Chemical Peeling

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Chemical peeling adalah proses pengelupasan kulit yang dilakukan dengan mengoleskan cairan kimia pada permukaan kulit untuk mengangkat lapisan kulit teratas. Setelah diolesi bahan kimia, kulit yang kusam kemudian dapat terkelupas sehingga muncul kulit baru yang lebih halus dengan keriput lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Selain pada wajah, chemical peeling adalah perawatan kulit yang dapat diterapkan pada leher dan tangan juga. Prosedur ini dilakukan pada tingkat kedalaman kulit yang bervariasi menggunakan bahan-bahan kimia yang berbeda-beda pula.

  • Superfisial. Chemical peeling jenis ini tidak menyentuh permukaan kulit di bawah epidermis. Biasanya dilakukan dengan asam ringan seperti alpha-hydroxy untuk menangani perbedaan warna kulit ringan atau kulit kasar pada wajah, dada, leher, atau tangan.
  • Medium. Tingkat kedalaman mencapai dermis atau lapisan kulit tengah. Perawatan yang biasanya menggunakan asam glikolat atau trichloroacetic ini umumnya dilakukan untuk menangani kerutan dan keriput ringan, bercak akibat penuaan, dan bintik Selain itu perawatan jenis ini juga dapat berperan untuk menangani pertumbuhan kulit prakanker, keratosis actinic, atau menghaluskan kulit yang kasar.
  • Dalam. Chemical peeling ini mencapai lapisan di bawah dermis wajah dan hanya dapat dilakukan sekali. Perawatan dengan asam tricholoracetic atau phenol ini berguna mengangkat kerutan jenis menengah, bercak-bercak karena penuaan, bintik, dan bekas luka ringan.

Makin dalam permukaan kulit yang ditangani, maka dibutuhkan waktu pemulihan yang relatif lebih lama, meski memiliki hasil akhir yang lebih maksimal. Hasilnya, kulit diharapkan akan tampak lebih muda dengan warna yang lebih merata.

Awalnya dokter akan mengoleskan alkohol atau aceton pada area kulit yang akan ditangani untuk membersihkan kulit. Setelah dibersihkan secara menyeluruh, kulit diolesi salah satu dari bahan kimia, seperti asam trichloroacetic, asam carbolic, asam glikolat, asam salisilat, atau asam laktat. Dengan cairan ini, jaringan kulit akan mati secara terkontrol, terkelupas, kemudian beregenerasi.

Proses ini dapat dilakukan di ruang praktik dokter tanpa perlu menjalani rawat inap atau dilakukan sendiri dan dipadukan dengan penggunaan produk kosmetika lain.

Apa yang Perlu Dilakukan sebelum Menjalani Chemical Peeling?

Seperti metode-metode perawatan kecantikan kulit lainnya, chemical peeling adalah perawatan kulit yang menyimpan risiko. Oleh sebab itu, lakukan langkah-langkah ini untuk meminimalkan risiko yang ada.

  • Menginformasikan kepada dokter jika kamu pernah mengalami luka melepuh pada mulut (cold sore) berulang, memiliki jaringan parut, atau menjalani prosedur X-ray pada wajah.
  • Mendiskusikan chemical peeling jenis mana yang akan dipilih bersama dokter.
  • Meminta saran dokter mengenai persiapan perawatan kulit dengan penggunaan obat-obatan jika diperlukan, seperti asam glikolat, Renova, atau Retin-A. Termasuk juga mengenai penggunaan obat antivirus atau antibiotik.

Hal yang tidak kalah  penting, cari tahu apakah diperlukan orang lain untuk mengantarmu pulang setelah menjalani prosedur ini.

Kapan Chemical Peeling Diperlukan?

Kriteria seseorang yang paling tepat untuk menjalani chemical peeling adalah mereka yang memiliki bekas luka akibat jerawat, mengalami pigmentasi yang tidak merata, mengalami kerusakan kulit karena sinar matahari sehingga mengalami kulit keriput dan menipis, dan yang mengalami keratosis aktinik atau gejala awal kanker kulit.

Secara umum, prosedur ini bermanfaat untuk:

  • Mengurangi keriput akibat penuaan dan paparan sinar matahari.
  • Mengurangi kerutan halus di sekitar bibir dan mata.
  • Menangani beberapa jenis jerawat.
  • Memperbaiki permukaan dan penampilan kulit.
  • Mengurangi bintik dan bercak gelap pada kulit akibat kehamilan atau konsumsi pil KB.
  • Menyamarkan bekas luka ringan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsultasikan kondisimu kepada dokter kulit atau ahli estetika terkait.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Menjalani Chemical Peeling?

Chemical peeling adalah metode perawatan yang tidak tepat bagi kamu yang berniat menghilangkan keriput pada tingkatan parah, benjolan pada kulit, atau memperbaiki tekstur kulit yang turun. Kondisi-kondisi semacam itu perlu ditangani dengan metode lain, seperti terapi sinar laser atau suntik filler.

Di samping itu, prosedur ini pada umumnya tidak tepat bagi beberapa kelompok orang ini.

  • Berambut terang.
  • Memiliki kutil pada wajah.
  • Wanita hamil atau menyusui.
  • Mengalami psoriasis, eksim, dermatitis, atau rosacea.
  • Memiliki riwayat permukaan kulit tidak merata karena keloid.
  • Mengalami pigmentasi kulit yang tidak normal.
  • Seseorang yang menggunakan obat jerawat isotretinoin dalam enam bulan terakhir.
  • Mengalami luka melepuh pada mulut (cold sore) yang parah atau berulang kali.
  • Warna kulit orang yang berkulit gelap akan cenderung menjadi tidak merata setelah menjalani chemical peeling.

Untuk itu penting untuk menginformasikan kondisi kesehatanmu kepada dokter sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini.

Apakah Chemical Peeling Terasa Sakit?

Proses pengerjaan chemical peeling adalah 5-10 menit. Selama itu, kamu mungkin akan merasakan perih dan tersengat. Setelah atau selama proses ini, rasa sakit dapat diredakan dengan kompres dingin atau obat-obatan pereda rasa sakit.

Setelah itu, kulitmu akan mengelupas dan mengalami kemerahan pada wajah selama setidaknya 3-7 hari. Sementara chemical peeling jenis menengah biasanya akan mengalami pembengkakan dan kulit melepuh yang akan mengelupas dalam 1-2 minggu.

Ini sebabnya chemical peeling adalah perawatan yang membutuhkan obat bius lokal, bahkan terkadang bius total. Tanyakan kepada dokter mengenai efek samping bius total untuk mengantisipasi kondisi tertentu yang tidak diinginkan.

Apa Efek Samping atau Komplikasi dari Chemical Peeling?

Setelah menjalani chemical peeling, kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari untuk beberapa waktu. Oleh sebab itu, kamu disarankan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik, terutama pada sekitar pukul 10.00-14:00.

Kamu juga sangat disarankan untuk mengenakan tabir surya SPF di atas 30 untuk melindungi diri dari radiasi sinar UVA dan UVB. Di samping itu, pastikan kamu sudah mengetahui efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Perhatikan hal-hal seperti:

  • Kadang menimbulkan bekas luka pada wajah bagian bawah yang dapat ditangani dengan obat steroid dan antibiotik.
  • Kulit dapat menjadi kemerahan setelah chemical peeling jenis dalam atau menengah yang dapat bertahan hingga beberapa bulan.
  • Infeksi virus herpes dan terkadang infeksi jamur atau bakteri.
  • Warna kulit yang diproses dengan chemical peeling dapat menjadi lebih gelap jika diterapkan pada lapisan kulit teratas atau menjadi lebih terang jika pada lapisan kulit dalam. Perubahan warna kulit ini dapat menjadi permanen dan lebih umum terjadi pada mereka yang berkulit gelap.

Risiko efek samping terparah chemical peeling adalah gangguan pada jantung, hati, atau ginjal. Asam karbolik atau phenol yang digunakan dapat menyebabkan jantung berdetak tidak teratur karena otot jantung terganggu. Tidak hanya itu, kamu juga perlu mencermati risiko komplikasi seperti di bawah ini.

  • Beberapa jenis kulit akan mengalami perubahan warna sementara atau permanen. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada mereka yang mengonsumsi pil KB, hamil lebih dari sekali, atau memiliki riwayat perubahan warna kulit wajah menjadi kecokelatan.
  • Sebagian kecil orang lebih berisiko mengalami bekas luka.
  • Seseorang yang pernah mengidap herpes akan berisiko mengalami luka melepuh pada mulut (cold sores).

Segera periksakan diri kepada dokter jika kamu mengalami kondisi seperti di atas setelah menjalani prosedur chemical peeling.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: