Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Operasi kelopak mata atau blepharoplasty (eye lift) adalah prosedur yang diterapkan untuk memperbaiki penampilan kelopak mata yang terlihat longgar akibat kulit yang mengendur. Mengendurnya kulit pada kelopak mata adalah bagian dari efek penuaan.

Pada realisasinya, jaringan lemak pada kelopak mata bawah dan atas akan dimusnahkan untuk menghilangkan efek mengendur. Kulit kelopak juga akan dikencangkan sehingga pada akhirnya menyerupai tampilan mata seseorang yang berusia lebih muda.

Siapa yang Cocok Menjalani Prosedur Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)?

Seseorang yang mengalami gangguan pandangan akibat kelopak mata turun atau mengendur adalah kandidat yang cocok untuk menjalani prosedur operasi kelopak mata atau blepharoplasty.

Tidak hanya itu, prosedur ini juga bisa diterapkan pada seseorang yang memiliki kantong mata parah dan alis mata yang turun sehingga menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas di keseharian.

Selain untuk kepentingan estetika, blepharoplasty dapat dimanfaatkan untuk menangani penyakit ptosis atau kelopak mata turun. Dalam hal ini, pasien harus berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit terlebih dahulu.

Bagaimana Prosedur Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)?

Operasi kelopak mata atau blepharoplasty (eye lift) bisa diaplikasikan dengan dua cara yang berbeda berdasarkan kondisi yang dialami.

Menghilangkan kulit berlebih pada kelopak mata atas dan bawah

Dokter bedah akan melakukan irisan di seputar area kulit yang menghitam atau memiliki bercak-bercak penuaan pada kelopak mata kemudian membuka lapisan kulit tersebut sehingga akan terlihat jaringan lemak di baliknya.

Selanjutnya, jaringan lemak yang terlihat akan dibakar dan menyisakan kulit berlebih. Jika memang diharuskan, kulit berlebih ini turut diiris dan disingkirkan. Terakhir, kulit yang diiris akan dijahit kembali.

Pasien tidak perlu menginap di klinik atau rumah sakit sebagaimana prosedur operasi kelopak mata ini dinilai sebagai bedah ringan yang berlangsung dua jam dan pasien hanya perlu diberikan bius lokal.

Mengatasi jaringan lemak menonjol di kantong mata dan lingkaran hitam

Dalam kasus semacam ini, dokter bedah cukup melakukan irisan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah untuk mengambil jaringan lemak.

Dokter tidak perlu mengiris kulit berlebih dikarenakan proses pemusnahan jaringan lemak pada kelopak mata bawah dinilai sudah cukup. Selain itu, irisan di sisi dalam kelopak mata dapat meminimalkan tampilan bekas luka setelah pembedahan.

Perkembangan teknologi medis terbaru memungkinkan prosedur blepharosplasty diterapkan menggunakan sinar laser. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mengencangkan kulit kelopak mata dan menyamarkan keriput di sekitar mata.

Risiko Menjalani Prosedur Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)

Pasien disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis mata atau ahli estetika untuk mengetahui apa saja risiko menjalani prosedur operasi kelopak mata atau blepharoplasty. Dengan begitu, pasien bisa memastikan apakah ini merupakan pilihan yang tepat.

Apa saja risiko-risiko yang mungkin dihadapi pasien operasi kelopak mata?

  • Bekas luka yang terlihat jelas.
  • Kesulitan menutup mata.
  • Mata kering.
  • Mata teriritasi.
  • Infeksi.
  • Pendarahan.
  • Gangguan fungsi penglihatan.
  • Perubahan warna kulit di sekitar kelopak mata.

Bagi pasien tertentu, risiko yang dihadapi bisa berupa reaksi alami tubuh terhadap penggunaan obat bius atau adanya gangguan penggumpalan darah.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pembedahan ulang untuk memperbaiki gangguan fungsi kelopak mata atau bekas luka yang mengganggu akibat pembedahan pertama.

Apa Persiapan Menjalani Prosedur Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)?

Sebagai kelanjutan dari konsultasi awal, dokter kulit meninjau riwayat kesehatan pasien dan mendiskusikan ekspektasi dari prosedur operasi kelopak mata atau blepharoplasty bersama pasien.

Sebelum menjalani pembedahan, pasien akan diminta untuk tidak merokok. Pasien juga disarankan untuk menghindari konsumsi makanan atau minuman tertentu sesuai instruksi dari dokter. Begitu pula untuk menghindari obat-obatan tertentu.

Setelah selesai menjalani operasi kelopak mata, pasien dihimbau untuk meminta kerabat untuk mengantar pulang atau diantar dengan transportasi umum hingga tiba di rumah.

Apa yang Harus Dilakukan setelah Menjalani Prosedur Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)?

Sangat disarankan bagi pasien operasi kelopak mata atau blepharoplasty (eye lift) untuk melakukan konsultasi kepada dokter kulit secara rutin. Hal ini untuk mengantisipasi adanya gangguan atau risiko adanya komplikasi.

Pada umumnya, pasien akan merasakan efek samping pembedahan yang hanya bersifat sementara dan ringan. Lima hari setelah hari pembedahan, jahitan sudah bisa dicopot oleh dokter.

Beberapa kondisi pasca pembedahan kelopak mata, seperti memar, pembengkakan ringan, dan rasa ketidaknyamanan lainnya, akan menghilang dalam kisaran dua minggu. Gunakan kompres dingin untuk meringankan rasa nyeri,

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: