Kelopak Mata Turun (Ptosis)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kelopak mata turun atau ptosis adalah gangguan pada pupil mata yang dampaknya dapat mengurangi kualitas penglihatan. Meski kondisi ini dapat mereda dengan sendirinya, namun seseorang bisa menjalani penanganan medis jika dibutuhkan.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa pun, baik pria maupun wanita, dari berbagai latar belakang etnis. Meski demikian, situasi ini lebih umum terjadi pada lansia akibat penuaan alami yang menyebabkan otot levator yang mengendur.

Otot inilah yang berperan menyangga kelopak mata. Kondisi ini perlu segera ditangani jika disebabkan oleh kondisi medis tertentu atau mengganggu penglihatan.

Penyebab Kelopak Mata Turun (Ptosis)

Kelopak mata turun atau disebut ptosis atau blepharoptosis umumnya dapat disebabkan oleh faktor-faktor alami, seperti pertambahan usia hingga gangguan-gangguan kesehatan meliputi penyakit saraf atau trauma benturan. Berikut adalah beberapa penyebab umum. 

  • Perenggangan tendon atau otot saat operasi katarak ataupun pemeriksaan LASIK.
  • Pada beberapa kasus dapat disebabkan oleh penyakit serius, seperti tumor otak, kanker otot, kanker saraf, ataupun stroke.
  • Ptosis juga dapat disebabkan oleh gangguan saraf yang memengaruhi fungsi otot atau saraf mata, seperti myasthenia gravis.
  • Trauma pada proses persalinan akibat penggunaan alat forceps.
  • Gangguan pergerakan mata. 
  • Kulit pada kelopak mata yang kendur.

Selain itu, terdapat juga beberapa penyakit yang berisiko melatarbelakangi kondisi ini, antara lain stroke, diabetes, sindrom Horner, tumor di sekitar atau pada mata, pembengkakan pada kelopak mata, dan bintitan.

Selain kelopak mata yang turun, kondisi ini dapat juga ditandai dengan mata kering atau mata berair. Sebagian penderita juga mengalami wajah yang lelah karena rasa sakit yang mungkin ditimbulkan ptosis.

Jenis-jenis Kelopak Mata Turun (Ptosis)

Terdapat dua jenis ptosis berdasarkan lokasi terjadinya, yaitu:

  • Bilateral, terjadi ketika kelopak turun terjadi pada kedua mata. Umumnya disebabkan oleh gangguan kesehatan.
  • Unilateral, terjadi ketika hanya satu kelopak mata yang turun. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bintitan ataupun penyakit saraf.  

Gangguan mata ini dapat bersifat permanen ataupun kambuhan. Sedangkan berdasarkan waktu awal terjadinya, ptosis dapat terjadi sejak lahir (ptosis kongenital) atau berkembang di waktu kemudian (ptosis acquired).

Penanganan Awal Kelopak Mata Turun (Ptosis)

Kelopak mata turun perlu segera ditangani jika terasa mengganggu aktivitas sehari-sehari, seperti berjalan, naik tangga, membaca, ataupun mengemudi. Penanganan bergantung kepada tingkat keparahan dan penyebabnya.

Dokter bisa saja tidak melakukan penanganan, khususnya jika kondisi ini sudah dialami sejak lahir dan tidak menyebabkan kondisi berbahaya sehingga tidak perlu ditangani. Tetapi jika dibutuhkan, operasi plastik bisa dilakukan untuk mengurangi dampak ptosis terhadap penampilan dan/atau kualitas pandangan.

Sebagai langkah awal, dokter perlu memeriksa apakah ada kemungkinan gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama jika disertai migrain.

  • Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan menanyai sejak kapan Anda mengalami ptosis.
  • Dokter kemudian akan memeriksa kelopak mata di bawah sinar.
  • Tes Tensilon dapat dilakukan dengan menyuntikkan obat bernama tensilon atau edrophonium pada pembuluh darah. Anda mungkin akan diminta untuk duduk dan berdiri beberapa kali, menyilangkan kaki kemudian meluruskannya lagi. Tes ini diperlukan untuk mendeteksi apakah penyebabnya adalah myasthenia gravis.
  • Tes pergerakan mata atau ocular motility.
  • Uji penglihatan.

Penanganan Kelopak Mata Turun (Ptosis) Lanjutan

Umumnya, kelopak mata turun yang lebih parah pada orang dewasa dapat ditangani dengan:

Blepharosplasty (operasi kelopak mata)

Blepharosplasty diterapkan untuk mengangkat kelebihan kulit serta menguatkan atau meletakkan otot untuk menyangga kelopak mata. Operasi biasanya diterapkan jika kelopak mata turun menyebabkan gangguan parah pada kualitas penglihatan.

Selain itu, tindakan operasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan otot dahi untuk mengangkat kelopak mata. Namun seperti prosedur lain, operasi untuk  menangani ptosis juga membawa risiko. Risiko yang dimaksud adalah kornea tergores, hematoma atau darah yang mengumpul, dan mata kering.

Pada kasus tertentu dapat juga terjadi kesalahan, misalnya dokter mengangkat kelopak mata terlalu tinggi atau terlalu rendah. Pada kasus-kasus lain, operasi perlu dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Kacamata ptosis

Kacamata ptosis dengan kruk biasanya dipilih untuk menangani kelopak mata turun yang bersifat sementara dan tidak memerlukan operasi. Ophthalmologis atau dokter plastik dapat menempatkan kruk atau penyangga khusus pada bingkai kacamata logam untuk mengangkat kelopak mata yang turun.

Terdapat dua jenis kacamata ptosis. Jenis pertama adalah kacamata yang dapat disesuaikan atau dipasang penguat pada salah satu sisi bingkai kacamata dan jenis kedua adalah kacamata dengan penguat  terpasang pada kedua sisi bingkai.

Obat antinyeri

Obat antinyeri dapat dikonsumsi jika pasien turut merasakan sakit kepala.

Penggunaan make up

Kosmetik juga dapat digunakan untuk membantu menyamarkan gangguan penampilan akibat kondisi ini.

Kacamata untuk astigmatisma

Kacamata khusus kadang juga diperlukan untuk menangani penglihatan samar (astigmatisma) akibat kornea tidak rata.

Meski tidak ada cara untuk mencegahnya, tetapi pemeriksaan mata secara rutin dapat membantu mendeteksi kondisi ini lebih dini sehingga tidak memburuk.

Kelopak Mata Turun (Ptosis) pada Anak

Anak yang mengalami kelopak mata turun bisa mengalami ambilopia atau mata malas yang dampaknya membatasi atau memperlambat kemampuan penglihatan juga. Situasi ini mungkin membuat pengidap perlu mendongakkan kepala saat melihat sesuatu.

Mata malas yang berhasil ditangani lebih dini menjadikannya lebih tidak berisiko menyebabkan hilangnya penglihatan dalam jangka panjang.

Meski begitu, sering kali dokter tidak menangani ptosis pada anak. Dokter hanya akan fokus menangani mata malas dengan obat tetes ataupun kacamata dengan kruk khusus untuk mengangkat kelopak mata.

Seiring pertambahan usia, dokter akan melihat apakah anak membutuhkan operasi untuk mencegah mata malas. Pada kasus anak yang terlahir dengan ptosis, jika penglihatannya dinilai tidak terganggu, maka operasi dapat dilakukan setelah dia berusia 3-4 tahun.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: