Kanker Kulit

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kanker kulit lebih sering terjadi pada area kulit yang paling sering terpapar sinar matahari secara terus-menerus. Kondisi ini dapat dialami manusia dari berbagai ras dan warna kulit, tetapi umumnya lebih berisiko terjadi pada mereka yang berkulit cerah.

Melalui upaya pendeteksian sejak dini dan penanganan yang tepat, kanker kulit pada umumnya dapat ditangani semaksimal mungkin dan bahkan sepenuhnya disembuhkan.

Kenapa Kanker Kulit Perlu Ditangani?

Kanker kulit yang tidak segera ditangani dapat menyebar ke bagian-bagian lain pada tubuh. Pada umumnya, kondisi ini lebih cepat dideteksi oleh pasien sendiri dibandingkan pemeriksaan oleh dokter.

Ada banyak variasinya yang dibedakan berdasarkan jenis sel kulit yang terkena dampak. Dari beberapa jenis tersebut, ada tiga jenis yang paling dikenal.

Sel karsinoma basal

Dinilai sebagai kanker kulit yang paling sering terjadi, kemunculannya berasal dari mutasi DNA pada sel basaloid pada permukaan kulit. Kanker ini terjadi pada bagian terdalam epidermis, yaitu bagian terluar kulit.

Kanker jenis ini paling sering dialami kulit yang terpapar sinar matahari, seperti kulit wajah, telinga, dada, punggung, dan area kepala. Kondisi ini ditandai dengan benjolan yang tampak transparan, berwarna merah muda, diiringi rasa sakit yang tidak kunjung sembuh, kulit kemerahan dan pecah karena iritasi, lesi mirip luka parut, bisul, ataupun perubahan warna kulit yang tidak sembuh dalam sebulan.

Jika bisa terdeteksi lebih dini, kanker tidak akan merusak jaringan di sekitarnya. Jika tumor berukuran lebih dari 2 cm, maka dapat menjadi sel karsinoma basal yang serius.

Melanoma

Dinilai sebagai jenis kanker yang paling berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat di dalam tubuh. Kanker ini bermula pada melanosit atau sel yang menentukan warna kulit. Peluang kesembuhan akan berkurang dengan cepat begitu melanoma menyebar hingga ke dalam tubuh.

Meski begitu, masih ada harapan bahwa kanker jenis ini dapat disembuhkan dengan operasi ringan begitu terdeteksi secara dini dan mendapat penanganan yang tepat.

Sel karsinoma skuamosa

Ditemukan pada lapisan teratas kulit dan ditandai dengan bagian kulit bersisik berwarna merah, menyerupai benjolan dengan ulkus yang sulit sembuh ataupun kulit kering. Benjolan ini umumnya dapat berdarah dengan mudah, dapat berkembang menjadi bisul, dan terasa sakit saat disentuh.

Kanker ini dapat berkembang di area kulit bagian mana saja, baik pada kulit yang sering terpapar sinar matahari ataupun yang tidak. Kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Selain tiga jenis kanker di atas, terdapat beberapa jenis kanker kulit lain yang lebih jarang terjadi, seperti dermatofibrosarkoma, karsinoma sel Merkel, dan fibroxanthoma nontipikal.

Bagaimana Cara Menangani Kanker Kulit?

Untuk mendiagnosis kanker kulit secara pasti, dokter akan melakukan biopsi dengan mengambil sampel kulit yang terkena dampak untuk kemudian diuji dengan mikroskop. Sementara itu, pemilihan jenis terapi ditentukan dari ukuran dan lokasi tumor, karakteristik kanker, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Pada umumnya, perawatan akan ditangani oleh dokter spesialis dermatologi dan dokter spesialis onkologi yang mana keduanya adalah spesialis kanker. Jika ternyata diperlukan penerapan operasi pengangkatan tumor, kamu disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter bedah plastik juga.

Terdapat beberapa prosedur yang dapat diterapkan untuk menangani kondisi prakanker ataupun kanker kulit:

  • Operasi pengangkatan sel-sel dan jaringan yang terdampak secara bertahap.
  • Cryosurgery: penghancuran sel kanker dengan metode pembekuan.
  • Sayatan lokal: pengangkatan tumor dan jaringan di sekitarnya.
  • Operasi laser: vaporasi kanker dengan laser.
  • Pengeringan dan kuretasi: kauterisasi dan gesekan untuk mengangkat kanker.
  • Kemoterapi topikal: aplikasi krim atau losion yang mengandung resep obat.
  • Terapi fotodinamis untuk menangani pertumbuhan prakanker dengan penggunaan obat yang disebut agen fotosensitisasi dan terapi sinar.
  • Perawatan laser untuk menangani pertumbuhan prakanker sehingga tidak berkembang menjadi kanker.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Meminimalkan Risiko Kanker Kulit?

Risiko terkena kanker kulit bisa diminimalkan dengan menerapkan beberapa hal berikut.

  • Hindari paparan sinar matahari pada kisaran pukul 10.00-14.00, yaitu saat sinar matahari sedang terik. Kenakan pakaian yang bisa melindungi kulit, termasuk mengenakan topi dan kacamata pelindung mata.
  • Periksa apakah pada kulitmu terdapat luka asimetris dengan pinggiran tidak rata, berbeda warna, atau ada tidaknya perubahan pada tahi lalat.
  • Kenakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dengan perlindungan dari efek negatif sinar UVA dan UVB.
  • Hindari melakukan penggelapan warna kulit atau tanning.
  • Konsumsi sayuran hijau ataupun suplemen multivitamin yang mengandung vitamin D.

Segera periksakan diri kepada dokter kulit jika terjadi perubahan pada luka ataupun tahi lalat pada kulit.

Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan?

Jangan mengabaikan gejala-gejala kanker dengan tidak memeriksakan risiko gangguan kulit kepada dokter. Sebagian orang menyangka bahwa perubahan pada kulit ataupun tahi lalat sebagai hal biasa, padahal kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala kanker kulit.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Kanker Kulit?

Kanker kulit dapat terjadi pada siapa pun. Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang menjadi lebih berisiko untuk mengalaminya, terutama nonmelanoma, yaitu:

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker.
  • Sudah pernah mengalami kondisi ini.
  • Memiliki banyak tahi lalat atau bercak-bercak kulit.
  • Memiliki kulit pucat yang dapat dengan mudah terbakar sinar matahari.
  • Mengonsumsi obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh.
  • Mengalami gangguan kesehatan yang mengganggu sistem kekebalan tubuh.
  • Sering terpapar sinar matahari dalam waktu lama, terutama saat sedang terik.
  • Seseorang yang memiliki penyakit kanker atau mengidap HIV/AIDS.
  • Terpapar bahan kimia yang dapat memicu kanker, seperti arsenik, dan sering terpapar sinar radiasi.
  • Mengalami infeksi virus kutil kelamin.
  • Orang-orang lanjut usia.

Periksakan kulit secara teratur kepada dokter untuk mendeteksi kemungkinan kanker kulit lebih dini, terutama jika kamu memiliki faktor-faktor risiko di atas.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: