Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kerusakan kulit akibat sinar matahari adalah masalah pada kulit berupa kemunculan jaringan kasar atau ruam di permukaan kulit. Sesuai namanya, kerusakan ini terjadi karena paparan sinar matahari secara terus-menerus dalam waktu yang lama.

Pada umumnya, kondisi ini ditandai dengan:

  • Kulit mengering
  • Kemunculan rasa gatal
  • Kemunculan ruam merah di permukaan kulit yang terpapar sinar matahari.

Kerusakan kulit akibat sinar matahari sebetulnya bukan masalah serius sebab kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Namun pada kasus-kasus tertentu, kerusakan kulit ini bisa berdampak fatal jika dibiarkan tanpa penanganan. Salah satu komplikasi paling serius dari kerusakan kulit akibat sinar matahari adalah kanker kulit.

Selain kanker, kerusakan kulit akibat sinar matahari juga bisa memicu kemunculan masalah lainnya, seperti perubahan pigmen dan tekstur permukaan kulit, memar berlebihan di bagian yang bermasalah, kulit terlihat menua lebih dini dan mengering, serta beberapa masalah lainnya. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat diperlukan.

Apa Saja Tanda-tanda Terjadinya Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari?

Kerusakan kulit akibat sinar matahari bisa dikenali dengan kemunculan ruam atau luka di bagian tubuh tertentu, misalnya di permukaan kulit kepala, telinga, wajah, tangan, atau di kaki.

Umumnya ruam yang muncul berwarna merah, merah muda, atau cokelat dengan permukaan yang kasar, serta bisa terasa perih atau gatal. Pada selanjutnya, ruam kulit akan mengelupas setelah luka mengering.

Waktu kemunculan tanda-tanda kerusakan kulit akibat sinar matahari berbeda-beda, tergantung jenis, sensitivitas, dan kondisi kulit seseorang. Jika seseorang memiliki kulit yang sensitif, tanda-tanda kerusakan kulit akibat sinar matahari bisa muncul hanya dalam waktu 30 menit atau beberapa jam setelah kulit terpapar sinar matahari.

Seseorang yang menderita penyakit erupsi cahaya polimorfik (keracunan sinar matahari) memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika mereka terpapar sinar matahari sebelum ruam di permukaan kulit hilang, ruam itu akan menyebar dan menjadi makin parah. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada mereka yang tinggal di daerah tropis, termasuk Indonesia.

Jika ruam atau luka gatal yang muncul di permukaan kulit meluas dan parah, pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda-tanda awal kemunculan kanker kulit.

Pengobatan yang tepat akan meminimalkan risiko pasien dari mengalami dampak-dampak yang lebih fatal.

Bagaimana Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari Bisa Terjadi?

Kerusakan kulit akibat sinar matahari terjadi ketika kulit mengalami peradangan karena paparan sinar matahari yang terjadi secara terus-menerus. Paparan sinar matahari mengubah zat di permukaan kulit dan memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya peradangan.

Bagaimana Cara Mengatasi Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari?

Metode pengobatan pada kasus kerusakan kulit akibat sinar matahari berbeda-beda, tergantung kepada kondisi pasien. Bahkan pada kasus tertentu, kondisi kulit bisa kembali normal dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Hasil akhir pengobatan ini tergantung kepada seberapa besar dan parahnya luka yang dialami pasien. Makin parah kondisi pasien, waktu penyembuhan pun menjadi makin lama. Begitupun sebaliknya, pasien  bisa sembuh dengan cepat jika mengalami luka yang tidak terlalu parah.

Berikut adalah beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kerusakan kulit akibat sinar matahari:

  • Cryotherapy. Disebut juga dengan cryosurgery, metode ini bekerja dengan cara membekukan dan mengeringkan luka. Dengan metode ini, luka akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya dalam beberapa minggu setelah pengobatan dilakukan.
  • Kuretase. Pengobatan ini dilakukan setelah pasien diberikan bius lokal. Pada metode ini, dokter akan mengorek luka yang timbul sampai akarnya dengan alat semacam sendok tajam dan membuangnya dari permukaan kulit.
  • Menggunakan krim steroid. Dokter akan memberikan resep obat berupa krim untuk dioleskan di permukaan kulit yang bermasalah. Krim itu meliputi krim imiquimod, ingenol mebutate, serta krim 5-fluorouracil.
  • Photodynamic therapy (PDT). Metode ini dilakukan dengan bantuan berbagai jenis sinar, seperti laser, LED, dan lainnya. Sinar ini berfungsi sebagai perangsang obat agar bisa menghancurkan jaringan-jaringan yang rusak.
  • Pemberian vitamin D. Kerusakan kulit sering terjadi pada mereka yang mengalami kekurangan vitamin D. Dokter akan memberikan suplemen untuk meningkatkan produksi vitamin D pada tubuh pasien.
  • Meningkatkan resistensi kulit. Agar kulit tidak mudah rusak karena paparan sinar matahari, kulit harus memiliki resistensi yang tinggi. Pengobatan ini dilakukan dengan cara membiasakan diri terhadap paparan sinar matahari.
  • Desensitisasi kulit. Metode ini bertujuan mengurangi reaksi alergi kulit terhadap suatu zat, termasuk sinar matahari. Dengan begitu, resistensi kulit terhadap paparan sinar matahari juga meningkat.

Bagaimana Cara Mencegah Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari?

Kerusakan kulit akibat sinar matahari bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Di bawah ini adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari kerusakan kulit akibat sinar matahari:

  • Menggunakan pakaian yang longgar di musim kering atau kemarau agar kulit mendapatkan ruang yang cukup untuk bernapas.
  • Menggunakan tabir surya dengan kadar SPF 15-50. Tabir surya ini bisa dibeli bebas di pasaran.
  • Menggunakan topi atau penutup kepala lainnya saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di antara pukul 11.00 hingga pukul 15.00.
  • Hindari penggunaan tabir surya dengan kadar SPF di atas 50 karena hal itu justru akan menyebabkan kulit makin rusak.
  • Berkonsultasi dengan dokter secepatnya jika mencurigai adanya tanda-tanda kemunculan gejala kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: