Daging Tumbuh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Daging tumbuh adalah daging yang muncul di permukaan kulit. Umumnya daging yang tumbuh di permukaan kulit ini tidak berbahaya sebagaimana tidak bersifat kanker. Kemunculannya didukung oleh faktor penuaan dengan risiko lebih tinggi terjadi setelah berusia 50 tahun.

Kondisi yang terjadi sebagai respons alami tubuh terhadap radiasi dari paparan sinar matahari ini bisa terjadi pada pria maupun wanita.

Daging ini bisa tumbuh di satu tempat atau di banyak tempat sekaligus. Jumlahnya pun bervariasi, mulai dari satu hingga berjumlah ribuan. Keberadaan daging berlebih ini umumnya tidak mengganggu kesehatan, hanya saja kemunculannya mengganggu kepercayaan diri.

Jenis-jenis Daging Tumbuh

Daging tumbuh adalah kondisi gangguan kulit yang secara khusus terbagi atas tiga jenis, yaitu:

  • Tahi lalat. Tahi lalat muncul karena pigmentasi sel pada kulit. Bentuknya bisa merata atau menonjol ke luar permukaan kulit. Tahi lalat juga bisa disertai beberapa helai rambut. Pada umumnya berwarna gelap, namun warna dan ukurannya bisa berubah sering berjalannya waktu.
  • Kutil. Kutil adalah daging tumbuh kecil yang muncul di permukaan kulit, tetapi tidak berbahaya. Penyebabnya adalah human papillomavirus (HPV) dan bisa menyebar ke bagian tubuh lain atau menular ke orang lain jika tersentuh langsung.
  • Skin tag. Pertumbuhannya bisa terjadi di beberapa tempat, namun paling sering muncul di ketiak, leher, kelopak mata, lipatan di pangkal paha, dan bagian bawah dada. Skin tag tidak menimbulkan rasa sakit, tapi bisa menyebabkan iritasi dan gatal.

Apa Saja Gejala-gejala Daging Tumbuh?

Kemunculan daging tumbuh pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Hanya saja, penderita mungkin akan merasa tidak nyaman ketika daging yang tumbuh mengalami iritasi karena tergores atau tergaruk. Jika sudah tergaruk akan terasa perih, memerah, berdarah, atau menghitam karena jaringan kulit yang mati.

Apa yang Menjadi Penyebab Daging Tumbuh?

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu pertumbuhannya, namun secara umum, penyebab daging tumbuh adalah:

  • Kehamilan. Peningkatan kadar hormon dan berat badan bisa menjadi pemicu. Jika dipengaruhi oleh kehamilan, daging yang tumbuh umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah masa-masa kehamilan.
  • Resistensi insulin. Orang-orang yang memiliki resistensi insulin tidak mampu menyerap glukosa secara sempurna dari aliran darah. Kondisi ini bisa menjadi pemicu.
  • Human papillomavirus (HPV). Berdasarkan hasil penelitian pada orang-orang yang mengalami skin tag, ditemukan human papillomavirus (HPV) pada hampir 50 persen di antara mereka.

Bagaimana Cara Menghilangkan Daging Tumbuh?

Upaya untuk menghilangkannya akan dilakukan secara berbeda-beda, tergantung kepada jenis yang ada. Jika berupa tahi lalat, maka pertama-tama dokter akan memeriksanya dengan metode biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

Melalui pemeriksaan laboratorium, dokter juga bisa mengetahui apakah sel-sel pada tahi lalat bersifat kanker. Jika dokter menemukan sel-sel pada daging tumbuh adalah sel kanker kulit, maka dokter bisa menentukan pengobatan lanjutan yang tepat untuk mengatasinya.

Berbeda dengan tahi lalat, skin tag yang berukuran kecil akan menghilang dengan sendirinya. Untuk menangani yang berukuran besar, dokter bisa merekomendasikan pasien untuk menjalani salah satu metode berikut.

  • Bedah elektro. Pada prosedur ini, jaringan yang ingin disingkirkan akan dipanaskan atau dibakar dengan energi listrik berfrekuensi tinggi.
  • Cryotherapy. Disebut juga dengan prosedur cryosurgery, jaringan kulit akan dibekukan dengan cairan nitrogen. Selanjutnya jaringan yang beku akan rontok dari permukaan kulit.
  • Operasi. Prosedur operasi akan dilakukan dokter secara manual menggunakan pisau bedah atau gunting. Pasien bisa meminta bius lokal untuk meminimalkan rasa sakit.
  • Ligasi. Pada prosedur ini, sebuah alat medis yang menyerupai karet gelang dililitkan pada jaringan daging tumbuh untuk menghentikan aliran darah pada area terkait. Lama-kelamaan, jaringannya akan mati sendiri dan menghilang.

Bagaimana Cara Mencegah Daging Tumbuh?

Upaya pencegahan di sini tidak bertujuan menghindarinya terjadi pada kulit, melainkan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi yang bertambah parah. Langkah-langkah pencegahan daging tumbuh adalah:

  • Salah satu faktor yang menjadi pemicunya adalah kelebihan berat badan. Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap ideal adalah opsi sehat yang sangat disarankan.
  • Selalu menjaga kebersihan tubuh, termasuk kebersihan pada area yang terjangkit. Kebersihan akan membantu mencegah terjadinya infeksi bakteri dan virus lain.
  • Jangan pernah mengorek atau mencoba menghilangkannya secara paksa. Hal ini justru membuka risiko terjadinya infeksi kulit.
  • Jika terasa makin mengganggu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter demi mendapatkan saran penanganan yang tepat.

 

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: