Melanoma

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang sangat berbahaya. Kanker ini tumbuh dan berkembang di dalam sel melanosit yang bertugas memproduksi melanin.

Meskipun tumbuh dan berkembang di kulit, tidak menutup kemungkinan bahwa sel-selnya dapat menyebar ke bagian-bagian tubuh lain, seperti menular ke mata, usus, dan lambung. Namun, kasus-kasus semacam ini sangat jarang terjadi.

Kanker kulit ini berkembang sangat cepat dengan diawali oleh kemunculan bercak-bercak hitam seperti tanda lahir atau tahi lalat yang selanjutnya akan terus berkembang.

Wanita yang mengalami kanker kulit ini umumnya mendapati serangan pada sel-sel kulit di bagian lengan dan kaki. Pada pria, biasa menyerang kepala, leher, atau di area antara bahu dan panggul.

Menurut penelitian, perempuan berusia 40 tahun ke atas lebih rentan mengalami melanoma dibandingkan kriteria lainnya. Paparan sinar ultraviolet dari matahari atau dari lampu alat tanning bisa meningkatkan risiko mengalaminya.

Jenis-jenis Melanoma

Melanoma adalah salah satu kanker kulit yang terdiri atas beberapa jenis, antara lain:

  • Superfisial. Sering kali tumbuh ke luar sehingga tidak menimbulkan masalah. Meski begitu tetap bisa tumbuh ke dalam kulit sehingga berisiko menyebar ke berbagai organ dalam.
  • Nodular. Berbentuk benjolan hitam atau kemerahan di permukaan kulit. Penyebaran ke dalam kulit terjadi sangat cepat jika tidak segera ditangani.
  • Lentiginosa akral. Termasuk kasus yang jarang ditemui dan biasa muncul di telapak tangan dan kaki. Orang-orang berkulit hitam berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
  • Lentigo maligna. Lebih banyak menimpa orang tua, terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan. Pertumbuhannya sangat lambat, bahkan hingga bertahun-tahun..
  • Amelanotik. Dinilai sangat jarang terjadi. Umumnya berukuran sangat kecil. Meski sering kali tidak berwarna, namun kadang-kadang muncul dengan warna merah, cokelat terang, atau abu-abu.

Apa Penyebab Melanoma?

Penyebab melanoma adalah melanosit atau sel penghasil melanin yang mengalami kelainan dan tumbuh tanpa terkendali di balik permukaan kulit.

Sampai saat ini, penyebab pasti melanoma masih menjadi tanda tanya karena kondisi ini diduga juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dampak lingkungan dan genetika, serta kebiasaan melakukan tanning atau menggelapkan kulit menggunakan sinar ultraviolet buatan.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  • Paparan sinar matahari berlebihan.
  • Tinggal di daerah tropis.
  • Memiliki banyak tahi lalat.
  • Sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang lemah.
  • Kekurangan melanin.
  • Faktor keturunan.

Apa Tanda-tenda Melanoma?

Tanda-tanda kehadiran melanoma adalah perubahan bentuk atau ukuran pada tahi lalat. Pada kondisi normal, tahi lalat seharusnya berbentuk lonjong atau bulat, terasa lembut, dan berdiameter tidak lebih dari 6 milimeter. Secara lebih spesifik, tanda-tanda terkait seperti:

  • Ukuran tahi lalat yang terus membesar.
  • Bentuk dan warna tahi lalat kian berubah-ubah.
  • Tahi lalat terasa gatal dan berkerak.
  • Tahi lalat terluka dan berdarah.

Bagaimana Cara Menangani Melanoma?

Sebagaimana melanoma adalah penyakit kanker kulit, seseorang yang mencurigai dirinya memiliki gejala-gejala terkait harus memeriksakan diri ke rumah sakit atau klinik kesehatan kulit secepatnya.

Sebelum mengambil tindakan, dokter akan melakukan beberapa prosedur diagnosis, misalnya dengan melakukan biopsi (mengambil sampel jaringan dari bagian yang dicurigai mengalami kanker) atau dengan pemindaian (CT Scan, MRI, pindai tulang, dan rontgen).

Jika kondisi pasien terbukti positif dan dokter sudah mengetahui penyebabnya, maka langkah penanganan bisa dilakukan. Penanganan didasarkan kepada jenis, dan tingkat keparahan (stadium) sel kanker. Kesehatan pasien akan dijadikan pertimbangan juga.

Secara umum, jenis-jenis pengobatan melanoma adalah:

  • Operasi
    Operasi merupakan pilihan pengobatan pertama untuk mengatasi melanoma stadium 1 dan stadium 2 sebelum sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Makin cepat ditangani, makin besar peluang keberhasilan penanganan dan peluang tidak kambuhnya kanker.
  • Imunoterapi
    Terapi ini umumnya dilakukan jika kanker sudah memasuki stadium 3 atau 4. Imunoterapi dilakukan untuk merangsang sistem imunitas tubuh membunuh sel-sel kanker. Jenis obat-obatan suntik imunoterapi adalah ipilimumab, nivolumab, pembrolizumab, dan talimogene laherparepvec.
  • Radioterapi dan kemoterapi
    Setelah menjalani operasi, pasien dianjurkan untuk menjalani radioterapi guna membuang kelenjar getah bening sekaligus membunuh sel kanker. Kemoterapi juga mungkin akan dilakukan untuk membersihkan sel-sel kanker yang masih tersisa. Kedua metode ini juga bisa dilakukan untuk menghambat pertumbuhan atau kembalinya sel kanker.

Sampai saat ini masih terus dikembangkan vaksin untuk membunuh berbagai jenis kanker, termasuk melanoma. Vaksin juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan dan kembalinya sel-sel kanker baik di permukaan kulit maupun di bagian tubuh lainnya.

Bagaimana Cara Mencegah Melanoma?

Langkah pencegahan melanoma adalah sesuatu yang bersifat darurat. Beberapa cara berikut bisa direkomendasikan dokter.

  • Menggunakan tabir surya. Tabir surya sangat penting digunakan saat beraktivitas di luar ruangan, baik bekerja, berolahraga, atau berenang. Tabir surya yang dianjurkan adalah tabir surya dengan SPF minimal 15.
  • Menghindari paparan sinar matahari terlalu lama. Sinar ultraviolet dari matahari adalah salah satu pemicu utama. Oleh karena itu, usahakan untuk menghindari paparan matahari antara pukul 10.00-14.00.
  • Mengenali jenis kulit. Mengenali jenis kulit sendiri dengan baik bisa membantu mendeteksi terjadinya kelainan kulit. Jika mencurigai adanya kejanggalan, lebih baik segera periksakan diri kepada dokter.
  • Hindari paparan lampu tanning. Sinar ultraviolet yang terpancar dari lampu dan tempat tidur khusus tanning bisa meningkatkan risiko melanoma. Oleh karena itu, hindari melakukan tanning dengan lampu.
  • Menggunakan pakaian yang menutupi kulit. Untuk membantu mencegah paparan sinar matahari secara langsung, lindungi kulit dengan mengenakan pakaian yang menutupi kulit.

Seseorang yang rentan mengalami gangguan kulit sebaiknya melakukan pemeriksaan kepada dokter kulit secara rutin. Mengantisipasi terjadinya kanker kulit sebaiknya dilakukan sejak dini.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: