Suntik Botox (Neuromodulator)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator)?

Suntik botox atau neuromodulator adalah perawatan kecantikan tanpa pembedahan yang dinilai paling efektif dan paling populer untuk menghilangkan keriput dan penuaan dini pada kulit secara umum selama dilakukan dengan dosis yang tepat.

Prosedur ini diterapkan dengan cara menyuntikkan cairan botox (zat kimia botulinum) secara langsung pada otot kulit yang diinginkan sehingga menyebabkan tekstur permukaan kulit terluar menjadi lebih halus secara perlahan-lahan. Efektivitas perawatan ini pada umumnya dapat bertahan 3-6 bulan.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator)?

Prosedur perawatan suntik botox atau neuromodulator harus dilakukan oleh dokter kulit atau ahli estetika berlisensi di klinik kecantikan. Sebelum memulainya, pasien perlu menjelaskan apa yang diharapkan dari hasil prosedur ini dan mengetahui risiko apa saja yang dihadapinya.

Dokter kulit atau ahli estetika juga perlu mengetahui apakah pasien sedang menjalani suatu kondisi atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti:

  • Terapi neuromodulator lainnya
  • Pilek atau antialergi
  • Pengencer darah
  • Suplemen atau obat bebas dari apotek
  • Antibiotik suntik
  • Obat tidur
  • Relaksan otot

Dengan mengetahui kondisi-kondisi tersebut, pasien bisa terhindar dari efek samping atau komplikasi yang tidak terduga.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator)?

Prosedur perawatan suntik botox atau neuromodulator paling cocok diterapkan pada pasien yang ingin menghilangkan:

Terdapat beberapa produk populer botox atau neuromodulator, seperti Myobloc, Xeomin, Dysport, dengan masing-masing mengandung dosis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penggunaan produk yang berbeda secara bersamaan.

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator)?

Seseorang yang sedang mengalami gangguan kesehatan secara umum, termasuk gangguan mental, kemungkinan besar tidak akan mendapatkan rekomendasi medis dari dokter kulit atau ahli estetika untuk diperbolehkan menjalani prosedur perawatan kecantikan dengan metode ini.

Tidak tertutup kemungkinan juga, pasien yang sedang menjalani terapi fisik atau obat-obatan tertentu diminta untuk menunda menjalani prosedur ini hingga kondisi fisik telah pulih atau setidaknya hingga efek dari konsumsi obat-obatan telah hilang.

Apakah Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator) Terasa Menyakitkan?

Suntik botox atau neuromodulator adalah prosedur medis untuk memperbaiki penampilan fisik tanpa melibatkan penggunaan bius total atau pembedahan. Prosedur ini diterapkan dengan melakukan 3-5 kali penyuntikan pada area kulit yang diinginkan secara langsung.

Meski tingkat rasa sakit yang ditimbulkan dari penyuntikan dinilai sangat minimal, pasien bisa mendapatkan obat oles atau menempelkan es batu untuk menciptakan rasa kebas pada kulit jika diinginkan.

Apa Risiko Efek Samping atau Komplikasi Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator)?

Pasien yang menerapkan suntik botox atau neuromodulator dihadapkan kepada risiko mengalami efek samping. Tiap efek samping akan berlainan pada tiap pasien, namun sering kali terjadi pada kulit terkait lokasi penyuntikan, seperti:

  • Kemerahan
  • Memar
  • Infeksi
  • Perih

Beberapa risiko komplikasi yang mungkin dialami pasien adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau otot terasa lemah
  • Ruam
  • Kelopak mata turun (ptosis)

Jika kondisi-kondisi ini terjadi dalam jangka panjang atau memburuk hingga terasa mengganggu aktivitas di keseharian, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Suntik Botox (Neuromodulator)?

Secara umum, prosedur ini tidak membutuhkan masa pemulihan. Pasien biasanya tidak mengalami kendala fisik apa pun seusai menjalani prosedur ini sehingga aktivitas di keseharian bisa dilanjutkan seperti biasa.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menekan-nekan atau berupaya memijat area kulit yang disuntik jika muncul ketidaknyamanan untuk menghindari tersebarnya zat kimia botulinum ke area kulit di sekitarnya.

Sebagaimana efektivitas prosedur ini berkisar hingga enam bulan, pasien disarankan untuk menjalani prosedur ini lebih dari dua kali setahun untuk mempertahankan efek suntik botox.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: