Hiperpigmentasi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Hiperpigmentasi adalah noda atau bercak berwarna gelap yang muncul di permukaan kulit. Umumnya, kondisi ini muncul di kulit tangan, punggung, dan wajah sebagai akibat dari produksi melanin yang berlebihan di dalam tubuh. Akibatnya, terdapat bercak pada kulit yang terlihat lebih gelap dibandingkan area sekitarnya. 

Baik pria maupun wanita pada segala usia bisa mengalaminya dengan risiko yang lebih tinggi terjadi pada orang-orang berkulit gelap dibandingkan orang-orang berkulit putih.

Jenis-jenis Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

Melasma

Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita berusia 20-50 tahun. Selain karena paparan sinar matahari, pengaruh penggunaan pil KB juga bisa menjadi pemicu terjadinya melasma. Jenis ini sering kali ditandai dengan kemunculan bercak kecokelatan di bagian bibir atas, dahi, atau pipi.

Lentigo

Kondisi ini terjadi karena peningkatan jumlah sel pigmen di lapisan permukaan kulit. Lentigo umumnya berukuran kecil dan dikelilingi oleh lapisan kulit yang sehat dan normal. Kondisi ini lebih sering disebabkan oleh paparan sinar matahari secara langsung.

Post inflammatory hyperpigmentation

Pada kasus ini tidak hanya muncul bercak hitam, tapi juga disertai dengan kerusakan pada lapisan epidermis kulit. Peradangan di epidermis akan memicu peningkatan melanin dan menyebabkan kemunculan bercak kecokelatan di wajah.

Apa yang Menyebabkan Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi terjadi karena produksi melanin yang berlebihan di dalam tubuh. Melanin merupakan zat pigmen di dalam tubuh yang memengaruhi warna kulit seseorang. Jika kadar melanin di dalam tubuh terlalu banyak, maka warna tubuh akan menjadi lebih gelap. Begitu pula sebaliknya, jika tubuh memproduksi terlalu sedikit melanin, maka warna kulit pun menjadi lebih cerah.

Selain karena produksi melanin yang berlebihan, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Jerawat
  • Paparan sinar matahari berlebihan
  • Keturunan
  • Perubahan hormon
  • Kehamilan
  • Perawatan kulit yang tidak tepat
  • Efek samping obat-obatan antibiotik, antiaritmik, dan antimalaria.

Bagaimana Cara Mengatasi Hiperpigmentasi?

Agar kondisinya tidak makin parah, pasien disarankan untuk melakukan penanganan secepatnya, khususnya saat baru saja muncul. Hiperpigmentasi umumnya bisa diatasi melalui pengobatan mandiri dengan perawatan kulit menggunakan pelembap, tabir surya, atau pencerah wajah dan kulit.

Pengobatan mandiri terbukti efektif dengan obat-obatan yang mengandung asam retinoid, asam kojic, dan vitamin C.

Hidrokinon

Secara garis besar, hidrokinon berfungsi mencerahkan bercak-bercak hitam yang muncul di permukaan kulit, baik karena kehamilan, perubahan hormon, atau faktor-faktor lainnya. Zat ini berfungsi menghalangi proses terjadinya perubahan warna pada kulit.

Retinoid

Dikenal sebagai salah satu zat paling efektif untuk mengatasi masalah pada kulit. Zat ini bekerja dengan cara mengatur pertumbuhan sel epitel yang berfungsi melindungi lapisan kulit.

Asam kojic

Asam kojic menghambat dan mencegah pembentukan tirosin yang merupakan asam amino yang dibutuhkan untuk menghasilkan melanin. Dengan begitu, kulit yang mengalami hiperpigmentasi akan terlihat lebih cerah.

Vitamin C

Vitamin C memiliki banyak fungsi, antara lain membantu melindungi sel kulit dan menjaganya agar tetap sehat, menjaga kesehatan kulit, serta mempercepat penyembuhan luka.

Jika Hiperpigmentasi Tidak Sembuh, Terapkan Cara-cara Ini 

Jika kondisi tidak kunjung membaik setelah menjalani pengobatan secara mandiri, ada beberapa metode lanjutan yang bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik kesehatan kult untuk mengatasi hiperpigmentasi, di antaranya:

Chemical peel

Chemical peeling dilakukan dengan mengoleskan bahan kimia tertentu pada wajah. Metode ini harus diterapkan oleh dokter kecantikan yang berpengalaman. Jika penanganan yang dilakukan tidak tepat, maka hiperpigmentasi justru bisa menjadi makin parah.

Laser peel

Sinar laser bisa dimanfaatkan untuk mengurangi hiperpigmentasi yang muncul di wajah. Laser CO2 adalah salah satu jenis laser yang sering kali digunakan dalam hal ini.

Terapi IPL (Intense Pulse Light)

Terapi IPL (Intense Pulse Light) adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan di bidang dermatologi. Metode ini dilakukan dengan bantuan spektrum cahaya luas untuk memperbaiki tampilan permukaan kulit wajah. Penerapan terapi IPL bisa dikontrol sehingga tidak menimbulkan rasa sakit.

Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah perawatan kesehatan kulit yang diterapkan menggunakan pasir kristal untuk menghapus lapisan halus di kulit dan memicu pertumbuhan kulit baru yang elastis. Metode ini tidak menimbulkan rasa sakit dan memberikan hasil yang efektif.

Bagaimana Cara Mencegah Hiperpigmentasi?

Pada dasarnya hiperpigmentasi memang tidak berbahaya, namun bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri karena bercak-bercak hitam yang muncul di permukaan kulit. Karena itulah, upaya pencegahan lebih baik dilakukan agar terhindar darinya. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan.

  • Membatasi paparan sinar matahari secara langsung karena kulit dan wajah sangat rentan mengalami kerusakan akibat dampak radiasinya.
  • Gunakan topi yang lebar agar wajah tidak langsung terpapar sinar matahari. Hal ini bertujuan melindungi kulit dari kerusakan.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 tiap hari, terutama sebelum beraktivitas di luar ruangan. Cara ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah gangguan kulit lain yang mungkin ditimbulkan.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan yang sehat, memperbanyak asupan air mineral, dan rutin berolahraga.
  • Jangan menggosok kulit atau wajah yang mengalami hiperpigmentasi terlalu kasar karena dampaknya akan merusak permukaan kulit dan memperparah kondisinya.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter jika kondisi kulit terasa memburuk. Makin cepat ditangani, maka makin kecil risiko yang bisa ditimbulkan.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: