Kerutan di Bawah Mata

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kerutan di bawah mata atau crow’s feet adalah garis atau kerutan halus yang muncul di tepi mata bagian bawah. Jika dilihat sekilas, bentuknya menyerupai kulit keriput yang biasanya muncul di bagian-bagian tubuh lain.

Kemunculan kerutan ini sulit dihindari, terutama jika seseorang terpapar sinar matahari secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Kerutan di bawah mata terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Garis dinamis. Kerutan ini disebabkan oleh aktivitas otot alami, misalnya saat seseorang sedang tersenyum, saat mengerutkan dahi, atau saat memejamkan mata. Kerutan itu akan muncul sesaat di tepi mata.
  • Garis statis. Kerutan ini terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan bisa muncul secara permanen. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya masalah pada kulit, misalnya dampak paparan sinar matahari yang terlalu lama.

Apa Penyebab Kemunculan Kerutan di Bawah Mata?

Salah satu penyebab kemunculan kerutan di bawah mata adalah pertambahan usia. Seiring bertambahnya usia, lapisan kulit akan menipis dan teksturnya pun mengendur.

Penurunan produksi kolagen dan elastin menyebabkan elastisitas kulit berkurang, lalu menjadi keriput dan kerutan. Karena itulah, kerutan di bawah mata sering dianggap sebagai salah satu gejala penuaan secara alami, seperti halnya kulit yang menjadi keriput atau kemunculan kantong mata.

Meski kerutan di bawah mata kerap dianggap sebagai salah satu tanda-tanda penuaan alami, namun nyatanya belum tentu demikian. Kondisi ini bisa juga muncul di usia pertengahan atau di akhir usia 30 tahun karena faktor-faktor tertentu.

Selain karena faktor usia, kondisi ini bisa terjadi sebagai dampak terlalu lama tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi, terlalu banyak merokok, atau kebiasaan seseorang yang jarang merawat kulit wajahnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Kerutan di Bawah Mata?

Kerutan di bawah mata bisa dihilangkan dengan beberapa cara, baik melalui prosedur medis maupun dengan pengobatan secara mandiri. Jenis pengobatan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan prosedur untuk menghilangkan atau menyamarkan kulit keriput.

Untuk lebih memahaminya, berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kerutan di bawah mata.

  • Suntik botox (neuromodulator). Suntikan botox atau botulinum toxin tipe A, diarahkan ke otot tertentu agar otot di sekitar mata tidak berkontraksi dan menimbulkan kerutan. Suntikan ini harus dilakukan secara rutin dalam 3-4 bulan sekali agar kulit tetap terlihat kencang sepanjang hari.
  • Face lift. Metode pembedahan ini bertujuan mengencangkan otot-otot dan jaringan di sekitar mata. Metode ini mampu membuat kulit tetap kencang dalam waktu yang lebih lama dibandingkan suntik botox. Kulit akan tetap kencang dalam waktu antara 5-10 tahun.
  • Terapi sinar laser. Metode ini berguna untuk mengikis lapisan kulit bagian luar (epidermis) dan menggantinya dengan lapisan kulit yang baru. Terapi ini juga bisa memicu pertumbuhan kolagen baru di dalam kulit sehingga menjadikannya lebih lembut dan kencang.
  • Dermabrasi. Metode ini bertujuan meratakan permukaan kulit yang mengerut. Setelah kulit merata, permukaan kulit yang lama akan mengelupas dan lapisan kulit yang baru akan tumbuh. Efek samping metode ini bisa menyebabkan kulit menjadi tampak kemerahan dalam beberapa minggu.
  • Mikrodermabrasi. Pengobatan ini dilakukan dengan kristal untuk menghapus lapisan halus di kulit dan memicu pertumbuhan kulit baru yang elastis. Metode ini tidak menimbulkan rasa sakit dan memberikan hasil yang lebih efektif.
  • Chemical peeling. Metode ini dilakukan dengan mengoleskan bahan kimia tertentu ke daerah di sekitar mata untuk menghilangkan garis-garis halus yang mengganggu dengan cara mengganti lapisan kulit lama dengan yang baru.
  • Obat atau suplemen vitamin E. Kandungan antioksidan terbukti ampuh untuk mengatasi kerutan di kulit. Secara alami, vitamin E didapatkan dari konsumsi makanan yang mengandung minyak sayur dan telur.
  • Tabir surya. Tabir surya berfungsi menghalangi atau melindungi kulit dari sengatan sinar matahari secara langsung. Losion ini akan menjaga kelembapan kulit sehingga tidak mudah terbakar saat terpapar sinar UVA dan UVB yang membahayakan kulit.
  • Air mineral. Salah satu penyebab munculnya kerutan di bawah mata adalah karena kulit kehilangan kelembapan alaminya. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk mengonsumsi banyak air mineral agar kulit tidak kekeringan dan bisa membantu meningkatkan efektivitas pengobatan lainnya.

Bagaimana Cara Mencegah Kemunculan Kerutan di Bawah Mata?

Kerutan di bawah mata memang sulit dihindari, namun kemunculan kondisi ini bisa diminimalkan dengan beberapa cara, di antaranya:

Perbanyak konsumsi air mineral

Air mineral akan membantu menjaga kelembapan kulit. Memperbanyak konsumsi air mineral akan membuat kulit tetap lembap sekaligus mencegah kemunculan kerutan-kerutan di bawah mata.

Gunakan pelembap kulit

Pelembap kulit tidak bisa mengobati kemunculan kerutan di bawah mata, namun penggunaan pelembap ini bisa membantu menjaga kelembapan kulit, sekaligus mencegah kulit tidak mengerut.

Gunakan tabir surya

Selain bisa mengobati kerutan di bawah mata, penggunaan tabir surya bisa membantu mencegah kemunculan kerutan, terutama saat pergi keluar rumah pada siang hari yang panas dan terik.

Berhenti merokok

Merokok bisa memicu kemunculan kerutan di bawah mata. Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dalam jumlah besar tetap bisa mencegah kemunculan kerutan-kerutan ini dengan cara berhenti merokok.

Menerapkan pola hidup sehat

Mengonsumsi makanan sehat dan mengandung vitamin terbukti efektif dalam menjaga kesehatan kulit. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran bisa membantu mencegah kemunculan kerutan di bawah mata.

 

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: