Hirsutisme

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Hirsutisme adalah pertumbuhan rambut yang berlebihan di bagian tubuh tertentu pada wanita. Kondisi ini sering kali terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Pertumbuhan rambut hirsutisme biasa tumbuh di bagian-bagian yang mudah terlihat, seperti di wajah, leher, lengan, serta tidak menutup kemungkinan juga pada bagian yang tertutup, seperti di punggung, dada, perut bagian bawah, dan paha.

Bagi sebagian wanita, kondisi yang biasanya mengganggu kepercayaan diri ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kadar hormon di dalam tubuh yang tidak seimbang, kelainan genetik, gangguan metabolisme tubuh, atau dikarenakan efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.

Rambut yang muncul karena hirsutisme berbeda dengan rambut normal. Perbedaan antara kedua jenis rambut ini bisa dikenali dari tekstur dan area pertumbuhannya. Pada umumnya, hirsutisme tampak lebih gelap dan kasar dibandingkan rambut normal.

Menurut penelitian, hirsutisme terjadi pada 5-10 persen wanita di dunia. Kondisi ini banyak ditemukan pada wanita di kawasan Turki dan sekitarnya, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Timur Tengah. Kondisi semacam ini dinilai tidak membahayakan.

Apa Tanda-tanda Kemunculan Hirsutisme?

Hirsutisme ditandai dengan kemunculan rambut-rambut tipis di leher, dada, wajah, perut, punggung, paha, dan bokong. Pada kasus tertentu, hirsutisme bisa diawali dengan kemunculan jerawat, minyak berlebih di wajah, perubahan suara menjadi lebih berat, siklus haid tidak teratur, atau bahkan tidak mengalami haid sama sekali.

Apa yang Menyebabkan Hirsutisme?

Hirsutisme bisa dialami oleh siapa pun, tapi umumnya terjadi pada wanita, baik yang sudah menopause maupun wanita muda. Umumnya, kondisi ini terjadi karena seorang wanita mengalami kelebihan hormon androgen, yaitu hormon yang berperan mendukung aktivitas organ seksual pada pria. Wanita juga juga memproduksi hormon ini, tapi kadarnya sangat rendah jika dibandingkan dengan pria.

Di samping faktor hormon, hirsutisme juga bisa disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu sebuah kondisi yang membuat siklus haid seorang wanita menjadi tidak teratur dan bisa memicu kemunculan kista ovarium.

Selain dua faktor di atas, hirsutisme juga bisa disebabkan oleh:

  • Hiperplasia adrenal kongenital, yaitu kondisi keturunan yang memengaruhi kelenjar adrenal. Kelenjar ini bertugas memproduksi hormon.
  • Sindrom Cushing, yaitu gangguan hormon yang bisa menyebabkan berat badan menurun drastis dan terjadi pembengkakan di sekitar wajah dan leher.
  • Obesitas, atau kelebihan berat badan. Menurunkan berat badan secara perlahan-lahan akan membantu meredakan kondisi ini.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya obat anabolik steroid yang sering digunakan untuk membentuk otot dan menjadikan tubuh tampak atletis.
  • Pertumbuhan tumor, yaitu peningkatan produksi androgen bisa memicu terjadinya pertumbuhan tumor di kelenjar adrenal dan ovarium.
  • Akromegali, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi hormon pertumbuhan dengan jumlah yang terlalu banyak.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Hirsutisme?

Untuk memastikan apakah telah terjadi hirsutisme, dokter akan mendiagnosisnya dengan cara menanyai riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter mungkin akan mengambil sampel darah pasien untuk mengetahui kadar hormon di dalam tubuhnya. Tes lanjutan seperti USG dan MRI juga bisa dilakukan untuk memeriksa apakah ada tumor atau kista pada ovarium dan pada kelenjar adrenal pada tubuh pasien.

Bagaimana Cara Mengatasi Hirsutisme?

Secara garis besar, pengobatan terhadap hirsutisme terbagi dua, yaitu pengobatan mandiri dan pengobatan medis dari dokter. Pengobatan dipilih berdasarkan kondisi pasien. Semua bertujuan menghapus atau menyamarkan rambut-rambut yang tumbuh di bagian tubuh yang tidak diinginkan.

Apa yang bisa dilakukan di rumah?

  • Bercukur. Metode ini sangat murah dan mudah dilakukan untuk menghilangkan rambut yang tumbuh secara berlebihan.
  • Waxing. Metode ini dilakukan dengan bantuan bahan berupa lilin. Metode bertujuan mengurangi kembalinya rambut-rambut yang telah dihapus.
  • Pemutih. Dengan menggunakan pemutih atau disebut dengan metode bleaching, rambut yang tumbuh lebat akan tersamarkan.
  • Krim. Krim ini digunakan dengan cara dioleskan ke bagian tubuh yang ditumbuhi rambut. Metode ini cukup efektif, tapi bisa membuat iritasi kulit.
  • Epitor. Ini merupakan sebuah alat bantu elektrik yang digunakan untuk menghilangkan rambut di area tertentu secara menyeluruh.

Penanganan medis apa yang bisa dilakukan dokter di klinik atau rumah sakit?

  • Menjalani terapi sinar laser. Metode ini bisa menghilangkan rambut dan mencegahnya agar tidak tumbuh lagi dalam waktu yang relatif lama. Metode ini bisa menyebabkan kulit menjadi merah, gelap, dan menimbulkan bekas luka yang sulit untuk dihilangkan.
  • Elektrolisis. Metode ini dilakukan dengan cara merusak folikel rambut di bawah kulit. Metode ini cukup efektif dan mampu mencegah kembalinya rambut-rambut yang mengganggu. Namun, metode ini bisa menyebabkan perubahan pada warna kulit dan menimbulkan bekas luka.
  • Krim eflornithine. Krim oles yang disarankan untuk digunakan selama 1-4 bulan ini bisa membantu menghambat sekaligus mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah dan dagu. 
  • Kombinasi Pil KB. Kombinasi pil KB dengan obat tertentu bisa membantu mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan dengan cara menghambat produksi hormon androgen di dalam tubuh.
  • Obat-obatan lainnya. Dokter bisa meresepkan obat-obatan lain untuk mengatasi hirsutisme, antara lain obat anti-androgen, finasteride, terapi agonis GnRH (hormon pelepas gonadotropin), dan insulin-sensitising medication.

Bagaimana Cara Mencegah Hirsutisme Bertambah Parah?

Kemunculan hirsutisme tidak bisa dicegah, namun kondisi ini bisa dikendalikan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar hirsutisme tidak bertambah parah, di antaranya:

  • Hindari penggunaan obat-obatan di luar resep dokter saat menjalani perawatan dengan terapi sinar laser. Hal ini bisa menyebabkan kulit menjadi sensitif.
  • Jangan melakukan tanning (menggelapkan kulit) baik sebelum maupun sesudah melakukan pengobatan dengan sinar laser.
  • Konsultasikan pengobatan hirsutisme dengan dokter sebab tiap kondisi tidak sama sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda.
Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: