Selulit

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Selulit adalah gumpalan lemak di balik kulit yang sering muncul di beberapa bagian tubuh, seperti pada perut, pinggul, bokong, atau paha. Wanita lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini.

Menurut penelitian, sekitar 85 persen wanita di atas 21 tahun atau yang sudah melewati masa pubertas pernah memiliki selulit. Kemunculan gumpalan lemak ini akan tampak lebih jelas pada wanita yang memiliki warna kulit gelap.

Selulit ringan bisa dideteksi dengan cara menekan atau mencubit bagian-bagian tubuh yang sering ditumbuhinya. Pada level yang lebih parah bisa terlihat dengan jelas tanpa harus menekan atau mencubit bagian tubuh yang tertentu.

Kemunculannya sebetulnya tidak membahayakan kesehatan, namun kondisi ini sering kali mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seseorang.

Apa yang Menyebabkan Selulit?

Selulit adalah masalah kulit akibat adanya penumpukan sel lemak yang selanjutnya menekan jaringan ikat di balik kulit. Hal ini membuat permukaan kulit terlihat tidak rata dan mengerut, mirip permukaan kulit jeruk.

Ada beberapa faktor penyebab, di antaranya bertambahnya jaringan lemak (kelebihan berat badan), metabolisme tubuh yang lambat, perubahan hormon, dehidrasi, jarang berolahraga, atau karena pola diet yang salah.

Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, 10 persen pria juga pernah mengalami selulit yang terutama diakibatkan oleh faktor usia. Makin bertambah tua, kulit seseorang akan kehilangan elastisitas dan membuatnya terlihat jelas. Selain itu, faktor berat badan dan keturunan juga bisa meningkatkan risiko kemunculannya.

Jika kamu memiliki ibu dan nenek yang mengalami selulit, maka kamu sendiri berpotensi mengalaminya juga. Namun, faktor keturunan tidak menjadi faktor penentu yang dapat meningkatkan risiko.

Potensi kemunculan akan lebih besar jika seseorang memiliki gaya hidup yang pada dasarnya tidak sehat, sering mengonsumsi makanan berlemak, jarang bergerak, serta jarang berolahraga.

Bagaimana Cara Menangani Selulit?

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang terbukti efektif menghilangkan selulit. Meski begitu, terdapat beberapa jenis pengobatan bisa dilakukan untuk menyamarkannya hanya untuk sementara waktu. Artinya hanya akan hilang dalam beberapa saat dan bisa muncul lagi beberapa bulan kemudian.

Agar kemunculannya tidak mengganggu penampilan, penanganan ini harus terus dilakukan secara berulang. Apa yang kamu bisa lakukan untuk mengatasinya?

Teknik pijatan

Yang pertama, penanganan selulit adalah melalui teknik pijatan untuk melancarkan aliran darah. Secara tidak langsung hal ini akan mengurangi penumpukan lemak. Penelitian berhasil menemukan bahwa salah satu jenis pijatan yang terbukti efektif adalah endermologie.

Teknik pijatan ini dilakukan dengan bantuan perangkat medis untuk meratakan bagian kulit yang terjangkit. Dengan begitu, tampilannya akan tersamarkan dan permukaan kulit terlihat rata.

Sinar laser

Pengobatan dengan sinar laser meliputi beberapa teknik, yaitu pijatan, liposuction (penyedotan sel lemak), dan terapi sinar laser. Metode ini bisa menangani selulit dengan cara mencairkan lemak, memotong jaringan ikat, meratakan penumpukan lemak, meningkatkan pertumbuhan kolagen, mengencangkan kulit, serta meningkatkan aliran darah. Metode ini bisa menghilangkan 75 persen selulit dalam kurun waktu satu tahun.

Cryolipolysis

Cryolipolysis adalah prosedur noninvasif yang dilakukan untuk membekukan dan membunuh jaringan lemak. Setelah jaringan lemak mati, secara otomatis tubuh akan membuangnya. Metode ini diprediksi bisa menyamarkan jika dilakukan secara rutin selama 3-4 bulan.

Terapi shockwave

Terapi ini sering digunakan untuk mengobati batu ginjal. Namun dengan tekanan yang rendah, terapi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi selulit. Jika dilakukan dua kali seminggu selama dua bulan, tampilannya yang kian berkurang akan terlihat dalam waktu enam bulan.

Subcision

Dengan metode ini, dokter akan menandai bagian yang ditumbuhi selulit, menyuntikkan cairan mati rasa, kemudian memasukkan pisau kecil untuk memotong jaringan ikat tempat lemak menumpuk. Jika metode ini dilakukan secara rutin, perbaikan penampilan akan terlihat dalam dua tahun.

Terapi ultrasound 

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk mengurangi penumpukan lemak. Perubahan tampilan selulit setelah melakukan terapi ini bisa dilihat dalam 2-3 bulan.

Krim oles

Menggunakan 0,3 persen krim retinol dua kali sehari telah terbukti bisa menyamarkan selulit dalam waktu enam bulan. Obat-obatan oles ini mengandung beberapa bahan pendukung, seperti caffeine, aminophylline, mineral, vitamin, dan ekstrak herba untuk mengurangi kadar lemak di dalam tubuh.

Selulit adalah masalah kulit yang memang sulit untuk diatasi secara permanen. Sebelum kehadirannya mengganggu penampilan, perbanyaklah berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. 

Seseorang yang sering melakukan perenggangan tubuh (stretching) sebelum mulai berolahraga bisa membakar lemak yang menumpuk. Untuk membantu mengurangi selulit dan memperbaiki penampilan, disarankan untuk banyak mengonsumsi cairan, baik air mineral maupun cairan dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Utamakan untuk mengonsumsi tomat, mentimun, dan lobak untuk mendapatkan tambahan asupan cairan. Makanan yang sehat akan memperkuat jaringan ikat di dalam tubuh sehingga tidak mudah tertekan oleh penumpukan sel lemak di balik kulit.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: