Laser Resurfacing

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa yang Dimaksud dengan Laser Resurfacing?

Laser resurfacing adalah prosedur perawatan kecantikan yang difokuskan untuk memperbaiki penampilan wajah, terutama membersihkan noda dan bekas jerawat.

Prosedur ini menggunakan penyinaran laser secara langsung yang ditujukan menghilangkan lapisan demi lapisan kulit. Setidaknya terdapat dua jenis perawatan yang paling populer, yaitu:

  • Erbium, khusus digunakan untuk menghilangkan keriput dan garis kerutan pada wajah, leher, dada, dan tangan. Erbium diaplikasikan pada lapisan kulit terluar hingga lapisan tengah kulit. Cocok untuk orang-orang dengan warna kulit yang lebih gelap.
  • Karbon dioksida (CO2), khusus digunakan untuk menghilangkan pelebaran kelenjar minyak pada hidung, kutil, keriput, bekas luka, dan beberapa kondisi lainnya.

Apa yang Harus Dipertimbangkan sebelum Menjalani Laser Resurfacing?

Laser resurfacing adalah perawatan kecantikan yang sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika yang bersertifikat di klinik kesehatan resmi.

Sebelum menjalani prosedur ini, calon pasien akan ditanyai mengenai riwayat kesehatan pribadi dan apakah pernah mengalami penyakit kulit. Selanjutnya, pasien akan menjalani pemeriksaan kondisi fisik dan diminta menjelaskan ekspektasi dari perawatan ini.

Selain itu, pasien akan diminta untuk:

  • Mengoleskan krim oles retinoid pada area kulit terkait secara rutin selama empat minggu sebelum memulai perawatan.
  • Khusus pasien yang pernah mengalami penyakit herpes kulit akan diresepkan obat antivirus. Obat antivirus diminum sebelum dan setelah menjalani perawatan.
  • Pasien akan diminta meminum obat antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri.

Selama menjalani masa-masa persiapan, dokter akan menyarankan pasien untuk menghindari terpapar sinar matahari secara langsung dalam jangka panjang.

Apa Manfaat Laser Resurfacing?

Perawatan kecantikan dengan laser resurfacing adalah prosedur yang tepat dijalani untuk menangani beberapa gangguan kulit, seperti:

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Laser Resurfacing?

Laser resurfacing adalah prosedur yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain itu, tidak semua orang bisa mendapatkan rekomendasi untuk dapat menjalani perawatan ini. Di antaranya adalah orang-orang yang memiliki warna kulit sangat gelap dan mereka yang memiliki jerawat aktif. 

Beberapa kondisi lain yang tidak direkomendasikan oleh dokter adalah bagi seseorang yang:

  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah atau mengalami gangguan kekebalan tubuh.
  • Mengonsumsi obat jerawat isotretinoin sejak setahun terakhir.
  • Sulit pulih dari luka dan memiliki kecenderungan tinggi mengalami bekas luka.

Selalu konsultasikan kepada dokter kulit atau ahli estetika mengenai kriteria-kriteria lainnya yang dinilai tidak cocok untuk mendapatkan perawatan laser resurfacing untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi medis.

Apakah Laser Resurfacing adalah Prosedur yang Terasa Menyakitkan?

Perawatan kecantikan laser resurfacing akan dilakukan kepada pasien di bawah efek obat bius. Hal ini bertujuan membuat pasien merasa lebih nyaman dan meredakan rasa sakit akibat penggunaan sinar laser.

Jika area kulit yang akan ditangani dengan sinar laser dinilai lebih luas, dokter kulit atau ahli estetika akan menyuntikkan obat anestesi di sekitar area terkait. Namun jika area yang ditangani lebih kecil, area tersebut akan dioleskan obat anestesi topikal untuk menjadikannya mati rasa.

Apakah Ada Komplikasi Laser Resurfacing?

Tujuan dari menjalani perawatan kecantikan laser resurfacing adalah untuk mendapatkan penampilan kulit yang lebih menarik. Meski begitu, bukan berarti prosedur ini tidak memiliki risiko terjadinya komplikasi.  Setelah menjalani perawatan, pasien berisiko mengalami:

  • Gatal atau perih pada kulit
  • Terluka atau cedera akibat hawa panas dari sinar laser
  • Mengalami bekas luka baru
  • Pembengkakan
  • Penyumbatan kelenjar keringat
  • Masalah pigmentasi, seperti warna kulit yang tidak merata
  • Memicu terjadinya infeksi herpes kulit kembali

Tidak perlu panik jika pada masa-masa pemulihan terdapat kemunculan milia pada area kulit yang mendapat perawatan laser resurfacing karena kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Apa yang Harus Dilakukan setelah Menjalani Laser Resurfacing?

Masa pemulihan bagi pasien perawatan kecantikan laser resurfacing adalah 3-10 hari. Hal ini bergantung kepada jenis perawatan yang dipilih dan seberapa dalam lapisan kulit yang ditangani.

Selama masa pemulihan tersebut, pasien diharapkan untuk menjaga kebersihan diri untuk menghindari paparan kuman dan bakteri yang dapat memicu infeksi.

Dokter kulit atau ahli estetika akan memberikan obat topikal untuk dioleskan tiap hari. Selain itu, sebagaimana area kulit yang mendapat perawatan akan diperban, pasien diharapkan untuk mengganti perban tiap hari untuk memastikan kebersihan kulit dan mendukung proses penyembuhan.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: