Menghapus Tato yang Tidak Diinginkan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Ada banyak alasan yang membuat seseorang ingin memiliki tato, tapi sebaliknya juga ada berbagai faktor yang justru membuat seseorang ingin menghapus tato pada tubuhnya.

Misalnya dikarenakan dia ingin bekerja di dalam instansi tertentu, ingin menikah, ingin menggantinya dengan tato yang baru, mengalami alergi akibat tato, atau dilatari faktor agama yang melarang tato.

Sebagai awalan perlu diketahui bahwa metode-metode untuk menghapus tato mungkin akan melibatkan rasa sakit dan berisiko meninggalkan efek samping pada kulit. Meski begitu, perkembangan teknologi bedah kulit dan kosmetik telah berhasil meminimalkan rasa sakit dan mengantisipasi adanya efek-efek samping tersebut.

Beberapa Fakta Terkait Upaya Menghapus Tato

Agar tato bisa hilang dengan mudah, sebaiknya pertimbangkan lebih saksama mengenai ukuran, warna, serta lokasi pembuatan tato. Jika tato dibuat oleh seorang profesional, dia pasti akan membuatnya dengan tinta yang baru.

Permintaan untuk membuat tato berukuran besar hingga menutupi satu anggota tubuh secara menyeluruh pun membutuhkan kepastian dari kedua pihak sebagaimana proses pengerjaan lebih lama, lebih berisiko, dan lebih sulit dihapus jika nantinya berkeinginan untuk dihilangkan.

Selain itu, kemungkinan besar seorang pembuat tato akan menghindari penggunaan warna pastel karena sulitnya menghapus warna tersebut. Berikut adalah beberapa fakta lain terkait menghapus tato.

  • Selain warna pastel, tato dengan warna biru atau hitam pada umumnya lebih sulit untuk dihilangkan.
  • Pembersihan tato bisa menyebabkan kemunculan bekas luka berupa jaringan parut.
  • Tato yang baru lebih sulit untuk dihilangkan dibandingkan tato lama.
  • Penghilangan tato sepenuhnya tidak bisa dilakukan, pasti akan menyisakan tinta-tinta kecil di kulit.
  • Tato yang dibuat dengan cara tradisional cenderung lebih susah dihilangkan.

Apa yang harus Dilakukan sebelum Menghapus Tato?

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menghapus tato, antara lain:

  • Mencari dokter kulit atau ahli estetika yang berpengalaman, jangan menghapusnya sendiri dengan cara-cara yang tidak konvensional.
  • Biaya yang dibutuhkan untuk menjalani penanganan.
  • Sampaikan seluruh alasan tentang keinginan menghapusnya kepada dokter.
  • Tanyakan kepada dokter tentang risiko yang mungkin muncul setelah ditangani.
  • Ikuti instruksi yang diberikan dokter baik sebelum maupun sesudah prosedur penanganan.

Sebagai saran medis, tunda penanganan jika memiliki masalah hipopigmentasi, hiperpigmentasi, berjerawat aktif, dan berkulit kutil. Pengidap diabetes dan penyakit autoimun juga dihimbau tidak melakukannya.

Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan saran yang tepat dalam menyikapi kondisi semacam ini. Dokter mungkin akan memberikan saran alternatif yang lebih aman.

Bagaimana dengan Menghapus Tato Menggunakan Krim?

Salah satu cara menghapus tato adalah menggunakan krim yang bisa dibeli secara bebas di pasaran. Meski produk krim semacam ini diklaim  dapat menghapusnya dengan membersihkan lapisan epidermis kulit, penggunaannya tetap tidak boleh sembarangan.

Ada juga produk krim lain yang diklaim dapat menghapus tato dengan mengganti sel darah putih yang berisi tinta tato. Namun, klaim semacam ini belum membuktikan efektivitasnya secara lengkap.

Perlu diketahui ada beberapa risiko efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan krim penghilang tato semacam ini, seperti:

  • Kulit memerah, muncul ruam, atau mengelupas.
  • Muncul jaringan parut permanen disertai kulit yang terasa panas.
  • Peradangan kulit dan berubahnya warna kulit secara permanen.

Menghapus Tato dengan Aman sesuai Rekomendasi Medis

Dalam hal ini, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter kulit atau ahli estetika yang berlisensi. Prosedur menghapus tato yang mereka bisa sarankan adalah operasi laser, bedah eksisi, dan dermabrasi.

Operasi laser

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan laser khusus dengan jenis Q-switched. Prosedur ini mengandalkan energi panas yang terkonsentrasi untuk melunturkan tinta tato.

Sebagai dampak penggunaan energi panas, kulit pasien kemungkinan akan membengkak, beradarah, atau melepuh setelah prosedur ini dilakukan. Untuk mencegah infeksi, dokter mungkin akan memberikan antibiotik oles seperti Neosporin.

Terapi IPL (Intense Pulsed Light)

Prosedur terapi IPL menggunakan suatu perangkat yang dapat memancarkan pulsa cahaya berspektrum luas sehingga memungkinkan penanganan difokuskan hanya pada area kulit bertato yang diinginkan tanpa merusak jaringan kulit lain di sekitarnya.

Bedah eksisi

Sebelum prosedur bedah eksisi dilakukan, dokter akan memberi suntik bius lokal untuk membuat area kulit mati rasa. Setelah itu, dokter akan menggunakan pisau bedah untuk mengiris kulit yang bertato. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cepat dan cukup efektif untuk menghapus tato. Hanya saja, prosedur ini akan meninggalkan bekas luka yang cukup besar.

Dermabrasi

Prosedur dermabrasi dilakukan dengan cara membius area kulit yang bertato terlebih dulu. Kemudian, dokter akan menggunakan alat khusus seperti sikat abrasif untuk mengikis permukaan kulit terluar yang bertato. Dermabrasi akan membuat kulit terasa kebas sampai sekitar seminggu setelah prosedur ini dilakukan.

Efek Samping dari Prosedur Menghapus Tato

Tidak semua metode menghapus tato cocok dengan kondisi kulit seorang pasien. Maka dari itu sebelum diterapkan, dokter akan melihat ukuran, jenis tinta yang digunakan, serta warna tato terlebih dahulu.

Dengan begitu, dokter bisa menentukan metode yang tepat untuk diterapkan agar peluang keberhasilan penghapusan tato pun meningkat selain untuk mengantisipasi terjadinya efek samping tertentu seusai penanganan.

Terlepas dari itu, sudah menjadi bagian dari prosedur medis bagi dokter kulit atau ahli estetika untuk menjelaskan apa saja yang mungkin terjadi di luar ekspektasi pasien. Berikut adalah efek samping yang bisa muncul berdasarkan masing-masing prosedur.

Operasi laser

Prosedur ini terbukti efektif menghapus tato yang berukuran kecil. Namun jika dibandingkan dengan bedah eksisi atau dermabrasi, teknik ini berbiaya lebih mahal dan akan menyebabkan rasa sakit terhadap penanganan tato berukuran besar.

Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan adalah kemunculan bekas luka berupa jaringan parut di area kulit yang sebelumnya bertato.

Terapi IPL (Intense Pulsed Light)

Berbeda dengan prosedur perawatan kulit dengan dermabrasi dan operasi laser, terapi IPL tidak membutuhkan waktu pemulihan. Walau risiko efek samping tetap ada, seperti kulit mengalami memar, melepuh, dan mengalami pigmentasi. Selain itu, pasien bisa mengalami kudis.

Bedah eksisi

Dokter tidak akan menganjurkan pasien menjalani bedah eksisi jika memiliki tato yang berukuran besar. Sebab, teknik ini akan menimbulkan efek samping berupa rasa sakit.

Makin besar tato yang ditangani, rasa sakit yang mungkin dirasakan akan meningkat. Oleh karena itu, teknik ini hanya akan dilakukan untuk menangani tato berukuran kecil.

Dermabrasi

Teknik dermabrasi bisa dilakukan jika bedah eksisi maupun operasi laser tidak berhasil menghapus tato atau jika pasien menilai biayanya terlalu mahal.

Dermabrasi memang lebih murah dan efektif menangani tato kecil dalam waktu yang relatif singkat. Meski begitu, efektivitas prosedur ini tidak sebaik dua prosedur lainnya jika tato yang ingin dihilangkan berukuran lebih besar.

Mulai sekarang, jangan sembarangan menangani tato yang tidak lagi diinginkan. Daripada harus menghadapi risiko kerusakan jaringan kulit, lebih baik konsultasikan kepada dokter kulit. Dengan begitu, proses menghapus tato bisa dilakukan dengan aman.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: