Rambut Rontok

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Rambut rontok atau alopecia adalah penurunan jumlah rambut di kulit kepala atau beberapa bagian tubuh lainnya. Kondisi ini bisa terjadi pria dan wanita di segala usia, namun lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Kerontokan rambut umumnya mulai terjadi saat seseorang memasuki usia 30 tahunan.

Kerontokan rambut bisa terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba, tergantung kepada penyebabnya. Pada kebanyakan kasus, rambut yang rontok secara tiba-tiba merupakan salah satu gejala kemunculan penyakit tertentu. Kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa cara, salah satunya dengan mengonsumsi obat jenis rogaine dan propecia.

Apa Saja Gejala Rambut Rontok?

Rambut rontok ditandai dengan kemunculan beberapa gejala berikut ini.

  • Rambut di kepala berangsur-angsur menipis.
  • Kemunculan kurap di area kulit kepala.
  • Penurunan jumlah rambut di bagian tubuh lainnya.
  • Hilangnya sebagian rambut pada satu area di kepala (pitak).

Apa yang Menyebabkan Rambut Rontok?

Perubahan hormon, faktor keturunan, atau efek samping pengobatan (kemoterapi dan terapi radiasi) adalah menjadi penyebab utamanya. Selain itu, ada beberapa faktor lain, di antaranya:

  • Kurang asupan gizi. Kurangnya asupan protein dari telur, ikan, atau daging bisa menghambat pertumbuhan rambut.
  • Pola diet. Pola diet yang keliru bisa menyebabkan seseorang mengalami kerontokan rambut. Misalnya, kebiasaan mengonsumsi makanan yang rendah protein atau sengaja menghindari asupan kalori berlebihan karena ingin mengurangi berat badan.
  • Penggunaan kosmetik. Penggunaan kosmetik secara berlebihan, seperti sampo dan pewarna bisa menyebabkan kerusakan rambut.
  • Penyakit tertentu. Rambut bisa rontok karena dampak penyakit lupus, diabetes, gangguan makan, anemia, atau penyakit tiroid.
  • Stres dan trauma. Kecelakaan, operasi, atau kehamilan bisa menyebabkan seseorang mengalami stres berlebihan dan trauma sehingga memicu rontoknya rambut.
  • Infeksi kulit kepala. Kurap bisa menyebabkan infeksi di kulit kepala dan memicu terjadinya kerontokan rambut. Rambut akan tumbuh lagi jika kurap telah ditangani.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Rambut Rontok?

Untuk menegakkan diagnosis terhadap rambut rontok, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga pasien, pemeriksaan fisik, serta beberapa pemeriksaan lainnya, seperti:

  • Tes darah. Tes ini bertujuan mencari kemungkinan adanya pengaruh penyakit lain yang bisa menjadi penyebab, misalnya penyakit tiroid.
  • Biopsi kulit kepala. Dokter akan mengambil sampel jaringan kulit kepala untuk memeriksa akar rambut dan mendeteksi kemungkinan adanya infeksi.
  • Tes mencabut rambut. Dokter akan mengambil beberapa helai rambut dengan menariknya pelan-pelan untuk mengetahui seberapa parah kerontokan yang dialami pasien.
  • Pemeriksaan mikroskop. Tes ini bertujuan memeriksa kemungkinan adanya masalah pada batang rambut.

Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Rontok?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rambut rontok. Penanganan akan disesuaikan dengan jenis kerontokan rambut yang dialami. Tujuan penanganan adalah untuk memicu rambut tumbuh kembali, meminimalkan kerontokan rambut, atau menyamarkan kerontokan rambut.

Berikut adalah jenis-jenis penanganan yang bisa dilakukan sebagai jalan keluar permasalahan ini.

  • Obat-obatan. Obat-obatan seperti minoxidil (rogaine) dan finasteride (propecia) bisa menjadi solusi kerontokan rambut. Minoxidil adalah obat oles yang bisa digunakan tanpa resep dokter, sedangkan finasteride adalah obat khusus pria dalam bentuk pil yang digunakan harus dengan resep dokter.
  • Pembedahan. Dalam hal ini adalah transplantasi rambut. Transplantasi dikhususkan kepada pasien kerontokan rambut permanen di bagian kepala. Prosedur ini terbilang mahal dan menyakitkan, selain berisiko menyebabkan infeksi dan menimbulkan bekas luka permanen di kepala juga.
  • Rambut palsu. Wig atau rambut palsu bisa menjadi cara alternatif untuk menyamarkan rambut yang menipis. Rambut palsu digunakan untuk menutupi bagian kepala yang mengalami kebotakan.

Bagaimana Cara Mencegah Rambut Rontok?

Rambut rontok bisa dicegah dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan seperti di bawah ini.

  • Menerapkan pola makan dan pola diet yang lebih sehat.
  • Membersihkan rambut secara perlahan-lahan saat mandi.
  • Gunakan sisir dengan gigi-gigi yang lebar agar rambut tidak rontok.
  • Jangan mengikat rambut dengan kepang, kuncir, atau sanggul terlalu sering.
  • Jangan menggunakan alat pelurus dan pengeriting rambut terlalu sering.
Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: