Laser Rejuvenation Nonablatif

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Laser rejuvenation nonablatif adalah prosedur perawatan kulit terbaru yang menggunakan teknologi laser tanpa melalui proses pengikisan lapisan kulit epidermis. Dengan kata lain, prosedur ini tidak melukai lapisan kulit terluar.

Hawa panas dari laser yang diaplikasikan secara langsung pada kulit dinilai dapat menstimulasi proses pembentukan kolagen secara alami lebih banyak. Dengan melimpahnya kolagen pada area yang ditangani, diharapkan dapat membuat kulit terlihat lebih kencang, lebih muda, dan terutama lebih sehat.

Yang menjadikan prosedur ini lebih unggul dibandingkan jenis perawatan dengan teknologi laser lainnya adalah masa pemulihan yang jauh lebih cepat disertai risiko terjadinya komplikasi yang lebih rendah.

Pancaran hawa panas pada perawatan laser rejuvenation nonablatif pada umumnya akan dipecah-pecah sehingga menjadikan efek penanganan pada kulit lebih terfokus ke dalam ribuan kolom kecil yang disebut dengan zona perawatan mikrotermal pada kulit.

Dibandingkan teknik penanganan area kulit menyeluruh secara sekaligus, metode memecah-mecah hawa panas inilah yang membuat kulit dapat pulih lebih cepat secara alami.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Laser rejuvenation nonablatif adalah prosedur kecantikan yang sebaiknya hanya dilakukan di klinik perawatan kulit resmi yang didukung oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi. Hindari menjalani penanganan dari pihak-pihak nonkonvensional untuk menghindari terjadinya malapraktik atau risiko komplikasi terkait.

Sebelum menjalani perawatan, pasien diharapkan untuk mengonsultasikan kondisi dirinya kepada dokter kulit atau ahli estetika terlebih dahulu. Pasien yang pernah mengalami luka infeksi atau gangguan kulit yang sejenisnya membutuhkan perhatian khusus berkenaan dengan penanganan laser rejuvenation nonablatif.

Setelah itu, dokter akan melanjutkan proses peninjauan kondisi kesehatan pasien dengan pemeriksaan fisik. Tahap ini juga dapat dimanfaatkan untuk membahas ekspektasi pasien berdasarkan keuntungan dari menjalani prosedur ini. Di lain sisi, dokter juga akan menjelaskan risiko-risiko yang ada.

Selain dari itu, pasien akan disarankan untuk menghindari beberapa hal sebelum menjalani prosedur laser rejuvenation nonablatif, seperti:

  • Mengonsumsi aspirin atau obat-obatan pengencer darah.
  • Mengenakan deodoran, losion tertentu, atau parfum pada area yang akan ditangani.
  • Berjemur atau terpapar sinar matahari berlebihan.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Kondisi-kondisi gangguan kulit yang cocok untuk ditangani melalui prosedur laser rejuvenation nonablatif adalah:

Untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin, disarankan untuk menjalani perawatan sebanyak 4-6 kali dengan jarak antar perawatan dibedakan 4-6 minggu.

Berdasarkan penelitian medis, prosedur ini juga dinyatakan efektif menangani bekas jerawat. Meski hasil yang didapatkan belum seefektif prosedur yang bersifat ablatif, perkembangan teknologi perawatan nonablatif terus berkembang dan berpeluang memberikan hasil yang lebih baik.

Dengan rekomendasi dari dokter kulit atau ahli estetika, perawatan dengan laser rejuvenation nonablatif dapat dipadukan dengan prosedur perawatan kulit lain demi mendapatkan hasil yang lebih maksimal, seperti:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Seseorang dengan gangguan kesehatan kronis tertentu tidak direkomendasikan menjalani prosedur ini. Alasan di balik larangan pengidap gangguan kesehatan kronis untuk menjalani prosedur laser rejuvenation nonablatif adalah dikhawatirkan efek dari perawatan dapat memperparah kondisi penyakit yang sedang diidap.

Perbandingan kecocokan ekspektasi pasien dengan peluang dari hasil prosedur juga menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan rekomendasi akhir. Jika ekspektasi pasien dinilai berlebihan, dokter dapat menyarankan metode perawatan yang lain.

Apakah Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif Terasa Menyakitkan?

Tingkatan rasa sakit yang ditimbulkan akan bervariasi pada tiap pasien. Untuk meminimalkannya, dokter bisa memberikan krim anestesi pada area kulit yang akan ditangani setidaknya satu jam sebelum prosedur perawatan dilakukan.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Meski terbilang lebih aman, menjalani prosedur ini tetap dihadapkan kepada beberapa risiko efek samping. Tiap pasien mungkin akan mengalami jenis efek samping yang berbeda-beda, tergantung kepada kondisi masing-masing. Risiko efek samping prosedur laser rejuvenation nonablaif adalah:

  • Muncul bekas luka baru.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Mengalami pembengkakan.
  • Warna kulit yang menjadi makin cerah atau gelap untuk sementara waktu akibat hiperpigmentasi.
  • Terjadi infeksi.
  • Kulit melepuh.

Terlepas dari itu, pasien bisa langsung menjalani aktivitas di keseharian seperti biasa usai menjalani prosedur ini. Jika diinginkan, kemerahan pada kulit bisa disamarkan dengan penggunaan makeup.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Laser Rejuvenation Nonablatif?

Ekspektasi pasien biasanya bisa tercapai, meski nyatanya akan membutuhkan waktu sebelum hasil maksimal bisa terlihat pada diri pasien. Hal ini bisa terjadi dalam beberapa bulan. Untuk menjaga hasil yang terbaik, pasien disarankan menjalani beberapa kali perawatan lanjutan.

Seusai menjalani prosedur laser rejuvenation nonablatif, sebaiknya pasien melakukan beberapa hal berikut.

  • Gunakan tabir surya dengan tingkat SPF di atas 30 untuk mencegah kulit terpapar sinar matahari berlebihan yang berisiko mengandung radiasi.
  • Untuk mengurangi rasa sakit atau perih, gunakan kompres dingin.
  • Hindari berbaring di atas area kulit yang baru saja ditangani. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya pembengkakan yang berkelanjutan.
  • Menjaga area yang ditangani tetap lembap.
Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: