Transplantasi Rambut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Apa yang Dimaksud dengan Prosedur Transplantasi Rambut?

Transplantasi rambut adalah prosedur pencangkokan rambut menggunakan rambut milik sendiri. Pada dasarnya, rambut yang akan dicangkok diambil dari area kulit kepala dengan rambut yang lebih lebat, kemudian menanamkannya pada sisi kulit kepala yang mengalami lebih jarang atau kerontokan.

Prosedur ini sudah dilakukan sejak tahun 1950-an dengan metode-metode penerapan yang terus mengalami kemajuan. Merujuk kepada penelitian medis yang telah dilakukan, prosedur ini dinilai memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Meski memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, seseorang yang ingin menjalani prosedur transplantasi rambut tetap perlu mengonsultasikan kondisi kesehatan diri kepada dokter. Pada konsultasi ini, pasien juga bisa mengetahui ekspektasi, risiko, dan  gambaran mengenai hasil yang didapatkan.

Sebagai permulaan, pasien yang berkebiasaan merokok sebaiknya menghentikan kebiasaan ini pada dua minggu sebelum menjalani prosedur ini.

Proses pengerjaan dapat diselesaikan pada hari itu juga, yaitu sekitar 4-8 jam sesuai luasnya area yang ditangani, sehingga pasien tidak perlu menginap di klinik. Sebagai langkah antisipasi, pasien sebaiknya ditemani seorang rekan atau teman yang bisa mengantar pasien pulang hingga ke rumah.

Selama 1-2 hari setelah menjalani prosedur ini, pasien diharapkan untuk beristirahat di rumah. Jika harus bekerja, sebaiknya pasien menjaga kondisi dirinya dan makanannya. Jika dibutuhkan, pasien bisa mendapatkan bantuan perawat selama beristirahat di rumah.

Kapan Saat yang Tepat Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Prosedur transplantasi rambut cocok diterapkan oleh seseorang yang mengalami kerontokan rambut dan/atau penipisan rambut.

Siapa yang Tidak Direkomendasikan Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Sebagai pertimbangan medis, seseorang bisa menjalani prosedur ini jika memiliki beberapa kriteria berikut.

  • Seseorang harus memiliki pertumbuhan dan struktur rambut samping serta rambut belakang yang sehat agar bisa digunakan sebagai rambut transplan/cangkok atau mendonorkan rambutnya.
  • Tekstur rambut yang akan ditransplansi harus sesuai dengan jenis rambut yang dimiliki pasien.
  • Selama ini memiliki warna rambut dan menjalani pola hidup yang sehat.

Apakah Prosedur Transplantasi Rambut Terasa Menyakitkan?

Pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski begitu, sebagian pasien bisa merasakan ketidaknyamanan pada kulit kepala setelah menjalaninya. Untuk itu, dokter akan meresepkan obat-obatan pereda rasa sakit yang bisa didapatkan secara bebas di apotek.

Apakah Ada Efek Samping atau Risiko Prosedur Transplantasi Rambut?

Sebagian besar pasien akan dihadapkan kepada beberapa efek samping, namun efek-efek samping yang terjadi akan segera pulih dengan sendirinya, yaitu:

  • Luka kering (koreng) pada titik lokasi yang ditangani.
  • Muncul bekas luka pada area kulit kepala dengan rambut transplan.
  • Kulit kepala membengkak selama beberapa hari ke depan.

Sebagaimana dengan prosedur pembedahan pada umumnya, terdapat beberapa risiko gangguan kesehatan yang bisa dialami pasien, seperti:

  • Infeksi pada kulit kepala.
  • Reaksi alergi akibat obat bius atau obat pereda rasa sakit.
  • Pendarahan berlebihan pada area yang ditangani.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menjalani Prosedur Transplantasi Rambut?

Berikut adalah langkah-langkah yang dokter akan lakukan kepada pasien setelah menjalani prosedur transplantasi rambut, yaitu:

  • Membalut kulit kepala pasien dengan perban dan menyarankan tidak melepasnya selama 1-2 hari.
  • Memberikan obat-obatan bebas pereda rasa sakit jika pasien mengalami ketidaknyamanan pada kulit kepala.
  • Meresepkan obat-obatan antibiotik atau anti-inflamasi selama beberapa hari.

Mengenai hasil dari prosedur transplantasi rambut, sebanyak 6 dari 10 pasien menyadari adanya pertumbuhan rambut baru pada 6-9 bulan setelah menjalani prosedur ini.

Namun sebelumnya, pasien akan mengalami kerontokan rambut hasil transplantasi pada kisaran 2-3 minggu setelah perawatan. Pasien tidak perlu khawatir sebagaimana kondisi ini adalah bagian dari proses pertumbuhan rambut-rambut baru.

Share.

About Author

Tulis Komentar

%d bloggers like this: