara langsung.

Infeksi kulit seperti cacar air dan herpes bisa terjadi di seluruh bagian tubuh dan merupakan penyebab benjolan pada kulit.

Selain karena infeksi, beberapa jenis di antaranya terjadi karena faktor keturunan atau bawaan lahir, misalnya tahi lalat dan tanda lahir. Penyebab lainnya adalah reaksi alergi dan penyakit diabetes.

Siapa pun bisa mengalaminya, namun risiko kemunculannya meningkat pada orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Gangguan kulit ini juga lebih mungkin menimpa orang-orang yang pernah mengalami alergi dan penyakit autoimun.

Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan pada Kulit?

Untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat, diperlukan diagnosis dokter terlebih dahulu. Diagnosis dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk memeriksa kondisi benjolan pada kulit, mengambil sampel jaringan pada benjolan yang ada, serta menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien.

Ada dua jenis pengobatan utama yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu dengan obat-obatan dan operasi kulit.

Obat-obatan

Sebagai tahap awal, dokter bisa memberikan obat topikal untuk mencegah peradangan sekaligus melindungi area yang mengalami masalah. Langkah ini juga berfungsi meredakan gejala yang muncul, mengurangi rasa sakit, meredakan suhu panas tubuh, dan menghilangkan gatal.

Bagi pasien yang kondisinya tidak membaik setelah diberikan pengobatan topikal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika ditemukan bahwa benjolan pada kulit disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan obat oral antibiotik untuk meredakan gejala.

Operasi kulit

Pada kasus tertentu, dokter bisa merekomendasikan operasi kulit dengan tetap mendasarkannya kepada masalah kulit yang dialami pasien, misalnya ukuran tahi lalat yang membesar dan terasa mengganggu.

Selain tahi lalat, tanda lahir vaskular, atau hemangioma yang terdampak perubahan bentuk pembuluh darah juga bisa diatasi dengan prosedur operasi kulit.

Operasi kulit yang dilakukan dengan bantuan energi laser adalah opsi yang dinilai aman dan populer sebagaimana efektivitasnya sudah terbukti.

Selain dengan dua jenis pengobatan di atas, sebagian benjolan pada kulit bisa ditangani secara mandiri di rumah dengan dioleskan balsam. Konsultasikan kondisi benjolan kepada dokter jika penggunaan balsam tidak bermanfaat.

Bagaimana Cara Mencegah Benjolan pada Kulit?

Untuk mencegah benjolan yang muncul di permukaan kulit tidak bertambah parah, cobalah lakukan langkah-langkah ini.

  • Berkonsultasi langsung kepada dokter saat benjolan muncul atau ketika menemukan perubahan warna dan ukurannya. Periksakan juga jika terjadi perdarahan atau nyeri pada benjolan.
  • Selalu menjaga kebersihan kulit dengan mandi teratur menggunakan sabun atau pelembap kulit.
  • Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan karena adanya risiko radiasi ultraviolet.
  • Jangan mengorek atau berusaha memecah benjolan pada kulit karena bisa menyebabkan infeksi dan memperparah kondisi.

Demi mempercepat proses penyembuhan sekaligus mencegah terjadinya infeksi, sangat penting untuk mengikuti saran dokter sebaik-baiknya. Jika benjolan pada kulit tidak membaik, konsultasi secara berkala perlu dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya benjolan dan melakukan penanganan lanjutan.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: