Varises

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Varises adalah pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah karena dinding pembuluh darah yang melemah. Varises paling sering terjadi di kaki, tapi juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, salah satunya di tangan.

Meski bisa dianggap bukan masalah, tapi bisa sangat berbahaya jika kondisinya menjadi makin parah dan dibiarkan tanpa penanganan. Komplikasi dari kondisi ini bisa berupa gangguan pembuluh darah.

Umumnya, penderita akan mengeluhkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di lokasi varises muncul. Wanita lebih berisiko mengalaminya, khususnya wanita hamil, wanita yang sudah menopause, atau wanita yang berusia di atas 50 tahun.

Apa Saja Gejala-gejala Varises?

Kemunculannya sering ditandai dengan beberapa gejala, seperti pembuluh darah terlihat berwarna biru atau ungu, serta tampak menonjol ke luar menyerupai kabel. Kondisi varises yang makin parah dapat terlihat dengan kemunculan beberapa gejala, seperti:

  • Kaki terasa gatal, nyeri, atau berat.
  • Terjadi perdarahan dari dalam varises.
  • Rasa nyeri terasa makin parah, terutama setelah duduk.
  • Otot kram atau muncul perih pada kaki bagian bawah.
  • Pembuluh darah terasa mengeras, berubah warna disertai nyeri, kulit di sekitar mata kaki mengalami peradangan atau pembengkakan.

Apa yang Menyebabkan Varises?

Varises terjadi ketika katup kecil di dalam pembuluh darah tidak berfungsi dengan normal. Katup kecil tersebut berfungsi membuka dan menutup aliran darah dari dan ke jantung.

Ketika katup kecil melemah atau rusak, darah yang seharusnya mengalir ke jantung justru berbalik arah dan menumpuk di dalam pembuluh darah. Kondisi inilah yang menyebabkan pembuluh darah melebar atau membengkak.

Ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko varises, antara lain:

  • Memiliki anggota keluarga yang berpenyakit sama.
  • Wanita yang sedang hamil.
  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Kelebihan berat badan.
  • Terlalu sering berdiri.

Bagaimana Cara Menghilangkan Varises?

Cara menghilangkan varises dilakukan dengan berolahraga secara teratur dan menghindari kebiasaan berdiam diri terlalu lama dengan posisi duduk atau berdiri.

Selain itu, menggunakan bebat kompresi atau stoking khusus varises juga bisa dimanfaatkan. Stoking ini dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan pembuluh darah agar aliran darah lebih lancar, serta meredakan pembengkakan dan nyeri.

Jika varises yang dialami berlangsung dalam waktu yang lama dan kondisinya cukup serius, disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter. Dokter akan menangani dengan beberapa pilihan pengobatan seperti di bawah ini.

  • Radiofrekuensi

Pada prosedur ini, dokter akan membakar dinding pembuluh darah dengan energi radiofrekuensi untuk menutup pembuluh darah yang membengkak.

Dengan radiofrekuensi, pembuluh darah yang membengkak akan meleleh dan menutup saluran tersebut. Dengan begitu, secara otomatis darah akan mengalir ke pembuluh darah lain yang masih sehat.

  • Skleroterapi

Prosedur ini dilakukan dokter dengan menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah yang bermasalah untuk menutup saluran yang bermasalah.

Saat melakukan penyuntikan kepada pasien, dokter akan dibantu dengan USG untuk melihat pembuluh darah besar yang bermasalah. Prosedur ini bisa menyebabkan sakit kepala, nyeri punggung bagian bawah, atau pingsan.

  • Terapi sinar laser

Melalui prosedur terapi sinar laser, dokter kulit atau ahli estetika akan memancarkan sinar laser pada area pembuluh darah yang bermasalah. Prosedur ini berfungsi menutup pembuluh darah yang mengalami varises.

Proses kateterisasi dan pindai USG turut digunakan untuk memberi gambaran kondisi pembuluh darah bagian dalam. Biasanya prosedur ini menyebabkan kaki menjadi nyeri atau kaku.

  • Operasi

Sebelum melakukan prosedur ini, pasien akan dibius total. Dokter akan membuat sayatan di sekitar pangkal paha dan di sekitar lutut.

Setelah itu, dokter akan memasukkan alat yang menyerupai tali dari area sayatan di sekitar pangkal paha dan dikeluarkan melalui sayatan di sekitar lutut untuk memperlancar aliran darah.

  • Phlebectomy

Phlebectomy adalah pilihan penanganan terakhir jika beberapa prosedur di atas dinilai tidak mampu mengatasinya. Dokter akan membuat sayatan kecil di kaki untuk mengeluarkan pembuluh darah yang bermasalah dengan menggunakan perangkat medis tertentu.

Prosedur ini terbilang baru untuk menangani varises. Maka dari itu, efektivitasnya masih perlu diuji.

Bagaimana Cara Mencegah Varises Menjadi Makin Parah?

Varises bisa dicegah dengan beberapa cara, seperti:

  • Berolahraga secara teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar.
  • Memosisikan duduk senyaman mungkin, terutama jika harus duduk dalam jangka panjang seperti di kantor.
  • Mengonsumsi makanan sehat, terutama yang mengandung banyak serat.
  • Menggunakan sepatu dengan alas yang rata dan nyaman, hindari high heels.
  • Meletakkan kaki di posisi yang lebih tinggi dari badan dan kepala, terutama saat tidur.

Seseorang yang terdiagnosis mengalami varises harus lebih berhati-hati. Waspadai jika kondisi bertambah parah dan jangan sampai mengganggu aktivitas di keseharian.

Sebagai saran, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh seseorang dengan varises, antara lain:

  • Paparan suhu tinggi

Paparan suhu tinggi atau panas bisa mengganggu aktivitas atau kinerja pembuluh darah dan memicu terjadinya pembengkakan. Sebaiknya hindari paparan panas secara berlebihan dengan jangan mandi dengan air panas atau mandi sauna.

  • Berat badan berlebihan

Berat badan berlebihan harus diwaspadai karena bisa menciptakan tekanan pada pembuluh darah. Dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal agar aliran di dalam pembuluh darah bisa berjalan normal.

  • Duduk atau berdiri terlalu lama

Duduk, berdiri, atau berdiam diri di posisi yang sama dalam waktu yang lama juga dikhawatirkan dapat menimbulkan tekanan pada pembuluh darah.

Usahakan untuk mengubah posisi duduk atau berdiri tiap 30 menit agar aliran darah lancar. Jika memang diperlukan, lakukan perenggangan setelah berdiam diri.

  • Menggunakan produk kosmetik palsu

Hati-hati, menggunakan produk kosmetik palsu untuk menyamarkan tampilan varises atau gangguan kulit lain ternyata bisa menyebabkan kondisi yang diderita justru bertambah parah.

Agar terhindar dari efek samping yang berbahaya, pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang aman.

  • Menggunakan pakaian yang terlalu ketat

Menggunakan pakaian atau aksesoris yang terlalu ketat bisa menghambat aliran di dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan sirkulasi darah terganggu. Misalnya sirkulasi darah di pergelangan tangan, kaki, panggul, atau pangkal paha.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: