Spider Veins

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Spider veins adalah salah satu jenis varises yang terjadi akibat pelebaran atau pembengkakan pembuluh vena. Namun berbeda dengan varises, spider veins terjadi pada pembuluh vena berukuran kecil dekat dengan permukaan kulit.

Pelebaran atau pembengkakan semacam ini bisa terjadi pada seluruh bagian tubuh, namun lebih sering ditemukan di sekitar wajah dan kaki. Sebagian kasus yang terjadi tidak menimbulkan rasa sakit, namun sebagian lain mengeluhkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di area kemunculannya.

Sekitar 40 persen wanita dinilai akan mengalami spider veins, khususnya wanita hamil, wanita yang sudah menopause, atau wanita yang berusia di atas 50 tahun.

Kondisi ini memang tidak berbahaya, namun sebaiknya tetap ditangani karena berpotensi menjadi pemicu gangguan pembuluh darah jika dibiarkan dalam jangka panjang.

Apa Penyebab Spider Veins?

Spider veins adalah kondisi ketidaknormalan fungsi katup kecil di dalam pembuluh vena yang berada di dekat permukaan kulit. Secara alami, katup kecil tersebut berfungsi membuka dan menutup aliran darah dari dan menuju jantung.

Ketika katup kecil melemah atau mengalami kerusakan, darah yang seharusnya mengalir ke jantung justru berbalik arah dan menumpuk di dalam pembuluh darah. Kondisi inilah yang menyebabkan pembuluh darah melebar atau membengkak.

Secara umum, spider veins bisa terjadi karena pengaruh beberapa faktor, seperti:

  • Memiliki orang tua dengan kondisi sama (keturunan).
  • Mengalami obesitas.
  • Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  • Trauma atau cedera pada kulit.
  • Terpapar radiasi sinar ultraviolet dalam jangka panjang.
  • Perubahan hormon karena kehamilan, pubertas, dan menopause.
  • Melakukan pekerjaan yang mengharuskan selalu berdiri, seperti penata rambut, guru, buruh pabrik, atau perawat.
  • Beberapa kondisi yang menyebabkan perut bagian bawah tertekan akibat tumor, sembelit, atau karena pakaian yang terlalu ketat.

Apa Tanda-tanda Spider Veins?

Tanda-tanda atau gejala spider veins adalah sesuatu yang perlu diwaspadai sejak dini untuk mengantisipasi terjadinya kondisi yang lebih parah. Apa saja yang perlu diperhatikan?

  • Pergelangan kaki sering terasa nyeri.
  • Kulit bisul atau bernanah.
  • Pecahnya pembuluh darah kapiler menjadikan permukaan kulit terlihat bernoda kecokelatan.
  • Mengalami eksim, yaitu perkembangan ruam kemerahan pada kaki.
  • Mengalami tromboflebitis, yaitu penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.

Secara umum, permasalahan baru akan muncul jika gangguan aliran saluran darah terjadi pada pembuluh vena dalam. Segera periksakan kepada dokter atau ahli estetika jika dirasa mengalami gejala-gejala yang makin parah.

Bagaimana Cara Menangani Spider Veins?

Pada tingkatan yang ringan, spider veins adalah masalah kulit yang tidak membutuhkan penanganan khusus. Dokter akan menyarankan pasien untuk berolahraga teratur dan menghindari kebiasaan berdiam diri terlalu lama pada posisi yang sama.

Sama seperti varises, penanganan awal bisa menggunakan stoking khusus yang dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan pembuluh vena agar menjadikan aliran darah lebih lancar, meredakan pembengkakan, dan mengurangi nyeri.

Namun jika spider veins tak kunjung hilang dan terasa mengganggu, ada beberapa  prosedur yang mungkin akan dipilih dokter untuk mengatasinya, yaitu:

Terapi sinar laser

Prosedur terapi sinar laser dilakukan dengan bantuan energi laser untuk menghancurkan sel atau pembuluh vena yang bermasalah. Dokter akan menembakkan laser ke area kulit yang terjangkit.

Setelah terpapar sinar laser, pembuluh vena akan rusak dan menyusut seiring waktu. Pada umumnya, prosedur ini digunakan untuk mengatasi spider veins di area wajah.

Seusai menjalani prosedur ini, pasien mungkin akan merasakan sejumlah efek samping, di antaranya muncul rasa nyeri di sekitar area yang bermasalah, terjadi pembengkakan, perubahan warna, infeksi, perdarahan, permukaan kulit mengeras, serta muncul jaringan parut di sekitarnya.

Skleroterapi

Prosedur ini dilakukan dokter dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh vena untuk menutup saluran yang bermasalah. Dengan begitu, darah akan mengalir melalui pembuluh vena yang sehat dan darah pada pembuluh vena yang bermasalah akan kembali ke jaringan lokal.

Sama seperti prosedur medis lainnya, skleroterapi juga bisa menimbulkan efek samping, antara lain muncul memar di area yang bermasalah, kulit tampak terluka, kulit menghitam dan area sekitarnya tampak memerah.

Pada kasus tertentu, skleroterapi juga bisa menyebabkan alergi, peradangan di kulit, mual dan muntah, sakit kepala, batuk, dan gangguan penglihatan karena pengaruh cairan yang disuntikkan ke dalam aliran darah.

Radiofrekuensi

Pada prosedur ini, dokter akan membakar dinding pembuluh darah dengan energi radiofrekuensi untuk menutup pembuluh darah yang membengkak. Radiofrekuensi dialirkan ke dinding pembuluh vena dengan bantuan kateter.

Melalui prosedur radiofrekuensi, pembuluh darah yang membengkak akan meleleh dan menutup saluran tersebut. Dengan begitu, secara otomatis darah akan mengalir ke pembuluh darah lain yang masih sehat.

Setelah menjalani prosedur ini, pasien mungkin akan merasakan kesemutan. Untuk meredakannya, dokter bisa menyarankan pasien menggunakan stoking khusus untuk memperlancar peredaran darah di area yang bermasalah.

Operasi

Prosedur operasi untuk mengatasi spider veins menggunakan teknik mengikat pembuluh vena (ligation) dan mengupas pembuluh vena (stripping). Sebelum melakukan prosedur ini, pasien akan dibius total.

Pada prosesnya, dokter akan membuat sayatan di sekitar pangkal paha dan di sekitar lutut. Setelah itu, dokter akan memasukkan alat semacam tali dari sayatan di sekitar pangkal paha dan dikeluarkan melalui sayatan di sekitar lutut untuk memperlancar aliran darah.

Efek samping prosedur ini antara lain muncul jaringan parut, pembengkakan, rasa nyeri, serta muncul rasa kesemutan di sekitar area yang dioperasi.

Apakah Spider Veins Bisa Dicegah?

Spider veins bisa dicegah dengan langkah antisipasi yang tepat. Diharapkan dengan mengantisipasi terjadinya gangguan pembuluh darah lebih dini, risiko seseorang mengalami spider veins bisa diminimalkan. Yang bisa dilakukan untuk mencegah spider veins adalah:

  • Pastikan duduk dengan nyaman, baik sebentar maupun lama.
  • Menggunakan sepatu dengan alas yang rata dan nyaman, bukan high heels.
  • Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak serat.
  • Berolahraga secara teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar.
  • Meletakkan kaki di posisi yang lebih tinggi dari badan kepala, terutama saat tidur.
Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: