Mikropigmentasi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Mikropigmentasi?

Mikropigmentasi atau lebih populer disebut dengan sulam bibir atau sulam alis adalah proses memasukkan pigmen berwarna ke balik permukaan kulit terluar. Pigmen yang digunakan berbahan alami dan berisiko rendah menimbulkan reaksi alergi. Dokter atau ahli estetika yang berpengalaman akan memastikan warna pigmen yang dipilih sesuai dengan warna kulit pasien.

Prosedur kecantikan yang memberi efek permanen ini biasa dikenal juga dengan sebutan dermapigmentasi, dermagrafik, tato kosmetik, atau makeup permanen. Pigmen akan dimasukkan melalui jarum steril berukuran mikro.

Selain dimanfaatkan untuk meningkatkan penampilan wajah, perawatan kecantikan ini juga dapat diandalkan untuk mengembalikan atau menyegarkan penampilan wajah kembali.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Sebagaimana hasil yang diberikan bersifat permanen, maka sebaiknya prosedur ini dilakukan oleh dokter atau ahli estetika yang berpengalaman. Mintalah contoh foto-foto hasil penanganan di klinik tersebut. Jangan sungkan untuk menanyakan pengalaman dokter dalam menangani prosedur kecantikan ini.

Terlepas dari itu, seseorang juga perlu mendatangi sekaligus berkonsultasi pada beberapa klinik terkait untuk mendapatkan gambaran dan pilihan referensi sebagai pertimbangan selanjutnya. Tiap klinik mungkin akan memberikan pelayanan dan hasil akhir yang bervariasi. Mempelajari kualitas klinik bisa membantu menentukan apakah metode kerjanya sesuai dengan selera.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Mikropigmentasi adalah cara yang dinilai efektif bagi seseorang yang tidak ingin direpotkan oleh rutinitas mengenakan kosmetik tiap hari.

Seseorang yang sudah berusia lanjut dan mengalami kendala untuk mengenakan makeup wajah dengan lancar bisa mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini. Sama halnya dengan orang yang aktif berolahraga, seperti berenang, memiliki makeup wajah yang tidak luntur oleh air mungkin bisa menjadi solusi.

Beberapa manfaat mikropigmentasi dapat diterapkan pada metode-metode berikut ini.

  • Sulam alis, yaitu membentuk garis dan memberikan efek alis mata yang lebih tebal.
  • Memberikan efek bulu mata yang lebih tebal.
  • Sulam bibir, yaitu memberi warna bibir.
  • Memberi warna puting payudara.

Selain itu, mikropigmentasi juga bisa menjadi cara untuk menyamarkan efek-efek yang ditimbulkan penyakit, seperti:

  • Vitiligo
  • Kerontokan rambut berpola akibat usia (alopecia areata)
  • Kerontokan rambut total (alopecia universalis)
  • Bekas luka
  • Alergi akibat penggunaan kosmetik
  • Efek samping menjalani kemoterapi

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Tidak semua orang adalah kandidat prosedur mikropigmentasi. Terdapat beberapa kondisi gangguan kulit atau penyakit yang menjadikan seseorang tidak direkomendasikan menjalaninya, seperti:

  • Alergi kulit
  • Kutil
  • Herpes simplex
  • Hepatitis B dan hepatitis C
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Sindrom mata kering
  • Gangguan darah

Seseorang yang sedang mengonsumsi accutane sejak enam bulan terakhir dan pasien suntik filler sebaiknya tidak menjalani prosedur ini.

Apakah Prosedur Mikropigmentasi Terasa Menyakitkan?

Pasien mungkin akan merasakan ketidaknyamanan pada saat jarum ditusukkan ke kulit untuk memasukkan cairan pigmen. Untuk itu, dokter akan memberikan obat bius oles pada area yang akan ditangani jika dibutuhkan.

Obat bius suntik juga dapat diberikan terlebih dahulu untuk menimbulkan rasa kebas pada area kulit terkait.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Mikropigmentasi?

Penelitian membuktikan bahwa prosedur mikropigmentasi tidak mengandung efek-efek yang merugikan. Meski begitu, terdapat risiko penularan penyakit kulit jika jarum yang digunakan tidak melalui proses sterilisasi yang optimal.

Sebagian pasien akan mendapati hasil akan memudar seiring waktu. Maka dari itu, perlu dilakukan pengulangan untuk mempertahankan hasil. Selain itu, seseorang bisa dihadapkan kepada beberapa risiko komplikasi dari prosedur ini, seperti:

  • Inflamasi kulit
  • Alergi kulit
  • Infeksi kulit
  • Munculnya bekas luka keloid

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Mikropigmentasi?

Dokter bisa menyediakan salep untuk digunakan di rumah jika terjadi pembengkakan pada area penyuntikan. Sebagai alternatif, menempelkan es batu yang dibalut kain pada kulit bisa menjadi langkah yang disarankan.

Hasil yang didapatkan dari prosedur mikropigmentasi tidak akan terlihat langsung sebagaimana akan dibutuhkan beberapa hari sebelum mulai terlihat. Pasien juga tidak perlu cemas jika warna kulit terlihat menggelap selama minggu pertama. Warna kulit akan mencerah seiring kulit memulih sepenuhnya dalam 2-4 minggu berikutnya.

Jangan segan untuk memeriksakan kondisi kulit kepada dokter atau ahli estetika di klinik kulit terkait jika mengalami gangguan yang dirasa menimbulkan ketidaknyamanan.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: